EP 12 Piknik

1180 Kata
Keesokan harinya Revan menjemput Tara di tempat yang dijanjikan. Keduanya pergi menuju ke taman untuk piknik. Setelah sampai taman kota Revan memakirkan Jeep kesayangan, lalu pergi dengan Tara untuk menemukan tempat yang nyaman. Satu spot bagus didapatkan, kemudian Revan menyiapkan tikar untuk duduk. Sementara Tara menyiapkan makanan, minuman, musik yang mendukung. Setelah semua siap, Tara duduk di tikar sembari minum jus jambu "Rasanya enak banget, minum yang menyegarkan ditambah suasana yang menyejukkan" ucap Tara "Apa enaknya sih, lihat tuh banyak pemandangan yang bikin iri" gerutu Revan "Kenapa muka bos ditekuk, santai aja, nikmatin suasana" ucap Tara santai "Kamu kok biasa aja, nggak lihat tuh banyak yang pacaran, ada pula bareng keluarga, rasanya kayak gimana gitu" ucap Revan "Bos jangan pikir yang negatif, pikirin yang positif, di taman emang enaknya bareng orang tersayang, lagian bagiku selama kita kesini nggak sendirian sih fine, kecuali sendiri jadi nyesek" ucap Tara "Oh begitu kah pikirmu" ucap Revan " Ya. Memang seperti itu" "Hmm" "Bos kenapa nggak semangat. Apa ada masalah?" "Bukan apa-apa. Hanya saja keadaan akan lebih baik jika orang yang cintai ada disini dan bukan Tara nyebelin" gerutu Revan "Bos nggak suka ada saya, saya sebenarnya juga nggak suka nemenin bos, tapi kan bos yang nyuruh" ucap Tara membela diri "Iya semua salah saya. Mau gimana lagi saya takut ditolak olehnya?" Ucap Revan nada kecewa "Jangan baper bos. Bos kalau mencintai seseorang harus berjuang sepenuhnya jangan menyerah, selagi dia belum nikah apapun masih bisa terjadi" ucap Tara "Oh ya" "Ya. Semangat Bosque" "Ok, nanti saya pikirkan lagi" Setelah berbicara Tara merentangkan tubuh dan melihat langit yang indah, suara burung, ditambah angin sepoi-sepoi membuat suasana menenangkan. Hingga netra terpejam menikmati suasana dan tertidur Melihat suasana hening. Revan mengerutkan kening, ia yang tadi asyik main hp tidak memperhatikan sekitar. Menoleh dan melihat Tara tertidur. "Aduh bisa-bisanya nih anak tidur disini" gumam Revan. Setelah 30 menit Revan pun beranjak mendekati Tara dan mencoba membangunkannya "Tara bangun, jangan tidur disini, malu-maluin tau" ucap Revan sembari menepuk bahu Tara agar bangun "Apaan sih ma, ini lagi enak-enak tidur tau" ucap Tara yang belum sadar "Tara, aku bukan mama kamu, aku bosmu" ucap Revan kesal "Hoam, pak Revan kirain mama bangunin" ucap Tara sambil mengucek mata, menyadari keadaan "Gimana enak tidur pulas, kamu tuh nggak malu, saya aja malu lihat sikapmu" ucap Revan "He he, maaf pak abis bawanya enak jadi ketiduran" "Kamu tadi mimpi apa?" "Kepo" "Iya, habis dibangunin susah" "Mimpi apa ya? Oh mimpi dapat black card dan belanja sepuasnya di mall, terus gandengan ama Sehun, asyik pokoknya" ucap Tara santai sambil membayangkan mimpinya tadi "Dasar kamu, pikirannya cuma korea" ucap Revan "Lah memangnya kenapa? Semua orang suka sama Korea, Drakor, musik, apalagi oppa Korea rasanya bikin meleleh" ucap Tara "Dasar cewek zaman now"gerutu Revan "Kenapa sih ngomel-ngomel mulu?" Ucap Tara santai. Dalam hati "ini bos sensi terus, makan apa tadi, atau jangan-jangan belum sarapan, sabar-sabar" "Itu karena kamu main tidur aja, padahal kan aku ingin refreshing tapi malah kamu yang refreshing" "Iri bilang bos, aku kan cuma menikmati suasana yang nyaman, ya terus ketiduran" ucap Tara santai "Enak banget bilang gitu" "Terus harus gimana, coba deh bos menenangkan pikiran, nih dengerin lagu, bayangkan aja lagi pdkt sama gebetan" "Boleh juga, kamu cuci muka sana, mukamu lecek banget, merusak pemandangan" "Ya bos" Dengan langkah gontai Tara pergi ke toilet untuk mencuci muka. Sementara Revan mencoba menenangkan pikiran dan membayangkan lagi pdkt sama Rania. Lama kelamaan nyaman hanyut suasana dan pergi ke alam tidur. Setelah 15 menit berlalu, Tara kembali, melihat bosnya tidur, ia memutuskan untuk pergi sejenak menikmati pemandangan taman, dan membeli beberapa jajanan seperti cilok, telur gulung, dan sempol. Waktu berlalu cepat hingga Revan bangun tapi melihat sekitar tak menemukan keberadaan Tara. "Ini anak dimana, nyusahin orang bisanya" gerutu Revan Revan pun bangun dari tidur dan duduk, Revan mengecek tugas kantor dulu karena urgent, karena dinotif mulu sama Jose. Saat sibuk mengurusi pekerjaannya, tak berselang lama Tara muncul dengan aneka jajanan  "Bos sudah bangun" ucap Tara" Sudah, kamu tadi darimana aja, aku mau cari takut kesasar, eh taunya nongol sendiri" gerutu Revan" "Mau cari aku, alasan aja. Padahal bos sibuk main hp mana mungkin mau cari aku" ucap Tara ceplas-ceplos" Ini pekerjaan Tara, kamu beli apa aja?" Ucap Revan penasaran dengan yang dibawa Tara" Jajanan biasa, ada cilok, sempol, telur gulung, mau bos. Ini nggak sehigienis di toko, kafe, atau tongkrongan bos lah "Mau, saya nggak masalah kalau makanan di jalanan. Yang penting halal" ucap Revan santai" Ok nih makanan dan minuman, selamat menikmati" ucap Tara memberikan beberapa sempol, dan telur yang sudah ditata rapi di piring, serta minuman jus mangga dalam kemasan  Revan menikmati jajanan yang dibeli Tara sembari mengerjakan tugas di hp. Sementara itu Tara asyik dengan cilok dan membuka rantang bersiap untuk makan siang. Rantang dibuka dan tercium aroma harum masakan, membuat Revan memandang Tara "Tara, kamu lagi apa?" Tanya Revan "Bos, nggak lihat, aku lagi buka rantang. Mau makan siang, lapar bos" "Tadi udah jajan kan" "Tapi kan cuma ngeganjel, nggak kenyang bos" gerutu Tara "Kamu bawa apa aja?" Tanya Revan yang tergiur masakan Tara "Saya bawa nasi goreng, ayam goreng krispi, telur orak arik, udang goreng, selada, mentimun, tomat, dan salad" ucap Tara menjelaskan dan menunjukkan satu per satu menu yang dibawanya "Hmm, sepertinya enak, saya juga mau makan, tolong siapin" ucap Revan yang tak sabar makan "Ok bos" ucap Tara santai Tara menyiapkan hidangan dan menaruhnya di piringnya dan Revan. Revan makan dengan lahap, hingga Tara yang makan perlahan cuma bisa cengo. Dalam hati "bos ini doyan atau lapar belum sarapan sih, makan lahap benar, makanan banyak hampir habis, sungguh terlalu" "Tara, makanan kamu enak sekali, saya kenyang"  "Gimana nggak kenyang, hampir semua yang kusiapkan dimakan bos doyan apa rakus sih" "Saya tadi cuma sarapan roti, jadi lihat makanan enak jadi nggak kuat iman, semua langsung sikat, maaf kalau kamu cuma dapat sedikit" dalih Revan. Dalam hati "sebenarnya pagi juga biasa makan roti atau sandwich sama s**u, tapi entah kenapa lihat masakan Tara jadi ingin makan semuanya, he he he" Setelah makan siang, mereka duduk sebentar. Dan membereskan tikar, dan lainnya. Kemudian keduanya pergi menuju parkiran. Tapi ditengah jalan bertemu Adelio dan Elisia. "Hai bro, Lo ngapain disini? Ini disamping lo siapa?" Tanya Adelio  "Gue piknik, ini karyawan gue, kenapa Lo banyak tanya?" Ucap Revan "Kan cuma tanya doang, ya kan baby" ucap Adelio sambil memandang Elisia "Iya sayang" "Tuh kan kamu sensi amat jadi orang" "Kalian sendiri ngapain? Pacaran, emang nggak ada kerjaan? Tanya Revan ketus "Lagi free, makanya kesini" "Ohh" "Karyawan Lo siapa namanya nggak mau dikenalin ke kita" ucap Adelio "Dia namanya Tara" ucap Revan santai "Tara, kenalin namaku Adelio, dia Elisia, calon istriku" ucap Adelio santai  Tara pun berkenalan dengan Adelio dan Elisia. Dalam hati "oh ternyata Mr. Adelio teman Revan, dunia ini begitu sempit" "Gimana kalau weekend kita pergi bersama ke Wisata Bahari Lamongan, pasti seru banget" ajak Adelio "Bolehlah lama nggak pergi ke tempat wisata" ucap Revan menyanggupi Mereka sepakat untuk liburan bersama. Revan dan Tara beranjak pergi ke parkiran dan pulang ke rumah. Sementara Adelio dan Elisia melanjutkan jalan-jalan mereka di taman kota.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN