Sejak malam itu Joe selalu berada di sisi Rose sepanjang malam. Layaknya seorang suami sebenarnya. Memeluk tubuhnya seakan tak ingin melepaskannya. Namun, Rose sadar semua kehangatan yang selama ini diterimanya dari pria itu hanyalah semu dan sementara. Nyatanya hati kecilnya selalu memperingatkannya untuk tidak jatuh ke dalam lubang yang jelas-jelas terlihat olehnya. Seperti malam ini, jam 7 malam Joe sudah berada di rumah. Padahal biasanya pria itu baru akan pulang jam 9. Selama 2 jam dia akan menghabiskan waktunya di rumah Jasmine. Tapi hari ini sangat berbeda. "Tumben sudah pulang? Memangnya Jasmine ke mana?" Seingatnya Jasmine sudah pulang dari rumahnya jam 5 sore. Joe melonggarkan dasinya dan duduk di sisi Rose. "Ke rumah mama," jawab Joe singkat. Kening Rose bertautan. Amarah t

