31. Bertahan Dari Rasa

1209 Kata

Pelukan itu terasa berbeda. Tidak seperti biasanya. Kali ini, Helva tidak menggoda atau sekadar manja. Kali ini, tubuhnya menggigil pelan, seperti menyimpan sesuatu yang berat namun tak sanggup disampaikan lewat kata-kata. Daniel memejamkan mata sejenak, membalas pelukan itu dengan lembut. Tangan besarnya menyapu punggung Helva pelan, memberikan rasa aman yang tidak bisa diucapkan. “Helva,” bisiknya, “kenapa kau terlihat sedih?” Helva menggeleng dalam dekapannya, tidak menjawab. Matanya tetap terpejam, seakan dia hanya ingin diam di sana, menyerap ketenangan yang Daniel tawarkan. Beberapa menit berlalu, sampai akhirnya Helva berbisik lirih, “Kalau suatu hari semua berubah, kau janji, kau akan tetap ada di sisiku, ya?” Daniel menarik wajahnya, menatap Helva yang masih menunduk. “Apa ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN