LANJUTAN 10

1200 Kata
Terasa lega hati dan perasaan Krisna saat merasa dirinya telah lepas dari benda Itu, pikirannya lebih fokus kepada target karier dan tujuan hidupnya, ibadah pun sekarang menjadi lebih tenang, tidak ada perasaan gelisah, bahkan rasa perut mual pun jarang Krisna alami setelah benda itu habis di bakarnya. Namun semua perasaan itu hanya tipuan belaka, ada sosok yang murka di balik tenangnya hati Krisna, gangguan – gangguan itu kini beralih ke keluarga dan orang – orang terdekat krisna. Seusai rutinitas setiap harinya, sore hari menjadi salah satu waktu untuk istirahat bagi Krisna melepas penat dan lelah dari pekerjaan, Krisna tidak biasa pergi ke luar kosan, sehingga setiap sore hingga menjelang tidur Dia habiskan dengan berbincang bersama pemilik rumah. Perbincangan mereka terhenti ketika ada sahut suara dari luar memberi salam, Pak Yaya pun menghampiri tamu tersebut, ternyata calon penghuni baru kosan, terdengar sekilas bahwa calon penghuni baru tersebut berminat untuk tinggal di kosan ini, Pak Yaya mempersilahkan masuk, dan ternyata penghuni baru itu adalah Yuda, yang merupakan HRD di kantor Krisna bekerja. “ Mas , kenalkan ini Yuda, Dia akan tinggal di sini bersama kita.” Ujar pak Yaya. Sambil tersenyum Krisna melihat Yuda. “ Saya sudah kenal Pak, ini atasan saya di Kantor.” Ujar Krisna. “ Oh bagus itu, Jadi sudah kenal sebelumnya, jadi tidak akan canggung lagi ya Mas.” Ujar Pak Yaya. “ Atasan itu kalau di tempat kerja Mas, kalau di luar kerjaan sama saja seperti teman biasa.” Ujar Yuda kepada Krisna. “ Ia Pak, tetap saja Gak enak, canggung.” Ujar Krisna kepada Yuda. “ Jangan canggung Mas, kalau di luar kantor panggil nama saja Mas.” Ujar Yuda kepada Krisna. “ Nah itu Pak Yuda juga, tetep panggil saya Mas .” Ujar Krisna. “ Ia Kris, ingat ya, pokonya kalau di kantor saja kita profesional ada batasan sesuai jabatan, tapi jika sudah keluar dari area kantor, ya kita teman biasa saja tanpa ada batasan jabatan.” Ujar Yuda. “ Silakan duduk Mas, Bapak Bawa dulu minum, nanti Bapak antar ke kamar nya ya Mas. “ Ujar Pak Yaya, pergi ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Yuda, Perbincangan antara Krisna dan Yuda, sudah cukup akrab, obrolan mereka saling berbalas guyonan, bahkan sampai sindiran layaknya sahabat yang sudah kenal lama. Yuda mengungkapkan jika kepindahannya ke kosan baru karena kosan yang dulu sedikit angker, dalam kata lain Yuda sering mendapat gangguan seperti suara – suara yang tidak tahu sumbernya dari mana. Krisna pun tidak menyebutkan jika sebenarnya di kosan itu pun, sesekali sering ada barang pecah tanpa ada sebab dan tanpa ada jejak, Krisna besar kecilnya merasa senang dengan adanya teman satu kosan, bahkan teman satu kantor pula. Dan ternyata Yuda sendiri memiliki kelebihan bisa melihat hal yang tidak bisa orang lain lihat, Yuda sendiri memiliki kelebihan itu bukan karna keturunan atau mukjizat , tapi akibat ulahnya sendiri yang rela memotong alis saat masih sekolah dulu, dan imbasnya hingga saat dia dewasa sekarang ini. “ Mari Mas Yuda, Saya antar ke kamarnya.” Ujar Pak Yaya. “ Oh mari Pak, Saya juga mau sekalian istirahat.” Ujar Yuda. Krisna ikut mengantar Yuda ke kamarnya, dan ternyata kamar Yuda berada di pinggir kamar Krisna, yang dulu sering terdengar suara cakaran – cakaran aneh, Krisna masuk ke dalam dan ternyata ruangannya lebih luas dan punya jendela sendiri untuk melihat ke luar. “ Baru tahu Saya dalam sini Pak.” Ujar Krisna. “ Ia Mas Kris, kebetulan kamar yang sudah siap baru ini saja, soalnya Mas yuda kan datangnya malam, jadi Saya belum beresin kamar yang lain, jika betah di sini silahkan, tapi kalau mau pindah Bapak bisa siapkan kamar yang lain.” Ujar Pak Yaya. “ Sepertinya sudah Pak, mau di sini atau di kamar lain rasanya sama saja, tetap buat tidur juga.” Jawab Yuda. “ Ia Pak, sudah di sini saja, biar tetanggaan sama Saya.” Ujar Krisna. Sekelebat terlihat bayangan hitam melintas di Kamar Yuda, dan hanya Yuda yang menyadari, tapi Yuda tidak membicarakan hal itu kepada Krisna dan Pak Yaya, takutnya membuat mereka takut,, padahal Krisna pun sebenarnya merasakan hanya saja mereka saling menjaga agar tidak terjadi kegaduhan. Yuda berharap tempat kosnya sekarang, tidak separah dulu, dengan adanya teman satu kantor membuat Yuda semakin yakin tinggal di kosan itu. Pagi pun menjelang, Krisna yang pergi ke kantor lebih awal mendengar suara gaduh dari dalam kamar yuda, di ketuknya pintu kamar Yuda , tapi tidak ada respon dari dalam , Krisna mencoba masuk dan melihat tidak ada Yuda di dalam kamar, yang terlihat hanya barang dan pakaian yang tercecer. Segera mungkin Krisna langsung menutup pintu dan berlari keluar, dan mendapati kalau Yuda sudah berada di luar sedang berbicara dengan Pak Yaya. “ Kamu kenapa Kris?” Tanya Yuda.. “ Ini Pak, Saya kesiangan.” Jawab Krisna. Sambil melihat jam tangan. “ Ini belum kesiangan, lagi pula kan ini dekat sama Kantor Kris?” Tanya Yuda . “ Ia kesiangan Pak, Saya kan harus jadi Karyawan teladan bulan ini.” Jawab Krisna berbohong kepada Yuda. “ Bisa aja Kamu Kris, Ya sudah sana berangkat.” Ujar yuda. Krisna pergi ke tempat kerja dengan terburu – buru, kesal Krisna rasakan karna seperti di permainkan oleh makhluk itu, entah apa namanya, entah apa bentuknya yang Krisna tau hanya gangguan dan gangguan yang Ia rasakan. Sepeninggal Krisna yang sudah berangkat, Yuda berpamitan untuk kembali ke kamarnya, ketika masuk ke kamarnya, Yuda hanya tersenyum melihat benda dan pakaian yang bercecer dan berserakan di mana – mana. “ Terulang lagi!” Ujar Yuda sambil mengambil satu persatu pakaian nya. “ Saya di sini hanya tinggal, Saya tau anda ada di sini, jadi Saya minta jangan mengganggu Saya.” Ujar Yuda. Yuda yang sudah terbiasa dengan hal seperti itu menunjukan sikap yang lebih bijak, berdamai dengan situasi menjadi pilihan baik untuk Yuda, beradaptasi, serta tidak berusaha mengusik menjadi kunci untuk Yuda sehingga gangguan pun berangsur – angsur menghilang. Berbanding terbalik dengan Krisna, sesampainya di tempat kerja Krisna , hanya tertunduk dan bekerja secara grasak – grusuk tidak jelas. “ Kau ini kenapa, kerja Kau macam sambil di kejar singa, s****h berserakan, air bercecer di mana - mana, tidak seperti biasanya.” Ujar Bram. “ Aku gak mau bahas soal ini Bang, ngeri Aku.” Ujar Krisna. “ Ada apa lagi?” Tanya Bram. “ Abang tau, sekarang Pak Yuda tinggal di Kosan di ujung g**g itu, Pak Yuda sekarang Jadi tetangga ku Bang.” Ujar Krisna. “ Lalu kenapa? “ Tanya Bram. “ Sudah Bang, nanti saja Aku ceritanya .” Ujar Krisna. “ Ya sudah biar Kau gak panik, Sekarang Ku pergi ke lantai 3b, biar Kau tenang di sana.” Ujar Bram. “ Jangan ke sana lah Bang, yang ada Aku tambah panik.” Ujar Krisna. Saat mereka sedang beraktifitas, Pak yuda melintas melewati mereka,, dan tiba – tiba berbicara kepada Krisna. “ Kris, tenang gak akan ada yang ganggu lagi.” Ujar Yuda sambil berjalan meninggalkan Krisna dan Bram. Sepintas Krisna tidak paham dengan apa yang di bicarakan pak Yuda, tapi Krisna baru sadar dengan kejadian tadi pagi, Krisna merasa Yuda merupakan orang yang berani dan tau tentang hal – hal janggal, sehingga Krisna merasa Yuda bisa membantu menjawab teka teki tentang Kakeknya di kampung yang kini semakin janggal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN