Jum'at malam "Tumben sekali Enrique mengajak kita makan malam di restoran," kata Grace sambil menatap suamiya, tersenyum riang karena bisa kembali bertemu dengan anaknya. Tuan Wijaya menatapnya sambil tersenyum juga. "Ya, mungkin karena dia mau mengumumkan sesuatu?" timpalnya berkomentar. "Mungkin soal rencana pernikahan?" "Ah! Kalau memang benar, aku senang sekali," sahut Grace, menangkupkan kedua tangannya. "Aku tidak sabar melihat Enrique dan Ciara menikah." "Akupun." Kedua pasangan tua itu menatap bahagia sambil berpegangan tangan. Mereka tidak tahu soal keretakan hubungan Enrique dan Ciara. Mobil mewah hitam yang membawa mereka melaju menuju sebuah restoran Prancis dalam waktu sekitar 10 menit. Enrique sudah memesan ruangan khusus untuk melakukan pertemuan makan malam ini. Be

