Disaat Wijaya dan Arlan yang entah bagaimana nasibnya. Di negara lain saat ini. Marni dan juga Nikita sedang uring-uringan. Sudah sebulan kepergian suami mereka, hingga saat ini keduanya belum juga mendapat kabar. "Ibu... bagaimana ini? Ayah dan juga Mas Arlan belum kembali. Sementara perusahaan kita sedang dalam masa kritis!" Ujar Nikita yang saat ini sedang menggendong Akbar. "Jangan tanyakan pada Ibu Niki. Ibu juga pusing. Dua hari yang lalu teman-teman arisan menghubungi Ibu. Mereka meminta bayaran sebab ibu belum juga menyetor." Keluh Marni sembari memijat pelipisnya. Wanita paruh baya itu terlihat begitu frustasi. "Apa kita terima saja tawaran dari pihak perusahaan FS Corp yang ingin mengakuisi perusahaan kita?" Tanya Nikita. Ya! Setelah sebulan ditinggal oleh Wijaya dan juga Ar

