Revan dkk memasang gelang khusus dan masuk ke area WBL, perlahan mereka berjalan menulusuri area dalam WBL. Terlihat jelas antusias Tara dan Elisia mereka tak henti-hentinya memasang wajah ceria dan senyum manis. Apalagi melihat panorama menarik aneka satwa di dalam.
Hingga menjelajah sampai pada Aquarium raksasa yang terdapat aneka hewan laut langka seperti ikan hiu terbang, lumba-lumba, ikan pari, dsb. Adapula ular, penyu di tempat masing-masing. Elisia dan Tara pun semangat dan tak lupa berfoto di area khusus yang disediakan. Seperti saat ini Elisia dan Tara secara bergiliran berfoto di area dekat aquarium, jadi hasilnya seolah-olah ada di laut dikelilingi oleh ikan. Revan dan Adelio pun menjadi fotografer dadakan.
"Yang, sini fotoin yang bagus, bentar lagi giliran Tara" ucap Elisia yang antusias
"Bentar dulu, atur kamera, kamu nggak sabaran orangnya" ucap Adelio yang mengatur tingkat cahaya, suara, ukuran foto pada kamera yang dibawa
"Nanti keburu keduluan orang lain" ucap Elisia yang cemas kalau fotonya keduluan yang lain berarti harus rela antri.
"Bentar lagi" ucap Adelio yang berusaha sabar untuk mengahadapi sikap tergesa-gesa Elisia
"Yang bagus, awas jelek, nanti Tara juga kamu yang fotoin" ucap Elisia penuh semangat
"Nggak, biar Revan, kasihan nggak ada kerjaan" ucap Adelio santai menunjuk Revan yang sedang asyik memainkan handphone kesayangannya
"Ya, nanti tak fotoin Tara, jangan khawatir, hasilnya pasti lebih baik dari dia" ucap Revan menunjuk Adelio. Rasa kesal karena Adelio mengganggu aktivitasnya
"Apaan bro, kita buktikan saja. Sekarang persiapkan pose yang bagus Elisia sayang, jangan sampai kita kalah" ucap Adelio
"Ok sayang" ucap Elisia yang senang hati jadi model dadakan
"Umbar aja kemesraan terus, di depan umum, nggak malu" cerocos Revan yang bete karena terus menerus melihat kemesraan sahabatnya
"Nggak lah bro, iri bilang bro" ucap Adelio enteng
"Nggak cuma ngingetin" ucap Revan. Dalam hati "nggak salah, mesra di depan kaum jomblo bikin gegana aja"
"Kamera sudah siap, fokus ya El sayang" ucap Adelio dengan nada lembut
"Ok" ucap Elisia yang bersiap menampilkan gaya terbaik
Setelah itu Elisia berfoto dengan pose yang ceria dan menarik. Begitu pula dengan Tara yang tak kalah dengan menampilkan senyum indah. Adelio dan Revan melihat cewek-cewek happy merasakan kepuasan ternyata masih ada tipe perempuan sederhana yang tak memandang kebahagiaan dengan mengandalkan uang. Cukup liburan membuat tawa lepas dan menular ke orang terdekat.
"Lihat mereka berdua tampak bahagia menikmati liburan" ucap Adelio melihat duo cewek
"Iya seperti tak ada beban. Padahal di zaman sekarang biasanya perempuan hanya akan bahagia kalau menghabiskan uang di mall" ucap Revan yang berpikir bahwa sekarang banyak orang memandang kebahagian dari harta bukannya mensyukuri nikmat yang dimiliki
"Yap tipe seperti itu langka. Untungnya aku dapat satu" ucap Adelio senang
"Benar" ucap Revan
"Bro, lepaskan saja beban pikiran mu. Bersenang-senang lah dengan kami disini" bujuk Adelio yang mencoba membuat Revan menghilangkan penat dan menikmati liburan.
"Ok" ucap Revan
Revan dan Adelio berjalan di belakang Elisia, Tara. Keduanya bak bodyguard tampan dan gagah yang menjaga tuan putri tercinta. Sorot mata pengunjung lainnya menampilkan rasa iri dan kagum. Sementara Tara dan Elisia nampak biasa, mereka menikmati liburan kali ini. Perlahan Revan juga ikut santai dan melepaskan rasa resah.
Setelah keluar aquarium raksasa, mereka perlahan melangkah maju ke arah berbagai satwa lain yang tersedia. Kemudian menuju wahana permainan.
"Selanjutnya kemana yang?" Tanya Elisia bersemangat melanjutkan perjalanan
"Entahlah" ucap Adelio bingung mana wahana yang harus diikuti
"Wahana permainan seru kali bos" ucap Tara menyampaikan pendapat
"Nggak mood" ucap Revan
"Kalau menurut kolam renang asyik tuh" ucap Adelio
"Ok kalian cowok ke kolam renang sementara aku dan Tara akan menuju rumah kaca, rumah hantu, wahana permainan lainnya" ucap Elisia
"Kenapa nggak mau ikut yang" ucap Adelio
"Disana banyak pemandangan yang nggak bagus, gimana Tara setuju apa tidak? "ucap Elisia santai. Dalam hati "nanti lihat roti sobek bikin nggak konsen apalagi kalau ada cewek dekat-dekat honey, otw cemburu, liburan jadi nggak asyik"
"Aku setuju kamu El" ucap Tara sependapat dengan Elisia
"Terus gimana bro?" Tanya Revan
"Ikutin mereka dulu, nanti kita ke kolam renang" ucap Adelio. Dalam hati " aku yakin Elisia takut, pasti dia nanti nempel aku terus"
"Ok" ucap Revan
Akhirnya Revan dkk masuk ke rumah kaca. Dibawah kepimpinan Revan, mereka perlahan melewati rintangan. Hanya saja tiba-tiba Revan berhenti dan berbalik. Hal itu membuat Tara kaget menabrak Revan.
"Aduh sakit bos, oh hidungku" ucap Tara merintih
"Kamu itu Tara, nggak bisa lihat orang sebesar ini kamu tabrak, hah" ucap Revan
"Bos sih, tiba-tiba berhenti nggak bilang dulu, aku kan nggak bisa ngrem" ucap Tara membela diri
"Maaf, tadi sempat nggak konsen" ucap Revan
"Nggak apa-apa, tapi lain kali hati-hati bos" ucap Tara
"Iya, kamu jalannya pelan-pelan kalau perlu pegang tanganku, jangan sampai terjadi lagi" ucap Revan
"Ok, asal bos nggak juga nggak buat kesalahan" ucap Tara
"Iya tapi kamu jangan modus" ucap Revan. Dalam hati "modus, menarik apa Tara berani ya"
"Siapa yang mau modusin bos yang galak" ucap Tara yang tak terima jika dirinya difitnah berusaha mencari perhatian bos. "Secara bos rese' ngapain caper yang ada bikin kepala cenat cenut. Mending caper sama Lee Minho yang lebih segala-galanya" gumam Tara
"Kamulah, kan saya ganteng" ucap Revan percaya diri
"PD banget bos" ucap Tara kesal melihat tingkat kepedean Revan yang berlebihan
"Tentu saja" ucap Revan santai
Sementara Adelio yang ada dibelakang menggerutu dan ikut bicara
"Woi, cepetan biar cepat sampai, Jangan pacaran di tempat umum" ucap Adelio memperingatkan
"Siapa yang pacaran?" Tanya Revan
"Kalian lah"
"Huht"
Meski kesal Revan melangkah pasti diikuti Tara, Adelio dan Elisia. Melalui perjuangan yang sulit akhirnya mereka berhasil keluar dengan adanya suara keras pertanda berhasil menghadapi tantangan
"Alhamdulillah, kita berhasil, bos keren" puji Tara pada kemampuan bosnya
"Terima kasih Tara, kamu baru sadar kalau saya keren" pujian Tara membuat Revan bahagia dan bersemangat
"Baru aja dipuji langsung kepedean, benar-benar tak ketulungan" gerutu Tara yang merasa kewalahan akan sikap bosnya
"Suka suka saya" ucap Revan santai
"Ok, kalau gitu siap langsung ke tantangan berikutnya?" Tanya Elisia yang bersemangat
"Istirahat dulu yang" ucap Adelio
"Ok" ucap Elisia yang menyetujui
Revan, Adelio dkk istirahat sejenak di bangku kosong sembari memakan aneka snack ringan dan meminum jus yang dibeli di minimarket.