Emosi

1412 Kata

Di kantin kampus, Clara tampak sedang berceloteh ria bersama Lala yang duduk di sampingnya, dua sahabat itu sesekali terkekeh kecil sembari menyeruput minuman yang ada di hadapan mereka.   Sampai beberapa saat kemudian, kedua gadis itu tiba-tiba terdiam ketika mereka melihat sepasang kaki tampak berdiri di depan mata mereka. Dari sepatunya yang berwarna hitam mengkilap, Clara dan Lala dapat menebak, siapa gerangan pemilik kaki tersebut.   “Selamat pagi,” sapa pria itu, Alan. Ia mencoba sedikit berbasa-basi pada dua sahabat istrinya. Walaupun basa-basinya itu seratus persen gagal, karena terlihat jelas dari mimik wajah Clara dan Lala yang tiba-tiba berubah tegang ketika mengetahui sosok dosen yang terkenal galak itu menyapa mereka tanpa alasan yang mereka ketahui.   “Pa-pagi, Pak Alan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN