Denting bel yang bergelantungan di atas pintu berbunyi kala pintu dibuka. Ciara memasuki toko kecil di salah satu pertokoan di tengah kota. Seorang pria mendongak, membuka kacamata, dan meninggalkan kunci yang sedang dibuatnya. Dia tersenyum semringah sambil menghampiri Ciara. "Selamat datang, Nona," sapanya. "Kenapa Nona repot-repot ke sini, padahal Nona bisa meminta saya mengantarkan kuncinya." "Aku sekalian mampir," jawab Ciara, tersenyum ramah seperti biasa meski pria itu tidak sederajat dengannya. "Mana kuncinya?" Sebentar, ya, Nona." Tukang kunci itu bergegas ke balik meja tempatnya melakukan pekerjaannya. Dia meletakkan kunci yang diminta oleh Ciara untuk menduplikatnya di dalam sebuah laci khusus. Ada dua buah kunci yang dibuatnya. "Ini, Nona." Pria itu kembali, lalu member

