Sebuah telapak tangan kukuh mengusap lembut kening Putri Aeradale. Di tengah separuh kesadarannya, Arcaviel mengejap sebelum menyingkap penuh kelopak netra biru jernih eloknya itu. Tatapan Arcaviel lekas mendarat kepada sepasang netra hitam milik seorang pria di atasnya. Bibir ranum Arcaviel mengukir senyum manis, memancing pria itu untuk menekan subtil benda kenyal itu dengan miliknya. Tangan kanan Reeval menangkup dagu Arcaviel sesaat, sementara tangan kirinya menopang tubuh untuk tidak menindih sang Putri di bawahnya. Lalu, ia menatap gadis berparas manis itu penuh arti dan merapatkan kening mereka. Aroma mint yang tidak lagi asing bagi Putri Aeradale menguar memasuki rongga hidung gadis bersurai cokelat pirang itu. Arcaviel melingkari lengan mungilnya di leher Reeval, menikmati endu

