"Kaca yang retak tak perlu kuat kau genggam. Karena dia akan pecah dengan sendirinya. Pun aku, telah hancur oleh harapanku sendiri." ============ Lintang menuruni anak tangga perlahan menuju ruang makan. Dia belum terlalu mengenal bagian rumah Satya. Rumah itu terlalu besar untuk ditinggali seorang diri saja. Terdiri dari dua lantai di mana kamarnya dan Satya berada di lantai kedua. Awalnya Lintang heran bagaimana cara pria tersebut turun naik dengan mudah, mengingat kondisinya yang berada di kursi roda. Namun, Erna--asisten rumah tangga--menjelaskan bahwa di kamar pria itu terdapat lift pribadi yang akan mempermudah mobilisasinya. Begitu menapak di anak tangga terakhir aroma roti bakar mengelitik penciuman Lintang. Dia hapal betul selai apa yang dipakai. Aroma kacang dan coklat membuat

