Perjanjian

892 Kata

"Aku tak ingin menjadi malammu atau senjakala. Hanya ingin menawarkan bahu untukmu bersandar agar kau merasa nyaman." ============= "Terima kasih atas bantuanmu." Satya mengakhiri sambungan teleponnya saat mendengar lenguhan dari mulut Lintang. Pria itu menggerakkan kursi rodanya mendekati brankar tempat wanita itu terbaring lemah. Dia tak habis pikir kenapa wanita itu menggila. Lintang yang pergi begitu saja dari pertemuan membuat Satya heran. Dia menghubungi Mang Udin yang menunggu di dalam restoran untuk mengikuti Lintang. Laporan pria paruh baya itu membuat Satya mengakhiri pertemuan bisnisnya lebih cepat. Dengan bantuan Mang Udin, mereka mendobrak pintu toilet yang dijadikan Lintang untuk melampiaskan kegilaannya. Wanita itu tidak tahu jika restoran itu milik Satya, hingga tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN