" kamu lagi apa ?" Salsa terperanjat saat tiba-tiba Kenzo memeluknya dari belakang
" Masak buat sarapan kamu " jawab Salsa dengan terus berkutat dengan penggorengan
" Aku mau mandi dulu abis itu makan terus kita jalan-jalan " ujar Kenzo melepaskan pelukannya pada Salsa
" Gak kerja ? Kan ini bukan weekend " tanya Salsa memastikan
" Lagi bosen sama berkas-berkas di meja, mending aku pergi sama istri. Lagian aku kan bos jadi suka-suka " jawab Kenzo enteng lalu melenggang pergi
Salsa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat suaminya yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta. Meskipun Kenzo belum pernah mengatakan cinta atau sayang padanya, tapi Salsa cukup bersyukur karena Kenzo bersikap baik layaknya suami pada umumnya. Itu saja sudah cukup dan tak akan membuat Salsa menuntut untuk suaminya menyatakan perasaannya sama seperti dirinya. Selama sudah hampir satu tahun pernikahan keduanya Kenzo selalu menjadikannya wanita yang paling bahagia dan selalu merasa bersyukur karena di pertemuan dengan lelaki sesempurna Kenzo.
" Sa kamu gak pengen nonton ada film horor terbaru " tawar Kenzo ketika sudah duduk di kursi meja makan dengan memperhatikan istrinya menyajikan makanan pada piringnya
" Aku lebih suka nonton kaya petualangan yang menegangkan daripada horor soalnya, abis nonton horor pasti langsung mimpi buruk " ujar Salsa dan lebih bisa di artikan itu adalah penolakan secara tidak langsung
" Oke nanti kita nonton pas malem aja soalnya abis ini aku ada urusan " Ujar Kenzo sebelum menyuapkan makanan pada mulutnya
" Semoga jadi, dan urusan kamu cepat selesai " ucap Salsa lalu ikut memakan sarapannya dengan penuh harap jika suaminya nanti tak akan membatalkan janjinya lagi
Selesai sarapan Kenzo langsung keluar dari apartemen tanpa berpamitan pada Salsa yang tengah membereskan dapur. Entah apa yang membuat Kenzo begitu terburu-buru hingga tak sempat berpamitan pada istrinya seperti biasa, sejak kejadian beberapa hari lalu Kenzo sering pergi terburu-buru sampai lupa mengatakan sepatah kata untuk Salsa.
Salsa sendiri hanya bisa membuang nafas pasrah dengan sikap suaminya yang sering lupa untuk berpamitan. Ia juga selalu memaklumi Kenzo yang jadi sering pulang malam karena urusan pekerjaan. Meskipun ingin sekali ia bertanya seberapa sibuk pekerjaan lelaki itu di kantor, tapi ia urungkan untuk menghindari cekcok. Mengingat Kenzo yang seringkali terlihat stress.
***
Di rumah sakit Kenzo dan seorang temannya terlihat begitu khawatir karena sejak satu jam lalu dokter tak kunjung keluar dari ruang gawat darurat. Membuat kedua laki-laki dewasa itu terus menatap pintu ruangan dengan penuh kecemasan.
" Gimana kalo Syafa gak tertolong lagi, Dave " gumam Kenzo dengan lesu dan terlihat putus asa
" Gue percaya Syafa pasti bisa sembuh dan kembali sehat, Lo jangan putus asa gitu " ujar Dave menyemangati sahabatnya yang terlihat begitu terpuruk
" Gue gak punya siapapun di dunia ini, mana mungkin gue bisa tenang saat dia terbaring lemah di dalem sana " cerca Kenzo
Belum Dave membelas perkataan Kenzo suara pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang dokter dan suster yang baru keluar. Dengan segera kedua lelaki dewasa itu menghampiri dokter dengan penuh harap. Dokter itu segera melepaskan masker yang sejak tadi menutupi separuh wajahnya, tapi raut wajah dokter laki-laki yang seumuran dengan mereka itu terlihat tidak baik. Membuat Kenzo semakin panik dan takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
" Dokter gimana keadaan Syafa ?" Kenzo bertanya dengan cepat dan menuntut
" Maaf tuan Kenzo, nyonya Syafa mengalami koma kami sudah melakukan yang terbaik untuk perawatannya tapi belum mendapatkan hasil yang maksimal " jawab dokter itu penuh sesal
" Kalian gak berguna, kalo kalian memang melakukan yang terbaik Syafa pasti bisa smbuh dari lama. Kenapa semakin lama kondisinya semakin memburuk apa yang sebenarnya kalian lakukan " teriak Kenzo dengan penuh amarah
" Ken jangan kaya gini, mungkin ini udah takdir dari tuhan bukan salah dokter kalo Syafa semakin memburuk " ujar Dave memberi pengertian
" Ini semua gara-gara dia " desis Kenzo penuh amarah lalu meninggalkan Dave yang masih berbicara dengan dokter
Dave memilih untuk tidak mengikuti Kenzo karena dia tau sahabatnya itu tak akan mau mendengarkan dirinya. Apalagi dalam kondisi marah seperti tadi pasti Kenzo akan mencari pelampiasan untuk emosinya saat ini, kemudian setelah selesai akan kembali kerumah sakit. Toh Kenzo sebenarnya baik jadi Dave tidak akan terlalu khawatir jika sahabatnya itu akan menyakiti orang lain untuk keadaan Syafa.
Setelah beberapa menit menenangkan pikiran Kenzo memilih untuk pergi ke kantor, kali ini ia belum siap melihat keadaan Syafa yang semakin memburuk bahkan di nyatakan koma. Menurutnya semuanya terlalu cepat dan mendadak membuatnya tak siap jika sewaktu-waktu akan mendapatkan kenyataan yang lebih dari ini. Saat seperti ini membuatnya Kenzo lupa diri dan hanya butuh pelampiasan agar kemarahannya mereda, tentu saja dengan cara memuaskan dirinya dan memanggil wanita bayaran yang sering ia gunakan. Tangannya segera merogoh saku celananya untuk mengeluarkan benda pipih yang selalu ia bawa kemanapun, dan mengotak-atik sebentar sebelum dimasukkan kembali kedalam saku celananya.
" Salsa kenapa aku sekarang lemah, bahkan untuk membuat kamu hancur sesuai rencana sekarang gak ada dalam pikiran ku. Tapi segera aku lakukan untuk menghancurkan kamu sebelum semuanya terlambat " gumamnya dengan menatap nyalang pada foto yang entah sejak kapan ia pajang di meja kerjanya
Foto pernikahan yang sempat di ambil sebelum acara resepsi selesai, sejak pengakuan cinta yang di lontarkan oleh Salsa malam itu. Kenzo merasa hatinya tentram dan berat untuk menyakiti wanita yang sudah menjadi istrinya sejak lama. Jangankan melihat Salsa tersakiti karena dirinya, saat ia lupa berpamitan untuk pergi dan melihat kekecewaan di sana hatinya mereda tak rela akan itu. Tapi tetap harus Kenzo lakukan agar bisa memulai semuanya yang sudah di rencanakan sejak awal, untuk tujuan pernikahannya dengan Salsa. Bahkan ia sudah berjanji jika tidak akan pernah mencintai wanita seperti Salsa yang membuat hidupnya terasa seperti orang sebatang kara selama ini. Saking asiknya memikirkan Salsa Kenzo sampai tak sadar jika sudah ada seorang wanita dengan pakaian seksi yang sudah duduk di pangkuannya dan membelai wajahnya.
" Karina, puaskan aku sekarang " ujar Kenzo dengan datar saat menyadari kehadiran Karina
" Siap sayang, kamu hanya perlu menikmati biar aku yang bekerja dan jangan lupa bayarannya setelah ini harus lebih besar ya " jawab Karina tanpa merasa malu
Karina langsung mengerjakan tugasnya dengan cepat untuk melakukan kegiatannya yang sering ia lakukan pada Kenzo. Laki-laki kaya yang selalu menjadi sumber uangnya selama beberapa bulan terakhir ini. Meskipun selalu melakukan kegiatan intim di ruangan Kenzo Karina tak mempermasalahkan karena ia juga tidak ingin berdebat dengan Salsa. Dulu saat awal ia bekerja dengan Kenzo dan pergi ke apartemen laki-laki itu yang di tinggali istrinya, Karina sempat berdebat dan sangat tidak suka dengan Salsa yang berani membentak dirinya. Padahal saat itu Kenzo sudah memperkenalkan dirinya sebagai kekasih, tapi Salsa tidak menurut dengan perintahnya.
Di apartemen milik Kenzo, istrinya tengah adik memasak beberapa makanan kesukaan Kenzo untuk makan siang. Rencananya siang ini Salsa akan memberikan kejutan pada suaminya untuk makan siang di kantor lelaki itu, karena tadi Kenzo sempat mengatakan jika dirinya ada di kantor karena ada pekerjaan penting yang mendadak. Padahal pagi tadi Kenzo mengatakan tak ingin pergi ke kantor karena ingin menghabiskan waktu bersama. Awalnya Salsa sempat kecewa, tapi segera ia hilangkan rasa itu agar tak menimbulkan masalah. Hingga akhirnya kepikiran untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya.
Saat semua sudah siap Salsa segera pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap dan sedikit memoles makeup untuk tampil lebih baik di depan suaminya. Senyum mengambang di bibirnya ketika menatap dirinya di cermin dengan polesan makeup natural, ini bukan pertama kalinya ia pergi ke kantor Kenzo sendiri. Jadi sudah pasti orang-orang disana sudah mengenal dirinya, bahkan tak segan mereka bertegur sapa layaknya teman saking akrabnya dengan Salsa yang ramah. Apalagi Salsa juga sering membawakan makanan untuk para karyawan di kantor suaminya, membuat semua orang disana sangat menantikan kedatangan Salsa ke kantor.
" Pak antar saya ke kantor Kenzo ya " ujar Salsa ketika sudah berada di dalam mobil pada supirnya
" Baik nyonya " jawab si supir dengan hormat lalu segera menjalankan mobilnya
Dalam perjalanan Salsa terus saja tersenyum memikirkan reaksi Kenzo saat melihat dirinya tiba-tiba berada di kantornya. Beberapa menit kemudian mobilnya berhenti tepat di depan gedung yang ia tuju, Salsa segera keluar dengan membawa tas yang berisi makanan untuk suaminya. Tak lupa dengan beberapa kue kering yang sempat ia buat untuk para karyawan yang ada disana. Setelah memberikan kue yang ia bawa Salsa langsung berjalan menuju ruangan suaminya. Tapi saat akan masuk sekretaris Kenzo melarangnya dan mengatakan tak bisa di ganggu, dan dilihat dari gelagat wanita di depannya membuat Salsa merasa ada yang di sembunyikan oleh sekretaris suaminya. Dengan keras kepalanya Salsa memaksa masuk dan membuka pintu ruangan suaminya dengan cepat.
" Ken- " ucapan Salsa terhenti tatkala melihat isi ruangan suaminya dengan mata terbuka lebar dan sangat terkejut hingga mulutnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata lagi