LANJUTAN 76

1486 Kata

Kejadian saat itu terasa semakin dingin, anak Pak Yaya pun menghampirinya dan memberikan selembar kertas, Pak Yaya menerima dengan wajah kebingungan. “ Apa Ini Nak?” Tanya Pak Yaya. Pak Yaya membuka surat itu perlahan, dan mulai membaca. “ Maaf anda kini sudah tidak ada dalam hati kami, kami telah di buang , mudah sekali untuk meminta maaf, namun menerima maaf itu yang amat sangat berat, hal itu pun yang kini kami rasakan, semua sikap anda kepada kami pada saat dulu sudah terukir jelas di benak kami, dan rasanya sangat sulit untuk menghapus luka..., dan maaf kami sudah berjanji agar tidak pernah berbicara kepada anda sampai kapan pun, terutama maafkan saya tidak bisa berbakti kepada ayah sebagai mana anak lain pada umumnya.” isi surat yang di tunjukan kepada Pak Yaya. Pak Yaya hanya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN