Rania menyempatkan diri untuk pergi ke minimarket membeli aneka snack dan pulang menuju rumah. Sesampainya di rumah, ia melihat sekeliling dan tak menemukan keberadaan orang tuanya. Rania pergi ke dapur dan bertanya pada Bi Arti. Bi Arti adalah salah satu pembantu yang merawat Rania sejak kecil.
"Bi" tanya Rania melihat keadaan rumahnya yang sepi
"Iya non, ada apa?" Jawab Bi Arti sembari mempersiapkan aneka masakan
"Mama dan papa apa belum pulang?" tanya Rania yang bingung melihat Bi Arti yang sibuk menyiapkan banyak hidangan padahal biasanya cuma 2-3 hidangan
" Belum non, kata tuan mereka masih ada urusan penting di luar" ucap Bi Arti yang sedang melanjutkan aksi memasak
"Terus kenapa bibi masak banyak, apa ada tamu yang akan datang?" Rania menatap aneka masakan di dapur dan merasa ada yang mencurigakan.
" Nggak tau non, bibi cuma disuruh sama tuan" jawab Bi Arti seadanya. Bi Arti merupakan salah satu ART paling lama bekerja di keluarga bahkan sudah merawat Rania sejak kecil dan menganggap nona mudanya seperti putrinya sendiri. Sulit untuk berkata bohong tapi harus dilakukan karena amanat dari tuan dan nyonya bos. Terkadang Bi Arti juga sedih melihat nona mudanya tumbuh kurang kasih sayang dan cenderung mencari cara menarik perhatian orang tuanya.
"Ya udah bi, saya ke kamar mau istirahat" Rania meletakkan Snack di meja dapur dan pergi menuju kamar nya dengan tergesa-gesa
"Iya non" ucap Bi Arti yang tak sempat melihat sikap nona mudanya
Saat di kamar Rania duduk di kasur dan mencoba menghubungi mata-mata di grub khusus spy ran untuk mendapatkan kabar terbaru
Guys, gimana ada info baru apa tidak? Chat Rania
Iya, kabar terbaru kami melihat orang tuamu bertemu dengan Revan dan Dito. Sepertinya nanti akan ada pertemuan keluarga
Tapi mama dan papa belum bilang apa-apa
Mungkin pertemuan dipercepat, sepertinya Revan menyukaimu
. Oh My God aku belum siap
Cepat putuskan atau kamu tidak bisa keluar dari masalah ini
. Iya thanks guys, aku akan segera kabur sekarang
Ok
Setelah itu Rania menulis surat dan meletakkannya bersama handphone utamanya, kartu kredit, debit di meja. Rania pergi tanpa fasilitas yang biasanya ia gunakan. Dengan melihat situasi sekitar dan merasa sudah aman, Rania pergi keluar rumah secara mengendap-endap tanpa ketahuan siapapun.
Rania pergi menuju rumah Tania. Saat sampai ia membangunkan sahabatnya di ruang tamu
"Tania bangun, jangan tidur disini" Rania yang menggoyang-goyangkan tubuh sahabatnya
"Apaan sih kau, mengganggu tidur cantikku saja" ucap Tania yang kembali memejamkan netra
"Bangun dong Tan, aku mau curhat nih" ucap Rania yang mencipratkan air di gelas
"Rania kenapa kamu balik lagi, memangnya ada yang penting sehingga harus membangunkanku" Tania yang kesal melihat tingkah sahabatnya karena merasa tak terima tidur nyenyaknya terganggu padahal lagi enak-enak nya mimpi ketemu sama BTS menonton konser di Korea plus dapat tanda tangan dan foto dari Jungkook.
"Ya, ada masalah besar, kenapa sih kau bangun tidur langsung sewot" Rania yang tak merasa bersalah sedikit pun
"Itu karena kau mengganggu mimpi yang sedang enak-enak nya nonton BTS dan dapat TTD, foto dari Jungkook" Tania yang merasa masih kesal menatap galak sahabatnya
"Sorry, aku kesini karena butuh tempat tinggal karena ternyata acara pertemuan keluarga dipercepat " Rania tampak cemas akan perjodohan
"Itu bagus dong, sebentar lagi jadi nyonya Revan" ledek Tania
"Bagus apanya, aku belum siap menjalani hubungan serius, lagian aku masih ingin menggapai cita-cita" Rania menjelaskan
"Halah alasan cita-cita atau cowok manis"
"Dua-duanya lah" Rania dengan semangat
"Oh ya, kamu tau info itu darimana?" Tanya Tania
"Seperti biasa spy ran. Jadi gimana boleh tinggal disini" ucap Rania
" Yaudah kamu boleh disini lagian mama dan papa pergi ke luar negeri. Kakak perempuan juga dirumah suaminya. Disini aku cuma tinggal sama sepupu dan terkadang bibi pembantu rumah tangga?"
"Ok. Ngomong-ngomong sepupumu itu siapa" Ucap Raniq
"Siapa lagi kalau bukan Jose si manusia kalkulator. Dia lagi sibuk banget dengan pekerjaan dan urusan pernikahan dengan kak Erika"
"Ohh gitu"
"Hmm, gimana siap jadi seperti anak kost dengan budget pas-pasan"
"Siap nggak siap, lagian aku juga ingin mandiri"
"Mandiri tapi kok numpang di rumahku"
"Mau irit, boleh nggak nih tinggal disini"
"Boleh, kamu kan sahabatku meski kadang nyebelin"
"Iya makasih dah mau izinin tinggal"
"Ok nggak masalah"
Rania pun mulai tinggal di rumah Tania. Sementara di kediaman rumahnya orang tuanya cemas mencarinya.
***
Revan POV
Aku seakan tak percaya mendengar kabar Rania kabur dari rumah, padahal aku bersiap-siap yang terbaik untuk datang mengenalkan diri. Aku yang datang dengan sepupuku Dito dan harus menerima kenyataan pahit itu. Saat aku dan Dito datang, om Aufan dan tante Natasya sibuk mencari Rania
"Pa, Rania tidak ada dirumah, dimana dia sekarang? Ucap Natasya yang panik
"Ma, jangan panik dulu, coba kita cari di sekitar rumah" ucap Aufan
"Om, Tante apa ada masalah?" Tanya Revan
"Iya nak Revan, sepertinya Rania kabur" ucap Natasya
"Daripada membuang waktu, kita coba cari Rania sekali lagi"
"Iya om, saya dan Dito akan ikut membantu"
Author POV
Revan, Dito, dan kedua orang tua Rania mencari di sekitar rumah. Setelah lama mencari, Rania tetap tidak bisa ditemukan. Semuanya tertunduk lesu dan duduk di sofa. Tak lama Bi Arti membawa minuman dan mempersilahkan untuk minum, dan saat pergi dia dihentikan Natasya
"Bi, tadi Rania pulang ke rumah apa tidak?" Tanya Natasya yang panik melihat putrinya tak ada di rumah
"Non Rania tadi sore pulang, kemudian istirahat di kamarnya" ucap Bi Arti mengingat ucapan nona muda
"Apa bibi lihat Rania keluar rumah lagi?" Natasya mencemaskan keadaan putri kesayangannya. Meski jarang berinteraksi dengan putrinya tapi dia selalu memantau perkembangan putrinya dari ART di rumah.
"Bibi tidak tau nyonya, sebab bibi sibuk di dapur" jawab Bi Arti yang jujur tak tau menahu tentang Rania
" Iya terima kasih, sekarang bibi bisa ke kembali ke belakang" ucap Natasya
"Iya nyonya" jawab Bi Arti yang melangkah pergi menuju ke dapur.
Setelah itu Natasya, Aufan, Revan, dan Dito pergi ke kamar Rania. Dan Natasya menemukan surat dimeja. Natasya kemudian membaca surat dari putrinya
Dear Mama dan Papa
Maaf Rania belum bisa membahagiakan kalian
Rania merasa belum siap untuk perjodohan ini, masih banyak mimpi yang ingin dikejar
Rania akan pergi untuk sementara, jangan kawatirkan Rania, Rania akan baik-baik saja
Di saat yang tepat Rania akan pulang, jangan cari Rania atau Rania akan kabur ke luar negeri
Mengertilah dengan perasaan Rania
I love you mama papa muahh