Ini hari pertama ishycha dan irfan memulai hidup barunya . mereka berdua kini sudah sah menjadi sepasang suami istri , karena pernikahan itu sudah dua hari mereka tidak masuk sekolah tanpa izin.
Waktu sudah menunjukan pagi hari, terlihat ishycha dan irfan tertidur pulas, namun tak lama ishycha terbangun , dengan perlahan ia membuka kelopak matanya.
"astaga ! irfaaaann" teriak ishycha ,matanya terbuka lebar saat melihat bahwa kini ia tidur sambil berpelukan dengan irfan.
"irfan ! Lo kurang ajar banget sih lepasin gak !" ishycha meronta-ronta melepaskan pelukan irfan .
"eh cowo gila , bangun !! " ishycha berkali - kali memukul lengannya dan akhirnya irfan terbangun.
"aduh kenapa sih , " perlahan irfan membuka kedua matanya , ia melepaskan pelukannya.
"lo pake tanya kenapa ! tadi itu lo tidur sambil peluk gue ! kurang ajar banget sih lo gila !" ishycha beranjak duduk dan mencubit pinggang irfan dengan gemas.
"aduh sakit cha ! “ irfan meringis kesakitan dan ia juga beranjak duduk.
"biarin lo kesakitan !" ucap ishycha sambil mengerutkan bibirnya.
"lah kan tadi malem lo sendiri yang peluk-peluk gue !" ucap irfan sambil terus saja mengusap pinggangnya yang kesakitan.
"apa? Tadi malem gue peluk lo? " ishycha tertawa “ GAK MUNGKIN !” Setelah itu ia melotot , tangannya menjitak dahi irfan.
"ih beneran gue enggak bohong ! “ wajah irfan terlihat serius berusaha meyakinkan “ karena lo peluk gue yaudah gue peluk lo juga lah “ kemudian irfan tertawa “ gue sih terima aja lo peluk, gue anggep itu rezeki HA HA"
"ih pasti lo ngarang kan , gue itu gak mungkin peluk lo ! udah ah gue mau mandi!" ishycha menjitak kepala irfan lagi , setelah itu dia beranjak bangun menuju kamar mandi.
"ishycha tunggu!" panggil irfan dan ishycha menghentikan langkahnya masuk kekamar mandi.
"apa lagi hah?" ishycha bertelak pinggang sambil mendongakan dagu . irfan berjalan mendekatinya.
"tunggu dulu, gue pengen ngomong sesuatu sama lo !" ucapnya lagi dan dia sudah semakin dekat dengan ishycha.
"ngomong apa sih ? cepetan gue pengen mandi ! " kata ishycha, tapi irfan hanya terdiam dan memajukan wajahnya mendekati ishycha.
"irfan lo jangan macem-macem deh ah ! cepetan lo pengen ngomong apa ! " ishycha melangkah mundur saat irfan semakin dekat dengannya.
"gimana gue mau ngomong kalo lo malah menjauh oon" ucap irfan dan akhirnya ishycha berhenti melangkah mundur.
"oke , gue gak menjauh ! cepetan lo mau ngomong apaan?" tanya ishycha , irfan mendekatinya lagi lalu mencium keningnya.
"gue mau mandi duluan ..bye..bye ! " ucap irfan lalu ia berlari masuk kekamar mandi mendahului ishycha.
"irfaaan! Dasar cowo sinting! Ini udah ke tiga kalinya elo nyium gue . sial!" teriak ishycha yang kini wajahnya memerah.
Ishycha duduk dengan wajah muram di sofa yang berada dikamarnya sambil menunggu irfan keluar dari kamar mandi . Ishycha sangat kesal karena irfan menyelak dirinya masuk kekamar mandi.
"dasar sinting ! udah tau gue duluan yang mau masuk kekamar mandi eh dia malah nyelak !" ishycha terus saja ngedumel kesal. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya irfan keluar juga dari kamar mandi.
"hai ishycha sayang , kenapa cemberut aja sih ? senyum dong liat suaminya abis mandi udah ganteng!" irfan berjalan keluar kamar mandi dengan senyumnya yang lebar , ia suka sekali meledek ishycha .
"gue cemberut gara-gara elo k*****t ! " ucap ishycha lalu ia beranjak bangun menuju kamar mandi.
"Dasar Baperan ! "irfan terkekeh .
Setelah ishycha keluar kamar mandi hanya menggunakan piyama , irfan yang tadinya duduk diatas kasur sambil memainkan ponselnya menatap ishycha dengan sangat serius.
"ngapain lo ngeliatin gue kaya gitu hah?" tanya ishycha dengan ketus dan irfan hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun , gue lupa !" ishycha lupa bahwa sekarang dia hanya menggunakan piyama, itu kebiasannya sehabis mandi . ishycha lupa karena saat ini ia tidak sendiri dikamar ini melainkan bersama irfan , suami nya.
"ishycha lo oon banget sih ! lo itu dikamar enggak sendirian ! " batin ishycha, ia memaki dirinya sendiri .
"eh lo jangan mikir yang macem-macem ! " gerutu ishycha yang baru saja keluar kamar mandi , ia segera berlari menuju lemarinya untuk mengambil beberapa pakaian dan ingin segera ke kamar mandi lagi.
"emang kenapa ?" goda irfan tetapi ishycha terdiam , ia fokus mencari pakaian dilemari . Melihat ishycha tidak menggubrisnya , irfan bangun dan berjalan mendekatinya.
"kalo gue mau macem-macem gimana ?" irfan kini sudah berada disamping ishycha .
"maksud lo apaan hah?" ishycha terkaget , ia menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka agar tidak dapat terlihat oleh irfan.
"gue udah gak tahan cha !" ucap irfan sambil mengepak-kepakan bajunya seperti orang ke gerahan.
"enggak tahan apa maksud lo fan ?" ishycha terlihat bingung.
"gue udah gak tahan sumpah!" ucap irfan lagi sambil membuka pakaiannya.
Ishycha melongo melihat irfan membuka baju ,ia menelan ludahnya berkali-kali , tercetak ketakutan diwajah ishycha.
"Sumpah ya fan ini gak lucu ! lo mau ngapain !" ishycha gemetar dan matanya seperti ingin menangis ketakutan.
"gue udah gak tahan cha seriusan ! " ucap irfan yang kini sudah tidak mengenakan baju dan semakin mendekati ishycha.
Mata ishycha mulai berkaca-kaca , terlihat irfan sangat serius menatapnya tidak seperti bercanda . Hal itu semakin membuat ishycha panik , Ia berfikir irfan seperti itu karena melihatnya menggunakan piyama yang terlihat seksi itu hingga membuat lelaki itu bernafsu melihatnya .
"Irfan tolong jangan macem-macem ! gue masih suci gak mau di nodain dulu!" ishycha menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya , kakinya terlihat gemetar.
“Lo inget kan kata mamah gue kita jangan punya anak dulu ! jadi lo gak boleh ngelakuin itu dulu sebelum kita lulus ! “ tangisnya pecah , air matanya mulai mengalir deras .
"Emangnya gue mau ngapain lo sih cha? Otak lo nya aja yang ngeres ! “ ucap irfan yang masih berdiri tegak didepan ishycha . Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa irfan ingin tertawa melihat ishycha seperti itu “ Makanya liat gue dulu dong ! “
Perlahan ishycha membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya dan menatap irfan dengan sedikit ketakutan.
"Emangnya lo mau ngapain fan?" ishycha mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Nih lo liat pinggang gue , merah kan ! “ Irfan menunjukan pinggang nya yang tadi ishycha cubit terlihat memerah dan kulitnya sedikit terkupas , mungkin ishycha terlalu keras mencubitnya “Sakit banget cha lo cubit tadi ! perih banget lagi pas tadi gue mandi kena air “
“Tangan lo terbuat dari apa sih? Sekali nyubit orang kulitnya ampe terkupas? sakit tau !" keluh irfan , ishycha ikut meringis melihatnya tidak tega . Ia menatap irfan penuh dengan rasa bersalah .
"Maafin gue ya ? sini gue obain ! " ucap ishycha lalu mengambil hansaplas dikotak obat.
"sini fan duduk ! " ishycha menyuruh irfan duduk disampingnya dan membalut kulitnya yang terkupas dan memerah habis dicubit nya tadi pada saat baru bangun tidur .
"gue kira lo mau ngapain gue gitu , soalnya gue takut fan ! " kata ishycha sambil menempelkan hansaplas itu dipinggang irfa .
"otak lo ngeres sih, bersihin dulu sanah!" celetuk irfan.
"enak aja kalo ngomong tuh disaring dulu !" sahut ishycha.
"Iya-iya bawel ! “ ucapnya setelah itu irfan bangun dari duduknya.
"makasih ya udah diobatin ! " irfan tersenyum lebar sambil mengacak rambut ishycha “ Udah sana pakai baju nanti keburu gue khilaf ! “
DEG.........
" Anjir kok jantung gue jadi deg..degan gini " ucap ishycha dalam hati .
*******
Hari ini ishycha dan irfan akan pergi kerumah barunya, mereka kesana diantar oleh orang tuanya ishycha , nendo dan nadya . Tidak terlalu jauh dari rumah ishycha , akhirnya mereka sampai juga ditempat tujuan .
"nah , itu dia rumahnya ! “ nendo menunjuk rumah minimalis yang berada didepannya “ Tidak terlalu besar karena kalian kan masih sekolah . Jadi untuk sementara kami membelikannya yang sederhana saja terlebih dahulu ! “ jelas nendo .
“Nanti kalo kalian sudah bekerja , bisa beli rumah sendiri yang lebih besar !” nadya mengelus kepala ishycha yang berdiri di sebelah kirinya,
“ini aja udah lebih dari cukup kok mah , pah ! makasih ya “ sahut irfan.
"iya sama-sama , sayang "nadya mengusap pelan rambut irfan yang berdiri disebalah kanan nya . Ishycha yang melihat irfan di usap kepalanya malah mendengus kesal .
“Nanti malam motor kamu akan diantar ya irfan , biar kalian sekolah ada kendaraan “ kata nendo dan rfan mengangguk faham.
"Dasar caper banget sih itu cowo najis !" ucap ishycha dalam hati ,ia melirik irfan dengan sinis.
"ishycha kok kamu diem aja? Kamu gak suka rumahnya ya?" tanya nendo melihat putrinya sejak tadi hanya diam .
"enggak kok aku suka, yaudah kalo gitu ayo kita masuk" ucap ishycha.
"kalian berdua saja yang masuk , mamah sama papah ada urusan “ kata nendo , mendengar itu ishycha merengut kesal .
“Oke pah kalo gitu hati-hati ya !” dengan semangat irfan menyahut .
“kalau begitu kami pergi dulu ya ! " ucap nadya lalu segera masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja dengan nendo, sedangkan ishycha terdiam menatap mereka yang mulai menjauh.
“Akhirnya , “ kata irfan tersenyum senang .
Ishycha meliriknya dengan merengut “ Kok lo seneng sih ! “
“Gak tuh biasa aja ,” jawabnya santai . Tentu saja irfan merasa senang karena jika ada kedua orang tuanya ia tidak bisa menjaili ishycha dengan leluasa.
"mereka langsung pergi gitu aja sih ah sebel !" ishycha menghentakan kakinya dengan wajah kesal.
"jangan marah-marah gitu dong sayang , ayo kita masuk ! " ucap irfan sambil merangkul ishycha.
"ih apaansi lepasin gak, jangan sentuh gue! Ngerti" kata ishycha sambil menunjuk wajah irfan, lalu ia berjalan masuk kedalam rumah.
"GALAK BANGET SIH ! HA HA " irfan hanya tertawa melihat tingkah ishycha.
Setelah mereka berdua sudah berada didalam rumah, mereka duduk diruang tengah yang terdapat sofa besar dan tv .
"lo ngapain ikut-ikutan duduk disini sih?" ishycha mengernyitkan dahinya melirik sinis irfan yang duduk disebelahnya.
"mau duduk deket-deket kamu lah beb" kata irfan sambil nyengir.
"jangan mentang-mentang lo udah sah jadi suami gue lo bisa nyentuh gue ! gak akan pernah! Ngerti !" jelas ishycha dan menatap irfan dengan geli.
"terserah deh lo mau ngomong apa ! Satu hal yang perlu lo tau cha !” irfan menoreh kearah ishycha yang duduk disampingnya “ inget ya kita nih sekarang disini cuman berduaan loh" irfan menyenggol lengan ishycha.
"terus kenapa hah? gue enggak takut, udah deh lo jangan ngancem gue ! sekarang gue ngantuk dan mau tidur siang ! " Ishycha beranjak bangun sebelum irfan melakukan hal-hal yang menakutkan lagi kepadanya , ia berjalan menuju kamar yang terletak dilantai atas.
Tersiksa ! Ya begitulah perasaan ishycha saat ini . Sejak kemarin hatinya terasa sesak karena menikah dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali , bahkan tidak pernah terfikir oleh nya untuk belajar mencintai irfan meskipun ishycha sadar bahwa lelaki itu sebenarnya sangat ampan dan keren.
Ishycha duduk silat diatas kasurnya , ia meletakan bantal dipaha nya sambil bertopang dagu dan terus saja berfikir.
"sekarang gue mau ngapain ya ? bête banget deh ah ! " ia mengerucutkan bibirnya.
Tiba-tiba saja masuk sosok menyebalkan membuat ishycha yang tengah bersantai terganggu oleh kedatangan irfan .
"Oh lo dikamar sini , gue kira lo dikamar sebelah ! " irfan yang baru saja membuka pintu segera masuk berjalan mendekati ishycha.
"kenapa manyun aja sih ? nanti cantiknya ilang deh , senyum dong cha !" goda irfan yang sudah duduk didekat ishycha.
"senyum gue mahal , lagian lo ngapain sih kemari ! Pokoknya lo tidurnya dikamar sebelah "
"ih gak mau ah" singkatnya membuat ishycha menatapnya dengan heran.
"lah? Gak mau kenapa?" tanya nya.
"Gak mau lah ! kenapa harus tidur dikamar sebelah kalo disini nih ada istri gue ! kan enak tuh tidur sambil peluk-peluk istri “ irfan tertawa “ sayang moment kayak gitu kalo disia-siain ! " irfan menyeringai dan menjatuhkan kepalanya dipaha ishycha yang tertutupi bantal.
Baru saja ishycha ingin memarahinya bahkan ingin menjambak rambut irfan sekencang mungkin tetapi ia mengurungkan niatnya setelah lelaki itu bicara.
"jangan angkat kepala gue cha, biarin gue tidur bentar dipaha lo . Ngantuk berat nih ! " ucap irfan dengan suara serak-serak basahnya itu.
Entah kenapa ketika irfan bicara seperti itu jantungnya berdegup kencang dari biasanya apalagi saat ini irfan tiduran dipahanya . Bibirnya mendadak kelu tidak ingin mengatakan apapun .
"gue cape cha, gue tidur bentar di paha lo ya , jangan diangkat ya kepala gue" irfan mendongakan kepalanya menatap wajah ishycha dan tersenyum.
DEG.........DEG..............DEG.........
" Ya tuhan ini kenapa jantungku berdetak tak beraturan seperti ini dan kok sekarang gue jadi keringet dingin begini sih ya ampun " gerutu ishycha dalam hati. Ia sebenarnya tidak tega menolak permintaan irfan itu tapi dirinya merasa risih saat ini .
“ Fan sorry gue risih kayak begini , lo kalo cape tiduran aja nih disini" ishycha menepuk kasur disebelahnya
"gamau ah" singkatnya sambil mengerutkan bibirnya.
" aaaa kok ngegemesin banget si ya ampun " ucap ishycha dalam hati .
"ih apaansi fan, bangun ah . gue gamau kaya begini ah, risih " dengan cepat ishycha mengangkat kepala irfan dan meletakan dikasur .
"modusin lo susah banget si cha ," irfan menghela nafas lalu ia tiduran disamping ishycha dan mulai memejamkan matanya.
“APA ! jadi tadi lo cuma modus? k*****t lo fan ! “ gertak ishycha tapi sepertinya irfan tidak mendengarkannya karena sepertinya ia tertidur .
Tring...........tring..............tring......... (alarm berbunyi)
Malam telah berganti pagi , matahari mulai bangkit menyinari bumi . Bunyi ayam berkokok pun menghiasi pagi . Ishycha sengaja memasang alarm karena hari ini memang sudah jadwalnya mereka kembali bersekolah . Seragam sekolah telah rapih dipersiapkan tadi malam . Alarm telah berbunyi berkali-kali namun mereka berdua belum juga terbangun.
"arghh...berisik banget sih ah !" gerutu irfan sambil mencari-cari ponsel yang terus saja berdering bunyi alarm , matanya masih tertutup rapat .
"mana sih nih Hp ! " irfan terus saja meraba-raba , tangannya mencari keberadaan ponsel itu yang bergetar dikasur dan alhasil ia malah meraba wajah ishycha yang tertidur pulas disampingnya.
"aduh...ini apaansi !" ishycha mencengkram tangan irfan yang terus saja meraba wajahnya dengan matanya yang masih tertutup membuat ishycha jadi terbangun.
"ih irfan lo apa-apaansi i***t !" ishycha terbangun dan irfan yang kaget juga ikut terbangun.
"apaansi cha? " kata irfan sambil mengucek-ucek matanya.
"pake nanya apaan lagi lu oon ! " ishycha menjitak jidat irfan " elo tadi ngeraba-raba wajah gue , maksud lo apa sih ! " baru saja ishycha ingin menjitak jidat irfan lagi namun ditahan oleh irfan .
"ya sory, gue kira muka lo Handphone ! " irfan membalas menjitak ishycha.
"gak lucu! " ucap ishycha dengan wajah datar.
"ya lagian elo pagi-pagi udah ngomel-ngomel mengeluarkan kata-kata tak sedap !” irfan menguap sebentar sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.
“harusnya itu ya suami bangun tuh disambut dengan kata-kata indah dan satu lagi yang lebih penting yaitu disambut dengan morning kiss ! " gumam irfan dan ishycha hanya menatapnya dengan datar.
"jangan ngehayal deh lo !" singkat ishycha.
"terserah lo deh cha, gue mau mandi ! Hari ini kita harus sekolah !" ucap irfan, perlahan ia turun dari kasur.
"eh gue juga mau sekolah fan ! jadi, gue juga mau mandi lah ! lo mandi dibawah aja! Gue mager kebawah ! " ucap ishycha yang juga buru-buru turun dari kasur.
"enggak mau ! gue juga mager . biar irit waktu mending lo mandi bareng gue aja ! " irfan tersenyum jahil "gimana? mau gak sayang?" ucap irfan sambil menaikan satu alisnya.
Terlihat wajah ishycha yang sangat kesal dan ingin melontarkan kata-k********r kepada irfan , ia melihat irfan dengan tatapan jijik atas ucapannya tadi . Baru saja ishycha ingin membuka mulutnya untuk memarahi irfan ternyata lelaki itu sudah menebak lebih dulu.
"Eits , gue tau lo mau marah kan ? dari pada gue kena omelan lo mending gue mandi duluan aja ! “ Irfan segera mengambil anduk “ Gue tau pasti lo gak mau mandi bareng gue kan? yaudah lo mandi dibawah aja sono , bye ! " dengan cepat irfan berlari masuk kedalam kamar mandi.
"dasar lo cowo gila ,,,arghhh baiklah ishycha yang baik hati dan penyabar . dilantai bawah ada kamar mandi dan lebih baik lo mandi dibawah dari pada lo marah-marah ke dia dan hanya nguras emosi " Gumam ishycha dalam hati , wajahnya sudah memerah menahan amarahnya yang siap membludak tapi ia mencoba menahan itu .
Setelah selesai mandi mereka bersiap-siap memakai seragam dan menyiapkan keperluan lain nya . Irfan sejak tadi sudah rapih tetapi ia masih belum berangkat juga karena sedang menuggu ishycha yang masih belum siap juga.
"udah siap belom cha?" tanya irfan yang sudah memakai tas di pundak sebelah kanannya sambil bersandar di lemari dan menatap ishycha dari samping yang sedang menyisir rambutnya yang lurus .
"lo berangkat duluan aja, gue bisa naik taksi ! " kata ishycha sambil menyisir rambutnya.
"gak boleh ! Pokoknya lo harus bareng gue!"
Ishycha mendecak kesal menoreh kearah irfan " yaudah kalo lo mau bareng gue ya harus sabar dong jangan bawel ! “
Irfan mengelus d**a nya sendiri “ Sabar…sabar ! “
“Irfan denger ya ! “ ishycha yang sudah selesai menyisir , berdiri berhadapan dengan irfan “ Nanti disekolah kita harus bersikap seperti biasa ! seolah-olah gaada hubungan apa-apa ! “ jelas ishycha dan irfan mengacungkan jempolnya.
“Oke tenang aja ! dirumah kita suami-istri , tapi kalo disekolah musuh . Gitu kan maksud kamu ?” irfan mencubit pipi ishycha gemas.
“Gausah diperjelas juga kali !” kata ishycha merasa malas irfan menyebut kata SUAMI-ISTRI membuatnya risih .
“ ayo cepet berangkat !" ishycha berjalan duluan mendahului irfan yang masih bersandar di lemari.
********
NEXT - >