Dipandangnya sekali lagi koper cokelat yang sedang digenggamnya. Selangkah lagi, selangkah lagi Rose melangkahkan kakinya melewati pintu kamar yang masih tertutup rapat. Bisa dipastikan akan ada tiga orang yang akan kecewa dibuat olehnya. Rose bergeming. Hati dan pikirannya sedang berdebat. Haruskah ia memilih untuk keluar dari kebodohannya sendiri atau melanjutkan semua ini? Tapi, berapa kali ia mencoba untuk mengakhiri semua ini, berapa kali juga ingatan akan senyum bahagia Jasmine melintas di dalam benaknya. Rose memejamkan matanya. Ia yang memulai, berarti dia juga yang harus mengakhiri. Perlahan ia melepaskan cengkeramannya pada koper dan mengangguk pelan beberapa kali. "Aku akan mengakhirinya. Setelah itu aku akan pergi dari sini. Ya, memang sudah seharusnya seperti itu." *** Kees

