Sebelumnya "Apa yang kau lakukan Arlan!" Pekik Sandrina saat Arlan tiba-tiba menarik lengannya, kemudian menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya. "Kau!" "Tenanglah sayang...ini hanya membuatmu tertidur. " Ucap Arlan setelah memastikan semua cairan yang Ia suntikkan berhasil masuk ke tubuh Sandrina. "Kau gila Arlan!!" Pekik Sandrina saat Arlan membopong tubuhnya seperti karung beras. Meskipun tubuhnya terus saja dipukuli secara membabi-buta oleh Sandrina, Ia tak perduli. Saat ini Arlan berfokus untuk segera membawa Sandrina menjauh. "Bagaimana?" Tanya Wijaya saat Arlan berpapasan dengannya. Saat ini mereka sudah bersiap untuk segera pergi dari tempat persembunyian yang sudah berhasil dilacak oleh Raphael. "Sepertinya obat itu sudah mulai bereaksi Ayah." Ucap Arlan saat melihat Sandrina sudah

