49. Leluhur Drago

2232 Kata

Jemari kukuh Drago tidak henti-hentinya memutari gelas berisikan sampanye ungu. Punggung tegapnya bersandar santai di salah satu bangku, menghadap sepasang pria dan wanita paruh baya yang masih setia berdiri di dekat pintu. Dari balik transparan gelas tersebut, netra ungu Drago menyoroti keduanya secara bergantian. Permukaan keningnya perlahan-lahan berkerut, kentara tengah menahan kesal. “Mom, Dad, duduklah,” ucapnya, lebih kepada titah. “Sudah kubilang, bertindak sewajarnya. Aku masih putra asuh kalian.” “Tetapi—” “Mereka akan datang sebentar lagi. Apa yang akan ada di dalam pikiran mereka melihat kalian merendah seperti itu di depanku sementara kalian dikenal sebagai kerabat baik Raja Archelos dan Ratu Luisa?” Sepasang paruh baya itu mendaratkan pandangan mereka kepada satu sama lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN