"LUNA!" teriak Lina yang tiba-tiba datang.
"Apa?!" Jawab Luna ketus.
"Kamu sangat tidak sopan!" tegur Lina.
"Untuk apa aku sopan kepada orang yang suka menyusahkan orang lain!" ucap Luna kepada Lina dengan nada yang ketus lagi dan lagi.
"LUNA KAMU!" Lina sudah mengangkat tangan nya sebelah, dia akan menampar pipi Luna.
Tetapi usaha Lina tersebut di gagalkan oleh Anna, dIa melihat nya dan langsung segera mengalihkan pembicaraan.
"Maaf nona, nona Luna akan ber siap-siap sebaik nya anda menunggu di luar." Anna mengalihkan Lina agar Luna bisa selamat darj tamparan itu, lalu Anna langsung membungkuk memberi hormat kepada Lina.
"Kamu! lihat saja nanti!" setelah berkata seperti itu Lina langsung keluar dari kamar Luna.
"Luna jangan teriak-teriak seperti tadi dan kamu juga harus bersikap sopan, untung saja aku tau apa maksud dia datang ke sini" ucap Anna kepada Luna.
"Aishh... dia menyebalkan ngapain hormat ke orang kayak gitu, juga apa tujuan dia kesini? emang aku teriak kencang ya tadi?" Tltanya Luna kepada anna.
"Pokok nya jangan teriak seperti itu lagi ya, juga pasti ia kesini ingin memberitahu kepada mu agar bersiap lah ini sudah waktunya" jawab Anna.
"Bersiap? waktu nya? waktu apa?" tanya Luna bertubi-tubi kepada Anna.
"Hari ini adalah hari pernikahan mu Luna, mari bersiap kami sudah menyiapkan semuanya" jawab Anna.
"Nikah? hari ini?! kenapa cepat sekali?" tanya Luna lagi.
"Luna kamu pingsan dari kemarin malam, kami sangat khawatir" jawab Anna.
"Cihh.. khawatir apaan" gerutu Luna.
"Sudahla Luna mari bersiap sekarang" ajak Anna kepada Luna.
"Hmm yasudah cepat-cepat" jawab Luna ketus.
Setelah itu Luna pun bersiap-siap, dia di dandan ni oleh Anna dan di bantu juga oleh Anna untuk memakai baju pernikahan nya.
Luna memakai baju pernikahan warna merah karena setiap pengantin disana bila menikah pasti menggunakan baju warna merah.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Luna selesai juga.
"Baiklah nona kita sudah selesai" ucap Anna memberitahu Luna.
"Hm.. waaa cantik sekali aku waahhhh" Luna sangat kagum kepada diri nya karena dia sangat cantik memakai baju tersebut dan sangat cantik, juga karena polesan make up yang di berikan Anna.
Sangat natural sekali.
"Baiklah nona mari kita keluar" ajak Anna kepada Luna karena setelah ini mereka akan berangkat ke Istana untuk pernikahan yang akan di selenggarakannya.
"Hmmm" jawab Luna dingin dia sebenar nya sangat tidak mau dan dia sangat berat untuk melakukan ini.
Bila seperti ini bukankah dia seperti keluar dari jurang dan terperosok ke dalam jurang yang lebih dalam?, kata-kata itu sangat pas sekali dengan keadaan Luna saat ini.
~~
Sekarang keluarga Tan sedang di aula utama kediaman Tan untuk mengantar Luna berangkat menggunakan kereta kuda yang sudah di sediakan dari Kerajaan.
"Wahhh delman nya sangat bagus sekali!" Luna sangat suka melihat kereta kuda tersebut menurut nya itu sangat indah.
"Luna jagalah sikap mu di istana nanti, jangan mempermalukan keluarga Tan dan juga ingat kamu adalah calon Permaisuri" ucap Tan Xing (Mama Luna.) yang memberi peringatan kepada Luna.
"Hmm aku tau itu" jawab Luna dingin.
"Luna kamu!" ucap Lina kesal.
"Sudah lah sudah lah" Lina di beri peringatan oleh Tan Gu (Ayah mereka) agar tidak mencari masalah dengan adik nya yang akan berangkat itu.
"Baiklah semua nya sudah siap, berhati-hatilah di jalan" ucap Tan Gu kepada Luna.
"Kalian? kalian tidak ikut?" tanya Luna.
"Tidak kami tidak ikut, tapi kami esok akan berkunjung kesana" jawab Tan Xing.
"Sangat jelas sekali kalian menjual ku cihh..." gumam Luna.
"Ada apa Luna?" tanya Tan Gu.
"Ah tidak tidak, ya sudah kalau seperti itu ayo pergi" Luna langsung pergi meninggal kan keluarga nya dan langsung masuk kedalam kereta.
"Seperti nya ia memang benar benar gila bu" ucap Lina kepada Tan Xing.
"Biar kan saja dia, Lina kamu selamat kali ini" jawab Tan Xing kepada Lina.
"Sudah la sudah la" Tuan Gu melerai mereka.
~~
Di perjalanan Luna menuju Istana.
"Wah banyak sekali yang berdagang memakai kayu-kayu seperti itu, benar-benar sangat kuno cih" Luna berkata seperti itu sambil membuka tirai jendela dan dia mengeluarkan kepala nya ke jendala dari kereta tersebut.
"Luna masuk Luna tidak boleh seperti itu" ucap Anna sambil menarik kepala Luna masuk.
"Annaa! kamu! Ishh, sudah lah sudah la pelit sekali." Luna merengek dan ngambek kepada Anna.
"Luna jangan seperti itu pakai lah penutup kepalanya, disini pengantin yang akan menikah tidak boleh menunjukan muka nya terlebih dahulu jadi kamu jangan melihat ke luar dan pakai lah lagi penutup kepala nya." ucap Anna kepada Luna.
"Ah kalian benar benar kuno sekali, ah iya apa nama kerjaan ini, aku sudah 2 hari disini tapi aku tidak tau apa nama kerajaan ini" tanya Luna kepada Anna.
"Ah ini kerajaan Yang Ai" Jawab Anna.
"Ha? Yang Ai? dimana itu? kerajaan apa itu? aku tidak pernah mendengar kerajaan itu dimasa depan" ucap Luna bingung.
"Ah sudah la ini pasti karena aku tidak belajar Sejarah dengan baik, kalau tau begitu aku akan belajar sejarah dengan baik jadi aku tau dimana negara ini berada" gerutu Luna.
"Sejarah itu apa?" tanya Anna polos.
"Sejarah itu ya seperti sekarang kalian ini adalah sejarah di masa depan kalian tidak akan hidup abadi kalian akan meninggal, dan kalian adalah sejarah" jawab Luna.
"Ah aku tidak sabar akan menceritakan ini semua kepada teman teman ku, hahaha" ucap Luna lagi.
"Jadi kita ini semua sejarah?" tanya Anna lagi.
"Hm.. ya bener sekali kalian semua adalah sejarah di masa depan" ucal Luna, dia menjelaskan kepada Anna dengan semangat.
Tetapi seketika beberapa detik kemudian wajah nya berubah.
"Gawat gawat gawat!" ucap Luna secara tiba-tiba.
"Ada apaa?" tanya Anna.
"Aku, sekarang ada disini? berarti aku? AKU ADALAH SEJARAH JUGA, HUAAAAAA" Luna teriak dengan sangat kencang.
"Luna , suutt sudah jangan berisik" tegur Anna kepada Luna.
"Ada apa? Apakah ada masalah?" tanya seorang Pengawal dari luar kereta.
"Tidak, tidak ada jalan saja" jawab Anna.
"Luna jangan lah seperti itu" ucap Anna memberikan peringatan lagi kepada Luna.
"Tapi Anna aku tidak ingin berada disini aku tidak ingin menikah juga, ah benar sial sekali hidup ku Anna" ucap Luna.
"Luna aku tidak bisa berbuat apa-apa juga, yang aku bisa lakukan hanya melindungi mu dan berada selalu di samping mu." Kata-kata Anna tersebut menyentuh hati Luna.
"Ah kalau begitu sudah lah sudah, Sekarang aku hanya bisa bertahan hidup huhh menyebalkan sekali" gerrutu Luna.