Anita terus memperhatikan arah mobil yang ditumpangi Lintang. Dia bertanya-tanya, kenapa wanita itu terlihat semakin cantik? Apa perceraian tidak membuatnya bersedih? Mengingat dia masih melihat sorot terluka di mata Lintang saat bertemu di pengadilan agama. Mengapa cepat sekali wanita itu berubah? Lagi-lagi Anita dibuat takjub saat mobil mewah itu berbelok masuk ke dalam komplek perumahan mewah. Dia bahkan tidak bisa bisa masuk begitu saja. Saat melewati pos sekuriti, ojek yang ditumpangi Anita diminta berhenti. Salah seorang petugas keamanan mempertanyakan kepentingan Anita masuk ke dalam komplek. Anita tidak hilang akal, dia menyebut nama Lintang. Tentu saja sang sekuriti mempersilakan dia masuk. Sempat kehilangan jejak, Anita memergoki Lintang keluar dari mobil, sambil menenteng bar

