Hari demi berlalu Rania mulai terbiasa dengan rutinitas barunya belajar dan bekerja. Hari ini Minggu Rania memiliki banyak aktivitas dari memasak hingga make over Tania. Setelah itu Rania pergi ke mall bersama teman-temannya. Saat sampai Rania menuju lobby menunggu Cillia, Denia, dan Raka. Setelah mereka kumpul semua, mereka menulusuri mall. Dan pergi ke kafe FLoz yang lagi hitz untuk makan, dan ghibah
"Tan, Lo tau ada gosip baru di kampus?" Tanya Cillia
"Ada gosip apa?" Ucap Rania bingung
"Itu Elisa Kimmy sekarang menjadi salah satu mahasiswi most wanted, penampilan berubah dari biasa menjadi kece badai, pakai barang branded, dan Mercedes, semua mahasiswa pada takjub" ucap Cillia
"Oh bagus itu, berarti sekarang gue udah dianggap mahasiswa biasa dong, nyaman lah hidup gue" ucap Rania santai sembari meminum jus apel
"Santai banget Lo, kirain marah Lo punya saingan" ucap Denia tak percaya
"Biasa aja kali, lagian kalau gitu gue jadi nyaman karena mereka pada merhatiin Elisa nggak gue lagi" ucap Rania percaya diri
"Lo salah Rania sayang, masih banyak kok mahasiswa yang perhatiin dan suka sama kamu" ucap Raka
" Masa' sih perasaan mereka biasa aja" ucap Rania
"Kamu yang nggak nyadar, sibuk kerja mulu sih"
"Ya gimana itu kewajiban gue sekarang"
" Tapi bagaimana bisa Elisa berubah drastis guys" ucap Rania kepo
"Itu karena dia dijodohkan dengan anak pemilik kampus kita yang bernama Adelio Pratama" ucap Cillia
"Kok gue kayak nggak kenal nama itu" ucap Rania
"Kita juga nggak tapi gosipnya dia itu kuliah S2 di Jerman, bentar lagi mau ke Indonesia dan menikah dengan Elisa" ucap Denia
"Daebak seperti Cinderella di dunia nyata, kebalikan gue dari princess menjadi Upik abu" ucap Rania
"Makanya pulang biar bisa jadi princess lagi" ucap Denia sambil menyeruput es teh manis
"Nggak, karena kalau gue pulang ke rumah ujung-ujungnya gue langsung dinikahkan dengan orang kenalan ortu, gue belum siap" ucap Rania ragu
" Menunggu siap kapan neng, tuh lihat Elisa aja menerima perjodohan kenapa lo nolak" ucap Denia
"Gue bukan Elis, lagian meski hidup pas-pasan gue senang bisa lakukan apapun yang gue mau " ucap Rania santai
"Terserah Lo lah" ucap Denia sembari memakan cheese cake
Mereka asyik menikmati makanan dan minuman sambil asyik ngobrol, selfie ria. Tanpa mereka sadari Revan yang berpenampilan santai celana jeans pendek, kaos hitam, sandal Adidas, jam tangan Casio, kacamata hitam, topi membuatnya semakin tampan dan muda. Revan duduk agak jauh mengamati mereka, melihat Rania tertawa lepas membuat dia bahagia. Saat Rania dan temannya akan meninggalkan kafe, ia meminta bill ke pelayan. Kemudian Revan membayar tagihannya dan tagihan mereka.
"Guys, yuk kita bayar" ucap Cillia
"Ok, kita patungan" ucap Denia
Mereka patungan, dan Denia mengambil bill ke pelayan. Namun, saat mau membayar ternyata bill telah dibayar. Ia terkejut dan pergi menghampiri teman-temannya
"Gimana udah bayar" ucap Cillia
"Nggak jadi guys, nih uang kalian" ucap Denia sembari mengembalikan uang
"Kenapa lo traktir kita" ucap Cillia
"Bukan gitu, kita dibayarin sama dia" ucap Denia menukik ke arah Revan
Rania dan temannya pun melangkah menuju ke Revan dan mengucapkan terima kasih, sementara Revan hanya menunduk. Setelah itu mereka pergi ke tempat bermain
"Guys, kok sepertinya aku nggak asing dengan orang yang tadi bayarin kita" ucap Rania
"Memangnya kamu kenal dia" ucap Denia
"Entahlah, tapi wajahnya seperti nggak asing, seperti siapa ya?" Ucap Rania menerka-nerka
"Jangan bilang itu mantan kamu Rania sayang" ucap Raka
"Apaan sih lo, gue nggak punya mantan cuma gebetan aja yang banyak" ucap Rania santai
"Tuh Rania nakal" gerutu Raka
"Nggak gitu juga, lagian kalau ada macam-macam, pasti habis ditangan Smith" ucap Rania
"Kapan Smith datang?" Ucap Cillia yang antusias
"Entahlah" ucap Rania santai
"Jangan ngomongin dia, gue nggak suka" ucap Raka kesal
"Memangnya kenapa?" Ucap Rania kepo
"Jadi begini Rania, kalau ada Smith otomatis Raka insecure, kan Lo tau Smith itu perfect tampan, pintar, pemilik perusahaan, apa kabar Raka" ucap Cillia
"Gue pulang dulu, bye" ucap Raka
"Ka, Lo kemana? Ucap Rania
"Ibu gue nyariin dah" ucap Raka pergi meninggalkan temannya
"Ngambek tuh"ucap Rania
"Gara-gara lo sih " ucap Denia sambil menyenggol Cillia
*****
Smith Andalas merupakan pengusaha tajir di usia muda, ia keturunan Indonesia dan Australia memiliki tubuh tegap, wajah rupawan, kulit putih, style ala Hwang In hyeop membuat orang-orang terpana. Smith sahabat baik Rania, Tania, Exel dan Vani.
Sekarang Smith memimpin perusahaan e-commerce Savin shop, perusahaan yang masuk ke dalam 10 besar e-commerce terbaik di Asia Tenggara. Smith bekerja keras menyelesaikan studi di salah satu Universitas ternama di Singapura. Ia berhasil mengendalikan pekerjaan dan belajar. Hanya tinggal satu masalah yakni cinta, dia berusaha untuk mendapatkan cinta Rania Tami, meski dulu sempat dulu sempat move on ke Angel, namun sayangnya Angel memutuskan pertunangan di tengah jalan. Membuatnya kembali berusaha mendapatkan Rania.