"Joe... please," mohon Rose lirih. "Lepaskan aku." "Tidak," bisik Joe. "Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, Rose." Rose menelan salivanya dengan sulit. Ada kebahagiaan sekaligus kesedihan di dalam hatinya. Rasanya ia adalah wanita paling bahagia saat ini. Sekaligus wanita paling jahat di dunia ini. "Aku mohon. Demi anak kita..." Kalimat terakhir Rose sukses membuat pelukan Joe mengendur hingga akhirnya terlepas. "Mengapa Rose? Aku tidak mengerti." Rose membentuk senyum tipis di bibirnya. Lalu memiringkan tubuhnya sehingga mereka saling berpandangan. "Karena sejak awal kamu bukanlah untukku." Sesak mulai memenuhi dadanya ketika Rose mengucapkan kalimat itu. Begitu juga dengan matanya yang mulai memanas. Tapi sebisa mungkin Rose menahan semua itu. Ia tetap harus kuat. "Aku sud

