bab 8

1405 Kata
   Malam ini Kenzo sudah menyiapkan makan malam romantis di salah satu restoran mahal, ia akan memberikan kejutan untuk sang istri. Sudah hampir dua bulan ini hubungan keduanya sudah membaik bahkan mereka selalu umbar kemesraan di depan umum. Kenzo yang selalu memanjakan Salsa dengan segala kekayaannya, dan perlakuan manis yang selalu ia berikan pada wanita itu membuat Salsa sukses jatuh cinta. Malam ini ia akan membuat Salsa menyatakan perasaannya, dan dengan cepat ia akan menyelesaikan semua rencana yang sudah ia buat. " Udah siap ?" Kenzo bertanya dengan lembut " Sudah yuk " keduanya keluar dari apartemen dengan bergandengan tangan layaknya pasangan pada umumnya    Entah kenapa Salsa merasa dadanya berdegup dengan kencang membuatnya takut jika Kenzo akan mendengarnya. Sering kali ia rasakan bersama dengan orang lain tapi tak sekuat saat bersama dengan Kenzo suaminya. Apalagi setelah akhir-akhir ini yang selalu Kenzo lakukan untuk dirinya, lelaki itu sudah berubah menjadi begitu baik dan hangat. Tak seperti dulu yang selalu jahat dan dingin, suaminya sudah mulai menerima meskipun belum pernah menyatakan cintanya. Tapi sebagai perempuan ia selalu percaya yang di katakan oleh ibunya dulu, bahwa cinta tak harus dari ucapan melainkan dari perlakuan yang mereka tunjukkan. Begitu juga dengan kesetiaan mereka tak akan mengatakan setia secara langsung melainkan dari tindakan juga sikap mereka. " Kita mau kemana si Ken " tanya Salsa akhirnya untuk memecahkan keheningan di dalam mobil " Makan malam kamu pasti suka aku jamin " jawab Kenzo mantap lalu mencium punggung tangan Salsa lembut " Kalo aku gak suka gimana ?" Sengaja bertanya seperti itu karena Salsa berusaha menghilangkan rasa gugupnya " Kalo kamu gak suka ya akan aku paksa biar suka " ujar Kenzo lalu mengeringkan sebelah matanya genit    Salsa memilih untuk diam daripada melihat tingkah genit sang suami, tapi jujur ia lebih suka dengan sikap suaminya yang seperti ini daripada sebelumnya. Lelaki yang acuh pada dirinya dan tak menganggap keberadaannya. Kenzo bahkan sukses membuat hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya, mungkinkah ini cinta yang akan membuatnya tak akan bisa meninggalkan Kenzo untuk selamanya. Debaran yang sudah lama tak bisa ia rasakan sejak beberapa tahun lalu kini kembali bisa ia rasakan saat bersama dengan Kenzo. Usianya dan Kenzo memang terpaut cukup jauh tapi yang namanya cinta pasti tidak akan pandang apapun.    Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di s buah restoran mahal, ini pertama kalinya Salsa makan malam bersama Kenzo di tempat yang mewah. Biasanya mereka akan makan malam di restoran dekat apartemen, meskipun bukan tempat yang mewah Salsa tetap senang karena itu ajakan dari suaminya. Keduanya pun turun dari mobil dan memasuki restoran. Kenzo memesan ruang VIP yang berada di lantai dua, yang sudah terhias dengan begitu indahnya. Terdapat bunga-bunga yang menghiasi seisi ruangan dan lilin sebagai penerang. " Kamu suka ?" Tanya Kenzo dengan mengeringkan sebelah matanya pada Salsa yang terlihat kagum " Suka, kamu yang siapin semuanya ?" Tanyanya dengan senyum bahagia " Aku cuma pesen dan yang siapin orang-orang yang kerja di sini " jawab Kenzo jujur, memang bukan dirinya yang menyiapkan semuanya ia hanya menyewa dan mengatakan ruangannya harus di tata seindah mungkin, mendengar jawaban itu Salsa terkekeh kecil karena suaminya begitu jujur " Yaudah kita kesana, bentar lagi makanan datang " ajak Kenzo, lalu menuntun istrinya untuk duduk di tengah-tengah ruangan    Tak lama makanan yang sudah Kenzo pesan datang, sengaja ia pesan lebih dulu agar tidak terlalu lama menunggu. Meskipun yang Kenzo pesan bukan makanan kesukaan Salsa, karena ia tak tau apa makanan kesukaan Salsa. Tapi tak akan menjadi masalah besar karena bisa di lihat jika Salsa benar-benar terlihat bahagia dan kagum dengan yang di lakukanya malam ini. Dan sudah pasti Salsa akan masuk dalam perangkatnya saat ini, dan akan menjadi penurut juga sangat bergantung pada dirinya. Bahkan sudah bisa di pastikan wanita yang tengah duduk di depannya saat ini pasti tak akan pernah bisa terlepas darinya. Seketika sudah selesai makan terdengar suara musik dengan lagu romantis yang menambah keromantisan suasana di sana. Kenzo menyodorkan tangannya guna mengajak Salsa untuk berdansa, dengan senang hati wanita itu menerima uluran tangan suaminya dengan tersenyum manis. Dan mulai berdansa mengikuti alunan musik. " Kamu cantik bahkan sangat " puji Kenzo dengan tersenyum lembut " Kamu sempurna " balas Salsa dengan tersenyum bahagia pada suaminya " Kamu yang terbaik dalam hidup ku, aku gak akan melepaskan kamu selamanya " ujar Kenzo lembut tapi dengan maksud yang berbeda " Aku cinta kamu Ken " kata Salsa pelan dengan memeluk Kenzo erat    Ia tak menyangka jika mulutnya akan mengatakan itu pada suaminya yang belum pernah mengatakan cinta sekalipun. Entah apa yang terjadi dengan mulutnya kali ini yang tega membuatnya malu di depan Kenzo. Bahkan sekarang ia tak bisa menatap wajah tampan suaminya setelah empat kata itu keluar dari mulutnya, ia malu sangat malu dengan suasana seperti sekarang ini. Pelukannya pada tubuh kekar Kenzo tak kunjung ia lepas karena takut juga malu menjadi satu, meskipun Kenzo tak memberikan respon apapun .    Sedangkan Kenzo sendiri sedikit kaget dengan pengakuan Salsa yang menurutnya terlalu cepat dengan yang menjadi perkiraannya. Tapi beberapa menit kemudian senyum mengembang mendengar pengakuan Salsa, antara senyum miring untuk keberhasilannya membuat Salsa mencintai dirinya. Juga sedikit rasa yang berbeda dan belum pernah ia rasakan selama ini, tapi Kenzo tak mau ambil pusing karena dia hanya akan fokus dengan rencana awal yang sudah di rencanakan. " Kamu akan menyesal " ujarnya setelah beberapa menit hanya diam dan membalas pelukan Salsa " Gak akan " jawab Salsa yakin " Kamu yakin gak akan menyesal ?" Kenzo kembali bertanya seakan memastikan    Merasa tak di yakini, Salsa melepas pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya dalam seakan memberitahu jika dirinya benar-benar yakin dengan yang di ucapkan dan tidak akan menyesal. Kenzo yang ditatap seperti itu oleh Salsa langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, entah kenapa matanya seakan terhipnotis oleh mata indah Salsa yang menatap matanya dalam. Bisa ia lihat jika Salsa benar-benar yakin dengan yang dia ucapkan beberapa menit lalu. Karena Kenzo mengalihkan wajahnya ia memberanikan diri untuk menangkap kedua pipi suaminya agar menatap matanya. " Aku nggak akan pernah menyesal karena mencintaimu " ucap Salsa sekali lagi dengan sangat yakin " Kita liat nanti, kalo kamu bilang menyesal kita gak akan pernah ketemu lagi untuk selamanya " jawab Kenzo lembut kemudian menarik pinggang istrinya mendekat untuk di peluk    Keduanya pun berpelukan dengan erat dan kembali berdansa dengan musik yang sejak tadi tak berhenti. Menikmati suasana romantis yang sedangkan di alami keduanya saat ini dengan begitu tenang dan damai. Kebersamaan seperti membuat Salsa tak ingin waktu berjalan dengan cepat bahkan ia sangat ingin waktu berhenti untuk saat ini saja. Agar kebersamaannya dengan Kenzo bisa lebih lama lagi dari ini. " Aku gak akan pernah menyesali ini Ken, aku percaya kamu adalah laki-laki baik yang di pilih papa ku untuk menjadi pendamping hidupku juga menjadi ayah untuk anak-anak ku kelak " batin Salsa dengan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar Kenzo yang juga memeluknya sekarang ini ***    Hari ini Salsa tengah menyiapkan beberapa masakan untuk dibawa kerumah orang tuanya. Semalam orang tuanya menelpon dan mengatakan ingin bertemu dirinya juga Kenzo, karena sudah lumayan lama putri semata wayang mereka tak berkunjung. Akhirnya Salsa meminta Kenzo untuk pulang lebih awal dan pergi kerumah orang tuanya sore hari dan pulang malam hari agar bisa lebih lama disana. Meskipun berkunjung ke rumah orang tuanya Salsa tak lupa membuat makanan kesukaan Kenzo juga untuk di bawa, dan sisanya ia memasak makanan kesukaan orang tuanya juga membuat brownies coklat yang biasa ia makan saat berkumpul bersama. " Kamu udah siap aku aja baru selesai siapin ini " ujar Salsa ketika melihat suaminya sudah rapi begitu dengan pakaian kasualnya " Iya, aku gak bisa ikut ke rumah orang tuamu ada urusan mendadak yang sangat penting " kata Kenzo dengan tenang tanpa ada rasa bersalah " Oh yaudah gapapa aku bisa pergi sendiri kok " jawab Salsa berusaha memperlihatkan senyumnya " Aku pergi " Kenzo langsung berjalan meninggalkan dapur dimana Salsa yang melihatnya dengan senyum paksa    Tadinya ia berharap Kenzo akan mencium keningnya saat akan pergi, tapi itu tak pernah terjadi dan selalu saja langsung pergi setelah berpamitan. Meskipun hubungan keduanya memang sangat baik apalagi setelah malam dimana Salsa mengutarakan isi hatinya. Dan Kenzo juga selalu memberikan begitu banyak perhatian untuk dirinya, pergi bersama untuk menghabiskan waktu dan berkeliling mal untuk berbelanja. Bahkan sering kali mereka pergi berbelanja bahan makanan dan keperluan dapur. " Mungkin urusan yang sangat penting atau ada masalah, sampe dia gak bisa ikut " gumam Salsa saat suaminya sudah hilang di balik pintu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN