"Sakit hati adalah fitrah manusia bila terluka. Tetapi, menjadi pendendam adalah pilihan." ============== Lintang tak henti menciumi pipi sang putri. Tiga bulan tidak bertemu membuat kerinduannya menggunung. Gayatri pun seolah mengerti perasaan sang bunda. Bocah itu bergelayut manja di d**a Lintang. Tak henti berceloteh, meski tidak jelas apa yang dia katakan. "Dia sangat merindukanmu." Suara Handoko menginterupsi kemesraan ibu dan anak tersebut. Lintang acuh, dia sama sekali tidak berminat menanggapi ucapan mantan mertuanya tersebut. Hatinya masih berdenyut sakit mengingat apa yang telah dilihatnya di restoran dua minggu yang lalu. "Lintang, Papa minta maaf. Papa tidak bermaksud memisahkanmu dengan Gayatri. Semua Papa lakukan agar masa depan Gayatri tidak terombang-ambing." Lintang

