Sejak menyelesaikan syuting lebih cepat dari perkiraan, senyum Selina tampak tak pernah menyusut. Binar matanya semakin bersinar ketika memandangi jalanan yang lebih ramai dari biasanya. Meski hampir lewat tengah malam. Namun, tak mengurangi kepadatan di tengah gemerlap kota. Mengingat besok hari minggu, masih tersisa 1 hari libur di akhir pekan. Tengah disibukan dengan stir kemudi, Kanu terlihat sering kali terheran mendapati wajah Selina yang tidak kelelahan, padahal hampir seharian beraktivitas. Seakan kebahagiaan itu terpancar pula kepadanya. Lantaran Kanu pun ikut tersenyum secara tak sadar. Sampai akhirnya tak kuasa menahan kekehan pelan. Pikiran Selina terdistraksi. Tampak sedikit terganggu, ia pun mengernyit terhadap Kanu heran. "Kamu kenapa?" Setelah cukup yakin pendengarnya t

