MC 17 - Canggung

1290 Kata

Melihat sang Juragan yang keluar dari mobil dan juga berbalik menatapnya, membuat otak Teta seakan buntu. Ia terus memegang kedua pipi Panca dan menekannya kuat-kuat agar kepala Panca tidak bisa menoleh ke belakang. Saat melihat sang Juragan yang memberikan tatapan tajam pada Teta seolah memperingatkan Teta untuk hati-hati, dengan cepat saja Teta menyambar bibir Panca hingga hampir tiga puluh detik! Tiga puluh detik! Bibirnya seakan membeku pun sama dengan Panca yang termenung, melongo dengan mata sipitnya yang kini membeliak lebar. Begitu sang Juragan sudah masuk ke dalam gang yang diikuti oleh anak buahnya, Teta segera menjauh mundur dari Panca. “Ayo pulang!” serunya dingin. Panca masih betah membeku di tempatnya berdiri. Dua kali, ia merasakan bibir dingin Teta. Rasany ada manis-man

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN