Alden melepaskan pukulannya kembali, ia terengah bahkan keringat pun suduh mulai membanjiri tubuhnya. Namun Alden tak berhenti sampai disitu karena tangannya terus saja memukul objek di depannya dengan penuh emosi. Sampai seseorang menghentikan pukulannya dengan memegang pukulan tangannya erat. "Udahlah cape." Katanya santai. Alden mendengus lalu menerima air dingin saat seseorang itu memberikannya. Septian tersenyum lalu memandang Alden. "Lagi ada masalah Den nih?" Kata Septian membuka pembicaraan. Sedangkan Alden hanya memandang Septian datar, lalu ia membuka tutp botol air dingin yang berada ditangannya dan meminumnya rakus. Alden berjalan menuju sebuah kursi membuat Septian menatapnya kesal, terpaksa Septian mengikutinya dan duduk disebelahnya. "Kenapa Den?" Tanya Septian. "Bias

