Siang bolong begini bukannya makan, Deirdre malah menopang dagu dengan dahi mengernyit di meja makan. Kemudian, ia ganti posisi, mengetukkan kedua jemarinya di atas meja dengan resah. "Apa Enrique sudah mengatakannya? Bagaimana dengan tanggapan kak Ciara?" gumamnya sambil menggoyangkan kedua kakinya. Lalu, tiba-tiba ia beranjak dari kursi. Berjalan mondar-mandir sembari menggigit jemarinya. Ia cemas pada perasaan Ciara, jika Enrique sampai melakukan niatnya itu. Ia menghela napas panjang. Apa ia telepon Enrique saja? Tapi takutnya mereka sedang mengobrol, dan hanya merusak suasana saja. Langkahnya berhenti, lalu bergidik. "Jika Ciara sampai tahu bahwa aku wanita yang menyebabkan Enrique memutuskan pertunangan mereka, apa dia akan membenciku?" gumamnya, wajahnya sampai memucat. Tuh

