42. Kekasih Lama

1959 Kata

“Ah!” Arcaviel berjingkat mundur tepat seekor kelinci hitam menerobos masuk pintu rumah kayu yang nyaris ia tutup. Beberapa detik mengatur debar jantungnya, keterkejutan Arcaviel seketika raib bagaikan angin lalu. Ia memancang lurus ke arah hewan gembul bersurai hitam itu dengan netra berbinar-binar. Dalam satu rengkuhan, ia lantas mengangkut sang kelinci dan mengusapkan pipi putihnya ke arah hewan itu. “Lucunya!” ucapnya, tanpa sadar. Puas mengagumi kelinci tersebut, Putri Aeradale membentangkan jarak antara kelinci di tangan dengan paras eloknya. Raut Arcaviel kemudian berganti heran. “Mengapa kau menerobos masuk kemari?” tanyanya, beringsut maju dengan maksud untuk menutup pintu. Akan tetapi, baru saja jemari lentik Arcaviel menggenggam knop, kelinci itu sudah lebih dulu melompat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN