8. Pernikahan

1046 Kata
"Nona apakah kamu tidak lelah terus berbicara?" tanya Anna kepada Luna. "Ah kalian sungguh kuno sekali" ketus Luna kepada Anna. "Ah iya Anna, Mo Yang adalah calon Kaisar?" 5anya Luna kepada Anna. "Iya benar nona" jawab Anna. "Hmm, kalau seperti itu berapa banyak kekayaan nya?" tanya Luna dengan sangat bersemangat sambil memainkan jari-jari nya dengan tak kalah semangat nya dari ekspresi nya itu. "Husshh.. Luna kamu tidak boleh bertanya seperti itu" tegur Anna kepada Luna. "Mengapa aku hanya bertanya biasa pelit sekali" Luna berbicara dengan setengah marah. "Sebenarnya Kaisar dia memiliki segala, Yang Ai adalah miliknya semua" Anna berkata seperti itu karena tahu bahwa Luna marah jadi ia menjawab pertanyaan Luna. "Benarkah?! Wah wah wah wah... hihi ah senang nya, tapi tapi.. engga aku juga harus bisa cari cara agar cepat pulang selain menikmati kekayaan disini" ucap Luna. "Luna apakah kamu sangat ingin pulang?" tanya Anna kepada Luna. "Iya lah aku mau pulang, ngapain aku lama lama disini" jawab Luna dengan santai sambil melipat kedua lengan nya dan diletakan di depan d**a nya. "Sebenarnya aku menyukai dirimu" ucapan Anna tersebut membuat Luna terkejut dan geli karena Luna mengartikan ucapan Anna itu dengan lain arti. Ya, pikiran nya terbang jauh kemana mana haha. "Apa maksudmu?! ANNA AKU ADALAH WANITA NORMAL!" teriak Luna kepada Anna. "Eh bukan bukan begitu maksud aku , aku menyukai dirimu yang sangat tangguh dan kuat, aku sangat senang selama ini nona ku selalu tertindas dan ia selalu mengalah" ucapan Anna tersebut Jelas membuat Luna terharu. Dia menyadari bahwa Tan Luna dan An Luna dirinya sangat berbeda, dia sangat tidak mudah untuk di remehkan dan untuk di tindas sedangkan Tan Luna dia sangat mudah di tindas dan juga rapuh. "Tenang lah Anna selama aku disini aku berjanji bahwa tidak akan yang berani menindas ku! dan kamu juga aku janji akan melindungi mu jadi jangan khawatir oke!" Luna sangat bersemangat dan sangat percaya diri sekali. Sampai-sampai dia lupa, Bahwa dia sebentar lagi akan melaksanakan pernikahan. "Eh mengapa berhenti?" tanya Luna kepada Anna. "Kita telah sampai ayo turun" ajak Anna kepada Luna dan anna pun turun dari kereta. "Ah sudah sampe ternyata ,huhh cepat sekali" lalu Luna pun turun. "WAH BESAR SEKALI!!!" Luna berteriak karena kaget istana itu sangat besar dan mewah sekali. Karena teriakan nya itu semua orang yang ada disana melihat kepada nya. "Apa kalian liat liat?!" tanya Luna ketus. "Nona jagalah sikap mu, dan ini pakai lah" Anna memakai kan tutup kepala merah kepada Luna. "Ah ribet sekali" Gerutu Luna kesal. "Tuan Putri apakah anda sudah siap?" tanya seorang pengawal. "Siap ga siap sudah lah cepat aku haus sekali!" jawab Luna ketus. "Baiklah silahkan masuk, dan perhatikan jalan anda berhati hatilah" ucap Pengawal tersebut dan di balas oleh bungkuk kan olehnya tanda memberi hormat. "Nona silahkan" ajak Anna. Setelah itu Luna pun berjalan menuju Aula Kerajaan, disana sudah banyak sekali anggota-anggota kerajaan yang menunggu. Disana sangat megah dan ramai sekali dekorasi serba merah dan juga ada bunga-bunga hiasan yang sangat Indah. Di pinggir-pinggir nya terlihat beberapa orang musisi yang sedang memainkan alat musik tradisional juga diiringi tarian menyambut pengantin. Luna senditi bisa merasakan dengan sangat jelas betapa ramai di sekelilingnya, walaupun dia memakai tutup kepala tapi ia mengetahuinya. Luna di pegangi oleh Anna yang mengantarkannya ke depan Pangeran Mo Yang, yang telah menunggu nya. "Luna perhatikan jalanmu ya" bisik Anna kepada Luna. "Hm, kamu tuntunlah aku jangan sampai jatuh! aku akan malu sekali jika jatuh!" ucap Luna kepada Anna. Tetapi. "Maaf Putri Anda harus berjalan sendiri kedepan tanpa ditemani oleh pelayan mu" cegat seorang pengawal memberhentikan jalan Luna dan Anna. "Ah nona sebenarnya ini adalah tradisi, kamu berhati hati lah" ucap Anna kepada Luna dan ia langsung pergi ke belakang. Lalu Luna sekarang menjadi seorang diri. "Anna! Ah kamu! awas aja!" gerutu Luna kesal. "Silahkan tuan putri" ucap pengawal tersebut menyuruh Luna untuk melanjutkan perjalanan. "Sudah lah sudah lah, aku harus berhati-hati agar tidak jaAAAAAAAAAAA-tuh." Baru saja dia mau bilang tidak Jatuh tetapi ternyata Luna sudah terjatuh terlebih dahulu, itu semua karena Luna tidak mengetahui dua langkah kedepannya adalah tangga jadi dia jatuh saat mau menaiki tangga. Luna sangat malu sekali penutup wajahnya jatuh dan ia melihat dengan jelas semua orang berdiri menatap nya. "Awwww.. yaakkk kalian!" ucap Luna dengan Marah. "Nona anda tidak apa apa?" Anna langsung berlari dan membantu Kuna juga membantu Luna memakai kain penutup kepala nya kembali. "Ah kamu! sudah la sudah la cepat bantu aku kedepan aku malu sekali!." Kata Luna kepada Anna. "Baiklah." jawab Anna. Luna tidak menghiraukan perkataan pengawal tadi dan adat pernikahan dia jalan di dampingi Anna agar tidak terjatuh lagi. Disaat Luna terjatuh tadi, para tamu-tamu, kaisar serta Mo Yang sangat terkejut dan mereka sempat khawatir dan reflek berteriak. Bahkan kaisar sendiri tadi hampir turun menghampiri Luna, tetapi karena melihat Luna yang baik-baik saja jadi Kaisar mengurungkan kembali niat nya itu. Lalu setelah itu Luna sampai di depan Dan sekarang dia berhadapan dengan Mo Yang. Setelah itu mereka pun melakukan upacara pernikahan. Luna hanya mengikuti saja gerakan gerakan yang dilakukan oleh Mo Yang, yang berada di samping nya. Luna melihat gerak gerik Mo Yang melalui celah kainnya yang sedikit tembus pandang. Luna juga dapat melihat jelas bahwa Mo Yang sangat tampan, gagah, dan berwibawa. "Selamat kepada Putra ku Mo Yang dan juga Tan Luna yang sekarang menjadi Putri ku juga" ucap Kaisar memberi selamat kepada Mo Yang Dan Luna. "Terimakasih yang mulia" jawab Luna dan Mo Yang secara bersamaan. Setelah itu selesai lah upacara pernikahan mereka sekarang mereka telah resmi menjadi pasangan suami dan istri. Tetapi mereka harus juga melewati acara makan-makan dan juga perjamuan-jamuan yang lainnya. Terutama untuk pengantin pria ia harus menyambut tamu-tamu yang datang dan juga harus berbaur dengan yang lainnya. Berbeda dengan Luna, sekarang dia harus menunggu di kamar pengantin menunggu sampai acara itu selesai dan juga menunggu Mo Yang membuka penutup wajahnya itu. Lalu sekarang Luna sudah ada di dalam kamar pengantin ditemani Anna. "Ah lama sekali" Luna sangat kesal dan ia membuka penutup kepalanya. "Luna pakailah kembali" ucap Anna kepada Luna. "Sudah la sudah la... tolong ambilkan aku minum aku sangat haus sekali!" Pinya Luna kepada Anna. "Ini minumlah" Anna memberikan air minum kepada Luna. Lalu Luna meminum air tersebut. "Ahhh... lega sekali aku sangat haus dari tadi! semua ini menyebalkan aku sangat malu juga tadi!" gerutu Luna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN