EP 16 Liburan 3

1014 Kata
Setelah istirahat sejenak, Revan dkk melangkah menuju wahana menyeramkan yakni rumah hantu. "Belum apa-apa rasanya bulu kuduk merinding, apalagi masuk" gumam Adelio dalam hati "Jadi masuk nggak sih yang, kamu menghalangi jalan aja" ucap Elisia kesal melihat tingkah laku ragu-ragu Adelio untuk maju ke depan "Kamu memangnya berani, mending balik lagi deh" bujuk Adelio yang nampak takut masuk rumah hantu tapi gengsi untuk menyatakan kebenaran pada sang calon istri "Aku berani begitu pula Tara, kalau kamu nggak berani balik sendiri aja, biar aku dan lain masuk" ucap Elisia yang percaya diri "Berani, siapa takut" ucap Adelio yang cemas. Dalam hati "sebenarnya takut tapi masa' kalah sama cewek apalagi kalau Revan sendiri, bisa menang banyak" Meski terasa lemas dan takut, Adelio mengikuti Elisia, Tara, Revan masuk ke rumah hantu. Rumah terasa gelap hanya ada beberapa penerangan kecil di tembok diiringi oleh suara yang menakutkan. Meski nyali Adelio ciut tetapi tetap kuat. Sementara Elisia dan Tara merasa sangat antusias. Revan yang memperhatikan gerak gerik duo cewek aneh mengerutkan kening "yang cowok takut yang cewek malah berani, dunia kebalik" gumamnya dalam hati Suasana semakin menegangkan tatkala muncul sosok dengan riasan menyeramkan apalagi ada cairan merah pekat yang melekat ditubuhnya, ada pula yang menyeret tubuh, ditambah banyak benda melayang, paling mengejutkan ada yang muncul secara tiba-tiba membuat jantung berdegup kencang. Setiap melangkah terasa sulit membuat Adelio semakin pucat, sementara Elisia dan Tara masih bisa saling berbisik merencanakan sesuatu. Dalam beberapa menit kini giliran duo cewek yang mengejutkan, dengan sengaja Tara menginjak baju salah satu orang Coldplay itu sementara Elisia muncul dengan gaya rambut semua terurai di depan membuat orang tersebut ketakutan dan lari yang membuat kostumnya sobek. Membuat duo cewek tertawa "Ha ha ha, lihat lucu banget, ide lo keren" ucap Elisia yang mengacungkan jempol pada Tara "Iya gue gitu" ucap Tara dengan sombongnya "Kalian jahil sekali" ucap Revan yang geleng-geleng kepala melihat aksi jahil duo cewek "Biarin" ucap Tara acuh tak acuh "Yaudah sekarang kita harus cepat keluar dari sini, kalian lihat Adelio sudah pucat pasi" ucap Revan yang melihat muka Adelio pucat dan nampak kehilangan banyak energi "Iya" ucap Tara yang melihat kearah Adelio "Ya ampun sayang, kamu harus kuat" ucap Elisia cemas melihat keadaan Adelio. Elisia tak menyangka Adelio menjadi seperti ini. Elisia memegang tangan Adelio yang berkeringat dingin "hmm" ucap Adelio rilih dan tak berdaya sehingga sulit berkata-kata Mereka melangkah pasti dan berhasil keluar dari rumah hantu dengan selamat. Kemudian pergi ke kursi dan meja kosong. Setelah duduk, Elisia memberikan Isoplus kepada Adelio "Yang minum gih, biar ion terisi kembali" ucap Elisia memberikan minuman "Iya, makasih yang" ucap Adelio yang membuka dan menyeruput minuman itu "Lain kali kalau takut bilang aja, nggak usah gengsi" ucap Elisia menguatkan sambil memegang tangan Adelio "Habis masa' aku kalah sama kamu sih" ucap Adelio dengan nada sendu. Adelio nampak malu pada Elisia karena mengetahui kelemahannya "Nggak masalah, pasangan itu saling melengkapi" ucap Elisia yang menyakinkan sambil mengeratkan genggaman "Iya yang" ucap Adelio. Dalam hati "ada baiknya juga uji nyali tadi, Elisia jadi perhatian sama aku" "Duh mesranya jadi iri" ucap Tara santai "makanya cari pacar" ucap Elisia yang mencoba memanas-manasi keadaan "Cari pacar nggak mood, maunya cari suami" ucap Tara santai. Menurutnya pacaran itu menyusahkan, lebih baik nikah. "Nih disebelah ngganggur" ucap Adelio yang menyorotkan netra ke Revan "Jangan libatkan saya, saya sudah punya calon sendiri" ucap Revan mantap "Sombong banget bro, pdkt aja gagal terus" ucap Adelio yang membuat Revan kesal "Jangan bahas" ucap Revan ketus "ck ck ck" ucap Adelio "Sabar bos, orang sabar disayang Tuhan" ucap Tara yang menenangkan suasana "Bukankah orang sabar pantatnya lebar" ucap Elisia memanas-manasi suasana "Cukup girl, kita boy mau renang, ya kan Van" ucap Adelio merasa ini sudah keterlaluan. Adelio juga merasa bersalah pada Revan. "Iya ditimbang disini jadi bahan gosip aja" ucap Revan yang tak mau para cewek membicarakan dirinya "Ok tapi sini dompetmu yang" ucap Elisia yang meminta dompet Adelio "Untuk apa?" tanya Adelio seakan tak tau niat Elisia "Untuk jaga-jaga agar kamu nggak jajan sembarangan" ucap Elisia ringan "Huhf" gerutu Adelio yang pasrah dan terpaksa memberikan dompetnya pada Elisia "Cewekmu pintar banget" ucap Revan mengacungkan jempol pada ide brilian Elisia "Udah jalan" ucap Adelio kesal Dengan langkah gontai Adelio mengajak Revan pergi ke kolam renang. Sementara Elisia dan Tara beranjak ke wahana permainan lain "Mau yang mana?" tanya Tara yang semangat 45 "Komedi putar, Paus Dangdut, Speed Flip, Tagada, Drop Zone, Jet Coaster" ucap Elisia antusias "Seru banget tapi nanti lihat pertunjukan lumba-lumba ya" ucap Tara yang suka melihat pertunjukan "Iya sekalian Bioskop 3D" ucap Elisia "Ok" ucap Tara setuju ide Elisia Tara dan Elisia mulai bermain dari komedi putar hingga permainan ekstrem Paus Dangdut, Drop Zone, Tagada, dan lain-lain. Sementara itu Revan dan Adelio membeli baju ganti terlebih dahulu dan berganti meluncur ke kolam renang. Meski memakai kaos tapi otot bidang terlihat karena kaos yang transparan. Hal itu membuat kaum hawa sulit menahan air liur sementara kaum Adam cemburu. "Aduh lihat keren banget tubuhnya" ucap cewek 1 melihat tubuh atletis Revan dan Adelio "Pemandangan indah tubuh atletis, rajin olah raga" ucap cewek 2 yang menambahkan "Iya, keren banget apa tunanganku bisa kayak gitu" ucap cewek 3 yang membayangkan tunangannya memiliki tubuh keren seperti itu pasti enak dipandang setiap hari "Hati-hati bicara, nanti tunanganmu marah" ucap cewek 1 mencoba mengingatkan "Iya khilaf" ucap cewek 3 yang menyadari kesalahannya "Lain kali mikir dulu sebelum bicara" ucap cewek 1 sindir sahabatnya "Iya tuh kamu harus menjaga persaaan pasangan" ucap cewek 2 yang juga sok bijak "Iya tapi bukannya kalian juga seperti aku, pasangan kalian juga cemburu tau" ucap cewek 3 tak terima jika hanya dia yang disalahkan "he he he" ucap cewek 1 dan 2 yang cengar cengir merasa tak berdaya . Mendengar ucap para cewek-cewek yang ada disana, Adelio mengerutkan kening sepertinya memahami alasan Elisia nggak mau ikut, karena takut cemburu dan merusak suasana bahagia saat liburan. Adelio menenangkan pikiran lalu mengikuti Revan berenang secara handal seperti seorang profesional tak amatir sama sekali dan membuat decak kagum orang yang menyaksikan aksi keduanya. Aksi keduanya membuat iri kaum Adam karena lagi-lagi membuat mereka kehilangan perhatian dari orang tersayang disebelahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN