Seorang lelaki tengah menikmati rokok dengan menatap luar jendela, mata tajamnya memandang langit yang begitu cerah di siang hari. Ketenangan pada wajahnya yang menyimpan begitu banyak keresahan dan rahasia yang tidak di ketahui banyak orang. Bahkan laki-laki yang tengah duduk di sofa ruangan itu, yang tidak lain adalah sahabatnya tak tau rahasia besar yang di maksud. Semuanya ia simpan rapat-rapat tanpa ada seorang punya yang di biarkan tau.
" Gue bingung sama sikap lo " tutur temannya yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan sahabat baiknya itu
" Sikap yang mana ?" Tanya lelaki itu acuh
" Jangan belaga bego, gue tau Lo nikah sama Salsa karena ada maksud tertentu " tanyanya penuh selidik
" Halah gak usah sok tau lo Dave, lagian gak penting juga bahas ini " cerca Kenzo lalu membuang puntung rokoknya pada asbak yang ada di depan Dave
" Kenzo gue tau lo, kita berteman sejak SMP jadi gue udah hafal sama semua yang Lo lakukan " ujar Dave menimpali perkataan Kenzo
" Gue mau buat Salsa menderita seumur hidup dan buat dia merasa gak ada gunanya hidup " jujur Kenzo
Dave menatap kaget pada sahabatnya yang terlihat begitu tenang ketika mengatakan rencananya. Ia sangat mengenal Kenzo yang sangat keras kepala dan tidak mau mendengar siapapun, tapi baru kali ini seorang Kenzo ingin menghancurkan hidup seorang wanita. Ia tak pernah mendengar jika Kenzo memiliki masalah dengan wanita yang kini menjadi istri sah Kenzo. Yang Dave tau hanya karena perjodohan, dan itu di lakukan karena perusahaan orang tua Salsa yang mendapat masalah.
" Jangan gila, dia wanita jangan terlalu gegabah buat hancurin dia atau Lo bakal menyesal pada akhirnya " peringat Dave
" Gue tau apa yang harus gue lakuin dan gue jamin gak akan pernah cinta sama wanita jahat kaya Salsa " sarkas Kenzo
Dave memilih untuk pergi dari ruangan sahabatnya setelah mendengar apa tujuan pernikahan mereka. Tapi ia juga begitu khawatir jika nanti sahabatnya malah akan menyesal karena terlalu gegabah untuk balas dendam. Yang perlu di ketahui sekarang alasan kenapa Kenzo ngotot ingin menghancurkan hidup Salsa. Tak biasanya Kenzo menyembunyikan malasah pasal wanita, karena ia selalu tau wanita seperti apa yang menjadi kriteria sahabatnya.
Sedangkan di dalam ruangan, Kenzo kembali mengecek beberapa laporan yang ada di mejanya. Ini pertama kalinya ia tak menceritakan apapun soal wanita pada Dave, dan sudah pasti lelaki itu akan mencaritahu mengapa dirinya ingin menghancurkan hidup Salsa. Ia harus bergerak cepat agar Dave tak tau apapun soal itu, atau sahabatnya itu akan memintanya untuk berhenti.
" Dave sorry, tapi gue bener-bener pengen Lo gak tau apapun soal balas dendam ini. Karena gue udah di jalan balas dendam maka gue gak akan keluar dari jalan itu sebelum Salsa benar-benar menderita " gumamnya dengan menggenggam erat bulpoin yang ada di tangannya hingga patah
***
" Hai Mell gue kangen banget sama lo udah lama gak ketemu sejak gue nikah ya " kata Salsa dengan bahagia
" Iya gue juga ya ampun pasti bahagia banget ya punya suami tampan kaya Kenzo " ujar Melissa dengan tersenyum bahagia
" Hem iya bahagia banget, dia itu sering bantuin aku masak kalo pas libur kerja, dan kita selalu menghabiskan waktu bersama untuk jalan-jalan. Pokoknya aku bahagia banget deh hidup sama dia " cerita Salsa dengan wajah gembira
Ya memang benar selama satu bulan terakhir ini Kenzo selalu bersikap baik pada dirinya, tak ada kekerasan ataupun wanita lain lagi untuk datang kerumahnya. Bahkan Kenzo sering menurutinya untuk pergi jalan-jalan dan menonton di bioskop. Meskipun awalnya Kenzo begitu jahat dan tidak punya hati, tapi Salsa bersyukur sekarang suaminya sudah berubah. Pria itu kini berubah menjadi orang yang begitu baik pada dirinya, juga sering memanjangkan Salsa. Bahkan sering kali Kenzo mengajaknya ke kantor dengan alasan ingin bersama istrinya.
" Sayang " suara bariton yang begitu Salsa kenal terdengar begitu dekat membuatnya langsung berbalik
" Loh kok kamu bisa tau aku disini ?" Tanyanya bingung pasal ia tak memberitahu suaminya untuk pergi ke cafe yang mana
" Iya tadi aku kebetulan abis makan siang ketemu teman lama di depan situ, jadi kita ngopi bentar ternyata kamu juga ada di sini " jawab Kenzo seadanya
" Eh ini gue harus pergi, ada meeting setelah jam lagi sorry ya gak bisa lama-lama " pamit Melissa merasa tidak enak
" Yah padahal gue pengen banget ngobrol lebih lama " Salsa terlihat kecewa karena sahabatnya harus segera pergi untuk meeting
" Mungkin lain kali kita bisa ketemu lagi, gue pergi ya misi " Melissa pun pergi meninggalkan sahabatnya bersama sang suami yang sudah stay duduk di sebelah Salsa
" Mau jalan-jalan nggak ?" Tawar Kenzo
" Kamu gak ke kantor ? Ini masih waktunya jam kerja loh " tanyanya dengan melihat jam yang melingkar di tangannya
" Kan aku bos jadi terserah mau pulang kapan aja " jawab Kenzo dengan mengedipkan sebelah matanya genit
" Iya deh yang jadi bos, aku pengen pulang aja bosen kalo harus jalan-jalan terus " pintanya dengan tersenyum manis
" Padahal aku pengen ngajakin kamu jalan-jalan ke mal atau kemana gitu biar romantis " kata Kenzo lagi bisa di katakan sebagai pemaksaan secara tidak langsung
" Yaudah ayok, kita pergi kemana nih sekarang " akhirnya Salsa mau dan tidak jadi pulang
Kenzo dengan semangat berjalan keluar dari cafe setelah membayar pesanan istrinya, Salsa tersenyum bahagia dengan sikap suaminya yang benar-benar berubah. Tidak seperti Kenzo yang dulu selalu menyakiti dirinya dalam bentuk apapun. Bahkan sekarang Salsa tak pernah melihat tatapan tajam yang selalu suaminya tunjukkan dulu, sudah satu bulan berlalu Kenzo sudah menjadi suami yang begitu baik. Jika dulu suaminya itu tak pernah mau tinggal satu rumah, maka sekarang mereka tinggal satu kamar. Meskipun masih tetap ada di apartemen tapi itu sudah cukup bagi Salsa setelah mendapatkan kasih sayang dari sang suami.
" Aku tiba-tiba pengen ke taman ya buat liat anak-anak main, ini kan udah hampir sore pasti banyak yang main di taman " ujar Salsa dengan bersemangat
" Tadi gak mau sekarang giliran aku mau bawa jalan-jalan pengen ke taman, dasar kamu ini " sindir Kenzo dengan mata yang fokus menatap kedepan jalanan
" Kan tadi gak kepikiran, kita ke taman aja ya " mohon Salsa dengan menatap penuh harap pada suaminya
" Hem oke untuk istri cantik ku ini mari kita pergi ke taman " Kenzo pun memutar arah untuk pergi ke taman dimana Salsa selalu pergi kesana karena ada begitu banyak anak-anak
Sebelum pergi ke taman salsa membeli beberapa balon untuk di bagikan pada anak-anak yang bermain di sana. Sedangkan Kenzo diam tak berkomentar apapun, ia tak suka anak-anak karena menurutnya mereka sangat merepotkan dan mengganggu. Sebab itulah sejak dulu dirinya memutuskan untuk tidak menikah, jika ingin memuaskan diri hanya perlu membayar jalang. Tapi karena obsesi balas dendam yang harus di lakukan ia terpaksa menikah dengan Salsa, tapi dia tak pernah menyentuh wanita itu sekalipun. Oleh sebab itulah hatinya sudah di mantapkan agar tidak sampai jatuh cinta pada Salsa. Hanya perlu membuat istrinya mencintainya hingga tergila-gila, lalu setelah itu terjadi barulah rencananya akan di jalankan.
" Wah banyak banget anak-anaknya tuh liat deh Ken lucu banget ya gendut " tunjuk Salsa pada seorang anak laki-laki yang begitu gendut
" Iya pasti banyak cacingnya tuh perut makan terus " ujar Kenzo
" Ih kamu gak boleh ngomong gitu dong, kan dia keliatan sehat gitu lincah lagi " papar Salsa
" Iya deh nyonya, eh tuh ada yang kesini " tunjuk Kenzo pada seorang gadis kecil yang terlihat bersemangat berlari ke arah Salsa
" Tante Sa " panggil anak itu
" Hai sayang Belinda apa kabar ?" Tanya Salsa ramah dan keibuan
" Bel baik, Bel kangen sama tante Sa " ujar anak itu kemudian memeluk kaki Salsa
" Tante juga kangen, eh ini kamu mau balon ? Tante udah beli buat kamu sama yang lain " Salsa memberikan balon-balon itu pada Belinda
Seperti biasa Belinda langsung menerima dan segera ia berikan pada beberapa temannya. Setelah itu Belinda kembali menghampiri Salsa yang duduk di salah satu bangku taman bersama Kenzo. Tanpa rasa sungkan bocah itu duduk di tengah-tengah antara Kenzo dan Salsa dengan memegang balon. Salsa dan Belinda memang sudah akrab sejak dua Minggu yang lalu ketika Salsa mulai sering pergi ke taman. Mereka selalu membicarakan banyak hal seperti sekarang ini, dan Kenzo terabaikan ketika istrinya adik berbincang dengan gadis kecil itu.