Kecintaan mereka terhadap bunga mungkin saja cerminan dari nama dua anak kecil itu, Daisy dan Dahlia. Terlihat jelas oleh indra penglihat Arcaviel betapa mengagumkannya antusiasme sepasang anak manis tersebut di pinggiran telaga yang tertanam bunga-bunga. Kendati Putri Aeradale duduk cukup jauh dari telaga—tepatnya di kursi taman seorang diri—ia tentu dapat melihat bebungaan merupakan sahabat baik mereka. Menilik dari tempatnya, sudut bibir ranum Arcaviel tertarik naik. Ia sedikit menurunkan pandangan sekadar menggunting lingkaran kawat yang kelebihan, sebelum kembali menaikkan sorot menuju Daisy dan Dahlia. Mereka terlihat lalu-lalang dengan pot dalam genggaman selagi menyiram beberapa bunga yang ada. Daisy, si gadis berbusana katak, sepertinya menyadari tengah ditatap oleh sang Putri.

