6. Pengakuan Luna dan Anna

1052 Kata
"Sial sekali nasib ku" gerutu Luna kembali.   Luna sedari tadi tidak berhenti menggerutu dan protes kepada dirinya sendiri akibat masalah ini.   "Nona apakah anda sudah selesai berbicara?" tanya Anna yang baru masuk kedalam kamar Luna.   "Sudah-sudah sini aku akan memberitahu kepada mu semuanya!" ucap Luna penuh penekanan di akhir kata nya.   "Ada apa lagi nona?" tanya Anna.   "Begini aku akan menceritakan secara detail, semua nya dan aku harap kamu akan mengerti semuanya yang aku bicarakan!" jawab Luna.   Lalu Anna hanya mengangguk dan duduk di depan Luna, lalu Luna mulai menjelaskan secara detail atas siapa dirinya sebenarnya.   "Oke... pertama-tama aku ucapkan terima kasih banyak yang sebesar besarnya karena kamu adalah orang yang sangat perhatian kepada ku, kamu tidak sebagai Jinna atau pun Anna kamu tetap baik."   "Yang ke 2, hhh..." Luna menghelas nafas.   "Nama ku An Luna, dari tahun 2021"   "Aku berumur 20 tahun kuliah di semester 4 yang akan naik semester 5"   "Aku sedang kesusahan duit sekarang ya! aku sangat kesusahan duit sekarang. Dan kamu Anna mirip sekali dengan teman ku yang meminjamkan uang kepada ku" ucap Luna dengan panjang lebar.   "(..Mungkin juga Mukamu mirip dengan Jinna karena untuk mengingatkan ku untuk segera membayar hutang kepadanya!..)" gumam Luna dalam Hati.   "Ah oke yang ketiga, aku mengalami banyak hal yang sangat aneh disini, dari nama ku berubah dan lain sebagainya."   "Yang keempat.. aku yakin kalian adalah orang yang aku kenal kecuali Mo Yang dan Fumo, aku mengenali kalian semua dan keluarga ku disini adalah keluarga ku juga di tahun 2021"   "Dan yang kelima.. aku terlempar kesini karena aku membantu seseorang yang akan melompat dari atap rumah tetapi akulah yang terjatuh"   "Jadi kesimpulannya, aku bukan lah Tan Luna dan aku bukan lah nona mu maaf kan aku Anna" ucap Luna, dan  itu adalah penjelasannya terakhir.   Anna mendengar dan mencerna semua perkataan Luna, dia mendengar nya sambil menahan air mata yang sudah ditahan nya sejak dari tadi.   "Jadi dimana nona ku?" tanya Anna sambil menangis.   "Aku tidak tahu, hey kamu jangan lah menangis disini seharusnya aku yang menangis, karena aku tidak bisa pulang" jawab Luna sambil mengeluarkan air matanya  juga.   "Anna aku adalah seorang mahasiswa yang sedang butuh uang biasa, dan tidak ada yang spesial dengan ku. Dan juga aku bekerja di tempat pengiriman nomer 1 di kota ku hanya itu saja." ucap Luna lagi.   "Jadi kamu bukan lah nona ku?" tanya Anna Lagi untuk memastikan, Luna yang mendengar pertanyaan Anna itu langsung di jawab dengan menggelengkan kepala nya tanda dia berkata "tidak"   "Aku tau ini berat bagimu tapi ini juga sungguh sangat berat bagiku, kenapa? karena aku tidak mau ada disini dunia ku bukan di sini Anna" tambah Luna.   "Jadi bagaimana ini sekarang?" tanya Anna, dengan air mata yang kekuar deras dari mata nya.   Sekarang kedua nya nampak kebingungan mencari cara untuk mengembalikan An Luna ke dunia nya, dan juga mereka memikirkan cara agar Tan Luna kembali.   "Begini saja sekarang karena kita tidak tahu bagaimana mengembalikan semua ini, aku akan bersamamu selalu disini tenang saja kita berteman sekarang!" jawab Luna untuk menenangkan Anna juga karena ia tidak tega melihat Anna yang begitu cemas.   "Hmm.. baiklah tapi aku dan nona ku sudah bersama sejak kecil bagaimana aku bisa melupakanny ." ucap Anna dengan nada yang sangat sedih sekali.   "Anna disini yang menderita bukan hanya kamu saja aku juga disini sangat menderita, aku disini dengan orang asing dan lingkungan asing. Ya meskipun kalian keluarga ku tapi tetaplah ini asing bagiku" balas Luna, karena dia pun sangat tertekan karena semua ini.   "Ya sudah kalau gitu kita berteman saja ok! jangan panggil aku nona, panggil aku Luna saja oke?" tanya Luna.   "Apa itu Oke?" Tanya Anna balik.   "Hahhh kalian kuno sekali, oke itu bahasa inggris berarti ya" jawab Luna.   "Oke?" tanya Luna lagi.   "Oke" jawab Anna.   "Baiklah sekarang kamu jangan khawatir anggap saja aku nona mu sambil kita mencari cara untuk mengembalikan ini ke semua nya, dan juga kamu tenang saja kamu akan aman bersamaku kau tidak perlu takut siapa pun" ucap Luna kepada Anna.   "Iya baiklah,aku juga akan menjaga mu karena bagaimanapun juga ini adalah tubuh nona ku" balas Anna.   "Ya, ya suka-suka kamu lah" Kata Luna.   "Ah iya Luna sebenarnya yang harus menikah itu kakakmu Lina bukan kamu" ucapan Anna tersebut membuat Luna terkejut bukan main.   "APA KAMU BILANG?! HARUSNYA LINA YANG NIKAH?! APA APAN INI?!" Luna berteriak sangat kencang karena dia sangat tidak terima dengan semua ini.   "Ssstt, jangan berisik Luna apakah kamu mau dihukum?" Tanya Anna.   "Tidak tidak... cepat ceritakan kenapa harus aku yang menikah?" tanya Luna penasaran.   "Hm.. aku tidak tau pasti tapi yang jelas nona Lina dan dirimu sangat berbeda, ia sangat dimanja oleh nyonya dan tuan."   "Jadi pada saat nona Lina di beritahu bahwa ia akan dijodohkan oleh Pangeran Mo Yang, dia sangat menolak keras karena rumor yang kesebar itu."   "DIa takut kepada Pangeran, ia berkata seperti itu kepada kedua orang tuamu."   "Karena kedua orang tuamu tidak mau menerima hukuman jadi kamu lah sebagai pengganti nona Lina, jadi seperti inilah kamu yang akan menikah Luna" jelas Anna.   Sedari tadi mendengar pernyataan Anna, Luna sudah emosi dia mencoba menahan emosinya agar ia tidak mendatangi Lina dan memberikannya ia pelajaran.   Disaat seperti ini yang Luna inginkan adalah meremas muka Lina, menjambak rambut Lina karena kemarahannya sudah di ubun-ubun.   "MENYEBALKAN SEKALI SUNGGUH MENYEBALKAN!" Teriak Luna.   "Sssttt Luna jangan teriak teriak ingat kata ku" ucap Anna yang mencoba untuk menenangkan Luna.   "Ah iya bukankah itu penipuan?, apakah Mo Yang tau semua ini?, apakah dia tau aku bukan lah putri pertama keluar Tan melainkan Putri kedua keluarga Tan?" tanya Luna.   "Ah itu aku juga tidak tau dan tidak bisa menjawab dan tidak berani menjawab" jawab Anna dan menunduk.   "Bukan kah ini masalah Anna? bagaimana jika Pangeran tau atau Kaisar tau? akankah kita di hukum? atas penipuan ini?" tanya Luna lagi kepada Anna yang sedikit cemas.   "Aku tidak tahu tentang ini, aku hanya Pelayan aku hanya mengikuti kalian saja" jawab Anna dengan gugup.   "Haishh bagaimana jika kita ketahuan?, pasti ini akan sangat rumit bagaimana ini" ucap Luna dan bisa terlihat disini Luna mulai lumayan cemas.   "Ah tenang lah Luna kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi, sekarang kita turuti saja perkataan nyonya dan tuan" balas Anna karena dia juga tidak tahu apa yang harus di lakukan nya.   "AN LINA! ah bukan-bukan, TAN LINA! TIDAK DI DUNIA INI TIDAK DI DUNIA SANA KAMU SANGAT MENYEBALKAN DAN MENYUSAHKAN!" teriak Luna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN