" masuk, duduk di sana bentar lagi aku selesai " ujar Kenzo enteng
" Heh duduk sana jangan disitu nanti banyak orang yang liat gue sama Kenzo " bentak Karina yang sudah telanjang bulat dan berada di atas Kenzo
" A-aku pergi aja " kata Salsa dengan terbata lalu membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat itu
" Salsa masuk dan duduk di sofa itu, tunggu kita selesai " perkataan Kenzo terdengar begitu tegas dan tak mau fi bantah
Dengan sangat berat hati ia melanjutkan langkahnya memasuki ruangan Kenzo dengan menahan air matanya yang sudah memberontak minta di keluarkan. Kakinya terasa sangat lemas seperti jelly bahkan pandangannya sudah mulai tidak jelas karena air mata memenuhi kelopak matanya. Sedangkan di kursi kebesaran Kenzo, lelaki itu tengah melakukan hubungan intim dengan wanita lain. Ini bukan pertama kalinya Salsa melihat kejadian seperti saat ini, tapi selama hampir satu tahun pernikahannya dengan Kenzo laki-laki itu tak pernah menyakitinya lagi. Dan selama ini hubungan mereka begitu baik layaknya suami istri pada umumnya meskipun Kenzo tak pernah mengatakan cinta.
Tiga puluh menit kemudian dua insan itu selesai dengan kegiatan panas mereka dan segera memakai baju masing-masing dengan rapi. Wanita itupun segera pergi saat bajunya sudah kembali seperti semula dengan memperbaiki sedikit makeup yang sudah tak sebagus awal. Mencium bibir Kenzo sebagai perpisahan mereka hari ini lalu melenggang keluar dengan menatap remeh pada Salsa yang tampak diam saja.
" Kenapa kamu kesini ?" Tanya Kenzo dingin
Mendengar suara dingin dan suaminya Salsa menatap heran pada lelaki yang selama ini sudah bersikap baik padanya. Dia kembali menjadi lelaki yang dulu lagi dingin dan tak berperasaan, merasa terus di perhatikan membuat Salsa takut, kecewa dan gelisah. Kenzo kembali seperti awal pernikahan mereka lelaki yang tak pernah bersikap baik sedikitpun.
" Aku mau nganterin makan siang buat kamu, tapi aku dapat hadiah " jawab Salsa berusaha memberanikan diri untuk tidak terlihat lemah
" Haha kamu tau kan posisi kamu sebagai istri sangat gak berguna, kamu itu pembantu atau apa, bisanya cuma masak sama ngurus rumah gak bisa memuaskan suami " tawa Kenzo
" Aku bisa kamu gunakan sesuka hati kamu Ken, kamu gak perlu pakai tubuh wanita lain yang sudah sering dipakai oleh banyak laki-laki " bentak Salsa tanpa sadar yang kini sudah berdiri di depan Kenzo dengan raut marah
" Cih kamu menawarkan tubuhmu yang gak ada tandingannya sama Karina, apa yang kamu banggakan dari tubuh murahan mu itu jalang " desis Kenzo memandang rendah Salsa yang terlihat menahan amarah
" Setidaknya aku kasih tubuh ku sama suamiku sendiri bukan pada banyak lelaki, terutama pada suami orang seperti yang wanita itu lakukan. Kamu benar-benar keterlaluan Ken, apa maksud dari semua perlakuan kamu selama ini kalo ternyata kamu selalu melakukan ini di belakang aku " teriak Salsa tepat di depan wajah Kenzo
" Wah kamu benar-benar pemberani, oke kamu akan menjadikan mu jalang pribadi ku. Jangan pernah menyesali apa yang sudah kamu katakan istriku sayang " seringai terlihat begitu jelas di wajah tampan Kenzo, membuat nyali Salsa sedikit menciut
Dengan kasar Kenzo menyeret istrinya kedalam sebuah ruangan yang tidak lain adalah kamar, yang ada di ruang kerjanya. Melempar wanita itu keranjang dengan sangat kasar dan tak berperasaan, kemudian menyeringai jahat dengan perlahan melangkah mendekati ranjang.
" Dasar jalang, aku akan buat kamu menyesal karena mencintai ku bahkan menawarkan tubuhmu sendiri tanpa rasa malu " bisik Kenzo di telinga Salsa dengan begitu tajam
Salsa hanya bisa diam dan memejamkan mata kala suaminya mulai membuka seluruh bajunya dengan paksa. Dan melakukan apa yang laki-laki itu katakan tadi dengan sangat kasar, bahkan tak memperdulikan saat diri sendiri berteriak agar berhenti juga kesaksian. Karena bukan hanya melakukan hubungan itu dengan kasar Kenzo juga menyakiti fisiknya, dengan sesekali mencambuk dengan sabuk laki-laki itu. Hingga meninggalkan beberapa bekas merah hampir di seluruh punggung putih Salsa. Setelah kegiatannya selesai Kenzo segera memakai lagi seluruh pakaian lengkapnya dan melenggang pergi meninggalkan Salsa yang terkulai lemas, karena seluruh tubuhnya terasa begitu sakit.
***
Di sisi lain Dave tengah memeriksa beberapa berkas dengan begitu serius hingga tak sadar jika Kenzo sudah duduk di depannya dengan wajah tenang. Setelah menyiksa Salsa tadi Kenzo segera pergi karena harus menemui Dave dan membahas untuk meeting besok pagi dengan orang Singapura. Bukannya ia tak punya hati melakukan penyiksaan terhadap Salsa, justru dadanya terasa begitu aneh saat melihat wanita itu tersiksa dan merasakan sakit. Ada sedikit rasa tidak rela saat Salsa terlihat begitu kesakitan apalagi karena dirinya.
" Eh dari kapan lo disini ? Kenapa gak ketuk pintu dulu ?" Semprot Dave dengan wajah tak terkejut karena melihat sahabatnya sudah duduk manis di depannya
" Lo aja yang budek, gue udah ketuk pintu sampe tangan gue mau lepas tapi karena lo budek ya tetep gak di persilahkan masuk " dengus Kenzo tak terima
" Lagian lo biasanya masuk gak pake ketuk pintu lah tumben sekarang bilang ketuk pintu sampe tangan mau lepas. Dasar aneh " tutur Dave tak mau kalah
" Lo yang aneh, tadi bilang ketuk pintu dulu nah pas gue bilang udah ketuk lo malah salahin juga. Emang gini ya rasanya ngomong sama orang bego, makan ati " geramnya pada Dave lalu beranjak dan memilih untuk duduk di sofa
" Ngapain lo kesini ? Tumben amat " cerca Dave yang juga ikut duduk di sofa
" Astaga, Lo emang minta di penggal itu kepala. Kan Lo sendiri yang bilang kalo gue harus ke sini buat ambil berkas buat besok meeting sama orang Singapura. Lama-lama gue bosen punya sekretaris kaya lo " Dave langsung mengingat dan segera beranjak dari duduknya untuk mengambil berkas yang dimaksud oleh Kenzo
" Nih lo pelajari, udah sono gue sibuk " usir Dave setelah berkas itu ada di tangan Kenzo
" Sialan Lo " maki Kenzo dengan wajah garang lalu keluar dengan begitu santai
Ia memilih untuk pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran dan memantapkan hatinya agar tidak terpengaruh dengan kondisi Salsa saat ini. Dan dendamnya harus di lakukan secepatnya sebelum terlambat, atau ia akan kehilangan kesempatan lagi seperti sebelumnya. Jika saja malam itu ia tak melihat Salsa hampir mati karena tenggelam di bak mandi mungkin saja dendamnya sudah tuntas.
Sesampainya di sebuah pemakaman, dengan membawa dua buket mawar merah Kenzo berjalan dengan tenang. Matanya yang tajam menatap dua makam yang selalu ia datangi setiap dua Minggu sekali, itu adalah makam kedua orang tuanya yang telah lama pergi. Meskipun ia lelaki yang b***t dan bisa dikatakan bukan lelaki baik-baik, tapi ia tak pernah lupa dengan keluarganya bahkan yang sudah meninggal. Ia begitu menyayangi keluarganya meskipun terkenal sangat b******k, dan hobi berhubungan intim dengan banyak wanita.
" Hai ma, pa. Ken dateng buat berkeluh kesah dan Ken mau cerita sama kalian kalo Ken akan jadi orang jahat. Ken udah siksa istri Ken sendiri dan membuat dia menangis juga merasakan sakit, maaf ma Ken gak bisa tepati janji buat selalu berbuat baik sama perempuan. Tapi Ken heran karena Ken merasa gak tega liat dia kesakitan namun apa boleh buat semuanya sudah Ken atur dan harus cepat selesai. Dan Ken janji setelah itu akan menjadi baik dan menghormati semua wanita yang ada di dunia ini, jika dia sudah menderita atau bahkan mati. Ken janji sama Mama... Udah sore Ken pergi dulu semoga kalian tenang di alam sana " setelah berbicara panjang lebar dan mencium kedua nisan orang tuanya Kenzo segera pergi dari pemakaman
Malam ini ia tak ingin bertatap muka dengan Salsa dan kembali menggoyahkan hatinya untuk yang kedua kalinya. Ia memilih pergi ke club dan menghabiskan waktu bersama dengan seorang wanita bayaran yang ada di sana. Lalu berakhir di kamar hotel hingga menjelang pagi, membuat dirinya benar-benar melupakan Salsa yang entah sudah pergi dari kantornya atau belum. Mengingat pakaian wanita itu telah ia rusak secara paksa.