5. Ide Luna yang gila

1118 Kata
Luna berlari langsung dan mencari halaman belakang dengan cepat sekali, dia mencari-cari terus tanpa menyerah halaman belakang rumahnya.   "Ah pasti ini , iya aku yakin pasti ini!!" ucap Luna dengan nafas terengah-engah lelah karena dia lari-lari dari tadi menghindari Anna yang mengejarnya.   "Gimana cara naiknya?" Luna melihat lihat-lihat lingkungan disekitar nya, san tak lama kemudian Luna menemukan tangga.   "Ah itu tangga, pasti jatuhnya disini aku yakin sekali!" ucap Luna lalu mengambil tangga itu. Setelah itu Luna pun langsung memanjat naik ke atas atap rumah menaiki tangga yang dilihat nya tadi   "NONA TURUN NONA!" Anna telah sampai ke halaman belakang menyusul Luna dan disana Anna langsung berteriak untuk memberhentikan yang sedang berusaha untuk naik keatap kediaman nya.   "NONA TURUN NONA!" teriak Anna lagi.   "Sudahlah Anna tidak apa apa mari kita selesai kan semua ini!, aku yakin nanti disaat aku jatuh aku akan terbangun di dunia ku!" ucap Luna kepada Anna yang berada di bawah.   "TOLONG TOLONG!" teriak Anna.   Lalu beberapa saat kemudian datang lah para Pengawal dan para Pelayan disana, mereka menyaksikan luna yang akan loncat dan mereka pun khawatir sekali kepada Luna.   Mereka pun yang menyaksikan itu semua nya mencoba memanggil Luna agar dia membatalkan niat untuk melompat dari atap lagi.   "NONNA TURUN NONA!"   "NONA TURUN LAH NONNA!"   "NONA HIDUPMU HANYA SEKALI NONA!"   "NONA KU MOHON TURUN LAH NONA"   "NONA JANGAN LAH ANDA MELAKUKAN PERBUATAN SEPERTI INI!"   "NONA AYO TURUN LAH NONA, KAMI SANGAT MENYAYANGI MU NONA!"   "NONA KU MOHON NONA!" Anna sangat sedih dan menangis melihat Luna seperti itu, itu semua karena Anna adalah pelayan Tan Luna mereka telah bersama sejak kecil jadi dia tidak pernah membiarkan Tan Luna kesakitan.   Ya walaupun dia tahu itu bukan nona nya Tan Luna, tetapi setidaknya siapapun itu dia sedang memakai tubuh nonanya.   "Ah kalian ini berisik sekali" teriak Luna dari atas.   "Oke sekarang hanya harus melompat dari sini"   "Aku yakin ini akan sakit tapi.. "   "Ah sudah la demi pulang aku akan melakukan semua nya!"   "Aku yakin setelah ini aku akan terbangun di dunia ku!"   "Oke .. 1 2 3" Luna berlari tapi setelah itu dia berhenti dan melihat kebawah terlebih dahulu.   "Uuu,wow, ternyata tinggi juga hoho"   Melihat ketinggian nya Luna menjadi berfikir 2 kali untuk terjun ke bawah, tapi sayangnya keputusannya sudah bulat dan dia sudah nekat untuk melakukan ini semua.   "Tidak tidak jika ingin pulang hanya ini aku harus mencobanya!"   "Baiklah.. 1... 2... 3"   "AKKKKKKKKK"   Dan Luna pun melompat..   ~~   "AKKKKKKKK" Luna tersadar dan berteriak.   "Aww.. sakit" ringis Luna sambil memegang tangannya,ya tangan Luna cedera karena dia jatuh dari atap tadi.   "Nona anda sudah sadar!" teriak Anna.   "Eh, aku.. aku?" Luna bingung.   "AKU MASIH ADA DISINI?!!" Luna terkejut bukan main karena ternyata rencananya ini tidak berhasil, dia sangat kebingungan kenapa rencananya tidak berhasil padahal dia telah yakin bahwa cara ini akan berhasil.   Karena dia lihat di drama-drama yang dia tonton jika mereka seperti ini, itu hanyalah mimpi. Lalu cara untuk menyadarkan nya itu dengan cara membangunkan mimpi tersebut dan siapa sangka ternyata cara ini tidak berlaku untuknya.   "Gawat gawat gawat" ucap Luna.   "Anna? kamu Anna? masih Anna?" tanya Luna.   "Iya nona aku Anna, aku mohon jangan lah melakukan seperti itu lagi" jawab Anna yang sangat mengkhawatirkan Luna.   "OMG CARA INI TIDAK BERHASIL!!" teriak Luna.   "Luna! apa maksudmu? kamu ingin bunuh diri lagi?" Tanya Tan Gu yang juga berada disitu.   "Tidak! aku hanya ingin mencoba pulang aku ingin pulang!" jawab Luna.   "Luna kamu tidak usah seperti ini lagi! terima saja pernikahanmu ini, jika tidak kita semua akan kena hukum!" ucap Tan Xing.   "Apa? dihukum?" tanya Luna.   "Iya nona kita akan dihukum jika anda tidak menikah dengan Pangeran" jawab Anna sambim menunduk.   "Gawat, gawat" cemas Luna.   "(..Aku sudah terjebak di dunia ini dan aku akan dihukum jika aku tidak melakukan ini, apa boleh buat sekarang hanya bisa bertahan hidup disini!..)" cemas Luna dalam hati nya.   "Hmmm" Luna hanya berucap seperti itu.   "Luna kamu sangat menyebalkan!" Teriak Lina.   Dan tiba tiba..   "Ada apa ini?" tanya seseorang yang datang.   Semua orang menoleh kepada orang yang bertanya seperti itu.   "Selamat datang Pangeran" semua orang disana (kecuali Luna) langsung mengucapkan salam dan langsung membungkuk tanda memberi hormat seperti itu saat melihat orang tersebut.   "RUI!" teriak Luna.   Sekarang yang di liat Luna adalah Rui, ya Rui adalah orang terakhir kali yang membantunya mengerjakan tugas sebelum dia terlempar ke dunia ini.   "Luna tenang lah Luna" ucap Rui yang mencoba menenangkan Luna.   "Bisakah kalian semua keluar?" tanya Luna.   Lalu semua orang yang ada disana pun menuruti permintaan Luna, lalu mereka semua pergi meninggalkan Luna bersama pangeran.   "Rui,rui!"   "Ini aku Rui, Luna!"   "Rui ayo ajak aku pergi dari dunia ini Rui"   "Rui aku, aku gatau kenapa aku bisa terjebak didunia ini Rui ayo pulang!" Luna melontarkan perkataan secara bertubi-tubi dan membuatnya bingung.   "Tenang lah Luna. Aku Li Rui sejak kapan kamu memanggilku Rui?" tanya orang tersebut.   "Li Rui? gawat, gawat kamu bukan Rui sama seperti Anna yang bukan Jinna." ucap Luna terkejut.   "Luna maaf kan aku Luna aku tidak bisa menepati janji ku, kamu harus menikah dengan kakak ku Mo Yang" ucap Li Rui merasa bersalah.   "Kakakmu? Mo Yang kakakmu?" tanya Luna balik dan dia tampak sangat terkejut sekali   "Kenapa kamu? Iya, kamu udah tau semua nya dia adalah kakak ku" jawab Li Rui.   "Gawat gawat gawat, emang benar kamu bukan Rui Pergi lah kamu sama saja tidak membantu sama sekali" ucap Luna kepada Li Rui karena dia sangat marah dengan semua ini.   "Tapi Luna?" ucap Li Rui lagi.   "Sudah, stop jangan berbicara lagi aku tau kamu seperti mereka juga kamu tidak bisa membantu ku untuk pulang" ucap Luna dan dia tampak mondar-mandir gelisah sekarang.   "Lun tenang lah Luna, ini rumahmu Luna kamu mau pulang kemana lagi?" tanya Li Rui   "Ah kamu tidak mengerti, sudah aku bilang kamu sama seperti mereka" jawab Luna   "Keluar lah aku ingin sendiri" usir Luna.   "Tapi Luna aku khawatir kepada mu, kamu masih tidak sehat dan kamu baru saja terjatuh lagi Luna" Li Rui sangat mencemas kan nya.   "Ah aku tidak apa-apa dan terimakasih telah mencemaskan ku dan juga terimakasih banyak telah membantuku mengerjakan tugas" ucap Luna.   "(..Ah iya jika aku ikut Rui pulang dengan nya aku pasti sekarang tidak ada disini, pasti aku sudah ujian sekarang..)" gerutu Luna dalam hati, dia sangat menyesali itu.   "Keluar lah aku ingin sendiri, aku butuh waktu sendiri apakah kamu tidak kasihan kepada ku?" tanya Luna dengan logat yang malas.   "Baiklah jika seperti itu" setelah itu pun Li Rui pun pergi, dan Li Rui pergi dengan perasaan aneh dan bertanya-tanya dalam hati. Li Rui merasa tingkah laku Luna ini seperti tidak biasa nya.   "Sial sekali aku ini, apa salahku tiba-tiba nasibku menjadi seperti ini?" tanya Luna kepada dirinya sendiri.   "Yang aku inginkan menyelesaikan masalah ku, bukan nya terlempar ke masa lalu!" Gerutu Luna dia sangat kesal sekali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN