BCS 38

3061 Kata

Usai makan malam bersama, masing-masing mulai memisahkan diri. Galang dan Sandra lantas menuju ruang pertemuan milik Aditirta. Keduanya duduk bersebelahan di balik jendela kaca besar. Terlihat lampu taman cukup menerangi beberapa jenis tanaman hias, temaram cahayanya seakan memantul di kolam ikan. Semua tampak memikat bersamaan dengan suara percikan air mancur yang tercipta. "Kamu masih nervous?" Sandra menatap lekat Galang yang tengah memandang jauh keadaan malam dari kaca jendela. Mengingat beberapa kali pria itu sempat mengeluh akan rasa gugupnya. Namun, tidak membuat Galang segera pamit dari rumah kediaman orang tua Sandra. Hingga tak sadar Sandra kembali tersenyum. "Tenang, mama sama papa saya nggak di sini. Kalaupun kamu jujur, hanya kita yang di sini, nggak akan ada yang mendengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN