Helga Crane berdiri membelakangi kedua pria itu selagi membakar tali sumbu dari sebuah lilin. Aroma bakar hasil pengekstrak kayu jati itu lekas terendus oleh indra penciuman mereka, terasa begitu menenangkan di tengah-tengah simpang siur situasi rumit saat ini. Usai api pada tali sumbu telah menjilat udara dengan lahap, Helga kembali memutar tubuhnya semata-mata menatap bergantian Arcaviar dan Reeval. “Saya membutuhkan Putri untuk datang kemari,” tuturnya pasca mendengar gelagat tidak biasa dari Putri Aeradale. “Aku akan pergi memanggil—” “Tidak, kau tetap di sini.” Arcaviar memicing tajam dengan gestur sedikit menunduk guna menginstruksikan kesatrianya kembali duduk. “Ingat, kau hanya akan berakhir menakuti adikku.” Tebersit kekesalan ketika mendengar ucapan itu, namun sialnya terlam

