Luka Sesungguhya

1430 Kata

Dewa terengah, lalu mengusap keringat di wajah. Ia berdecak lalu menendang bola didepannya dengan kuat. Dan zonk bukannya masuk ke gawang bolanya malah mengenai Alden yang tengah beristirahat dipinggir lapangan. Dewa menelan ludah "Mampus." katanya. "g****k! siapa nih yang nendang?" Alden berteriak setelah bola yang mengenainya dilempar dengan keras ke lapangan. Tak ada angin tak ada hujan Dewa tiba-tiba saja berjalan ke arah Alden dan bersedekap d**a, niatnya ia ingin mengakui kesalahannya secara gentle meskipun malah terlihat songong. "Itu gue. Sorry gak sengaja." Ucap Dewa santai. Matanya melirik ke arah sisi-sisi lapangan yang dipenuhi siswa-siswi, dan aksinya menuai perhatian. Diam-diam dewa menyeringai senang. "Njing gue gentle banget." Batinnya memuji senang. "Kenapa lo senyum-se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN