Pandangan mata Joe berkeliaran mencari sosok perempuan yang dicintainya. Sambil berlarian ia melirik jam tangannya. Belum jam sepuluh malam. Itu artinya pesawatnya belum berangkat. Masih ada satu jam untuk memperbaiki semuanya. Dimana kamu Rose? Diedarkan padangan matanya sekali lagi. Saat itulah ia menemukan sosok yang dicarinya bangkit dari duduknya dengan sebuah koper besar ditangannya dan hendak menuju gate keberangkatan. "Rose!!!" panggilnya sekuat tenaga. Yang dipanggil menoleh. Matanya membesar ketika menemukan sosok yang memanggil namanya. "Ba-bagaimana bisa?" Sesampainya di hadapan Rose, sambil terengah-engah Joe berusaha untuk mencari kesempatan untuk mengeluarkan suaranya. "Jang...an pergi... aku mohon..." cegahnya terbata. "Sudah terlamat. Sebentar lagi pesawatku akan ber
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


