"E? Nama yang aneh," gumam Ciara. Gadis itu berpikir, kemudian senyumannya terkembang ketika sebuah dugaan muncul dalam kepala cantiknya. "Pasti 'E' ini pacarnya Deirdre?" gumamnya berbicara sendiri. "Em ... apa aku angkat aja, ya? Aku jadi pengin tahu, siapa si 'E' ini? Ciara pun akhirnya mengusap tombol hijau, lalu menempelkan ponselnya ke telinga. Ia hanya diam saja, mendengar suara si penelepon. "Halo, Dei?" sahut si E itu. Ciara tertegun sejenak, seolah si E terdengar tidak asing di telinganya. Deirdre baru saja keluar dari kamarnya. Sepertinya, ia menyadari ponselnya berdering. Lalu, ia melirik Ciara yang sedang menempelkan ponsel miliknya ke telinganya. Dei terhenyak, waswas jika yang menelepon adalah Enrique. Dei langsung melesat ke hadapan Ciara, dan sontak merenggut pon

