Selain gelagat mencurigakan dari sepasang pria dan wanita itu, cara mereka berpakaian serbahitam juga perlu dipertanyakan. Itu salah satu alasan mengapa Reeval tidak berpikir panjang untuk langsung menuding mereka di depan semua kerumun orang. Reaksi sepasang pria dan wanita itu membuat sebelah sudut bibir Reeval terangkat naik, puas dengan ketakutan mereka. Itu merupakan bayaran atas niat buruk kedua orang itu terhadap Arcaviar, rajanya. Setidaknya, senyum penuh makna itu hanya bertahan tidak sampai sepuluh detik sebelum gurat Reeval berganti heran. Satu alisnya terangkat naik tatkala sang wanita bertelut pertama kali di atas permukaan tanah. Lengan yang ia kalungkan di antara milik sang pria segera ditariknya, membuat pria tersebut turut bertelut. Kedua orang itu menunduk dalam-dalam.

