Setelah Mengetahui dimana titik keberadaan sang kekasih, Raphael beserta pasukannya pun segera meluncur. Kali ini Ia sendiri yang akan turun tangan. Bersama Kael dan juga Reyhan, ketiganya pun segera menyiapkan semuanya. Kali ini, Raphael tak mau menahan diri lagi. Sudah cukup setahun ini Ia membiarkan keluarga Wijaya terus saja mengganggu ketenangan Sandrina. Bahkan Abraham pun tak bisa menolak. Sebab Ia tahu Raphael akan melakukan tugasnya dengan baik. "Baiklah...Abah tunggu laporan dari kalian. Abah juga sudah mengabarkan ini pada Paman "F" dan Ia siap membantu." "Tapi Abah...." "Tidak El! kali ini lawan kita adalah seekor belut. Semakin kita menekannya maka Ia akan semakin berusaha bebas. JK sangat licik El..." Jelas Abraham menyelah ucapan putranya yang sepertinya tak membutuhka

