Wajah pria berjaket putih mendapatkan semburan segelas air dari Tania yang murka. Ia terkejut, tetapi hanya menunduk sesal karena sudah gagal dalam melakukan tugas. "Apa bonus dariku membuatmu melayang? Kau jadi malas bekerja, gitu?" bentak Tania, gila rasanya mempekerjakan manusia tidak becus sepertinya. "Maaf, Nyonya. Tapi, saya tidak bisa menerobos lampu merah karena polisi," jawab pria itu, suaranya memelan. "Persetan sama polisi! Terobos aja! Kalau ditilang, tinggal kasih uang tutup mulut saja. Saya yang akan mengganti uang kamu itu!" sahut wanita itu, suaranya sangat kencang dan menggema di telinga pendengarnya. Pria itu hanya mengangguk. Tania tidak puas, ia duduk di kursinya sambil memijat keningnya, menghela napas kencang. Jemarinya yang kukunya dicat merah, digerakkan ke arah

