2. Nama ku Tan Luna?!

1073 Kata
"AKKKKKKK...." Teriak Luna akhirnya Luna terbangun dari pingsan nya. "Nona kau sudah sadar" kata orang yang berada di samping Luna. "Eh, dimana aku?" tanya Luna bingung dan melihat ke sekeliling nya. "Nona kamu ada dirumah,kamu sudah sadar kamu pingsan dari semalam"jawab orang yang berada di samping Luna. "Eh, Jinna? kenapa? kenapa pakaian kamu dan rambut kamu seperti ini?" Tanya Luna bingung. Sebelum menjawab pertanyaan Luna, tiba-tiba ada 3 orang masuk kekamar Luna. "Luna kamu sudah sadar" kata salah seorang dari ke 3 orang tersebut. "Ayah?,Mama?,Kak Lina?"Luna sangat bingung karena mengapa keluarganya ada disini? karena Luna dan keluarganya tinggal di beda kota. "Kalian ini mengapa memakai pakaian seperti itu? mengapa kalian memakai pakaian kuno" tanya Luna heran. "Nona jika mereka tidak memakai pakaian seperti itu,mereka harus memakai pakaian seperti apa?" jawab orang disamping Luna lagi. "Hah?" Luna semakin bingung dengan semua Ini. "Eh, Wait" "Mengapa? mengapa aku memakai baju seperti ini?" "Terus kenapa aku tidur di tempat tidur kayu?" tanya Luna bertubi-tubi karena dia sangat terkejut dan heran. Sekelilingnya tiba-tiba berubah dia sangat kaget. "Sejak kapan aku memiliki tempat tidur kayu?" "Ini bukan di rumah sakit kan?, mana infusannya mana?" tanya Luna semakin heboh, panik dan bingung. "Luna bicara apa kamu ini?!" kata salah satu orang yang sedang berdiri. "Mama, apa yang terjadi? mengapa kalian bisa disini?" tanya Luna. Luna belum memahami kondisi apa yang dihadapi sekarang ini, dia sangat terkejut dan bingung harus bagaimana. Tempat ini sangat terasa asing bagi Luna karena ia tak pernah datang/menginjak tempat yang seperti ini. "Mama? mama siapa mama? aku ini ibumu." jawab orang yang diberikan pertanyaan oleh Luna. Ya, dia adalah mama Luna. "Iya mama itu Ibu, itu maksudku" jawab Luna disini ia semakin bingung.  Luna terdiam sebentar dia mencoba untuk memahami situasinya ini karena dia sangat bingung, ada apa dengan semua ini.   "(..Ada apa ini?, mengapa semuanya seperti ini? aku dimana? rumahku?, Ini bukan rumahku!..)" Tanya Luna di dalam Hati. "Luna! apa maksudmu?!" tanya Lina kakak dari Luna. "Ah aku tidak apa-apa, bisakah kalian keluar? Aku hanya ingin beristirahat." Luna mengusir mereka secara halus agar ia bisa mencerna semua ini. "Baik istirahatlah kami akan menemuimu lagi nanti" ke 3 orang tersebut pun pergi.   Setelah 3 orang tersebut pergi Luna semakin bingung ada apa dengan semua orang ini. "Mengapa semua orang begitu formal, dan aneh?" Luna masih heran. "Nona apakah ada masalah?, dan namaku Anna bukanlah Jinna." Jawab orang disamping Luna.   Ya orang itu juga sangat mirip dengan teman baik Luna yang meminjamkan uangnya untuk bayar kuliah Luna. "Anna? Anna? Bukan Jinna?" Luna sangat bingung sekali. "Hari apa ini?" Tanya Luna. "Hari ini hari ke 4 setelah perayaan Lampu." Jawab Anna. " Perayaan lampu?, perayaan lampu setiap hari Minggu berarti hari ini hari Jumat." Kata Luna.  "Ah iya dan sekarang tahun berapa?" tanya Luna lagi. "Tahun, memasuki tahun penghujan." Jawab Anna lagi. Luna semakin bingung disini ia tak mengerti semuanya. "Ga mungkin, ga mungkin, ga mungkin" Luna terlihat panik sekali. "Ada apa nona, ada apa?" tanya Anna cemas. "Siapa aku?" tanya Luna kepada Anna. "Ah, kamu adalah nona ku, Tan Luna." Jawab Anna. "Tan? Tan Luna?" Luna sangat terkejut, karena nama nya adalah An Luna bukan Tan Luna. "Tapi namaku An Luna bukan Tan Luna" Luna berkata sambil meyakinkan Anna. "Nona seperti nya kamu hilang ingatan" "Biar aku panggil Tabib." Kata Anna sambil berdiri. Tapi sebelum berdiri Luna menahan tangan Anna agar tidak memanggil tabib. "Eh eh, jangan - jangan" Luna sangat takut ada apa-apa. "Nona kemarin malam anda mencoba mengakhiri hidup anda nona" kata - kata Anna yang membuat Luna sangat terkejut. "APA?! MENGAKHIRI HIDUP?!" Luna sangat kaget mendengar kata-kata itu. "Sssttt, jangan berisik Nona, jika kamu membuat masalah kamu akan dihukum." Kata Anna sambil menaruh jari nya di bibir Luna. "Hah? dihukum? apa-apaan ini." Luna semakin bingung dan belum menyadari semuanya. Luna sedang memutar otaknya agar mengingat, ada apa yang bisa membuat semua orang menjadi aneh seperti ini. mengapa orang-orang begitu formal, sopan dan juga sangat kuno. Luna terdiam sebentar, dan Anna nampak khawatir kepada Luna. "Aku, aku tidak pernah mencoba untuk mengakhiri hidupku." Kata Luna penuh dengan keyakinan. "Walaupun aku sedang susah tetapi semangat hidup ku sangat tinggi!" kata Luna lagi. "Tapi kemarin malam anda melompat dari atap rumah nona." Luna mengerutkan dahinya dan mencoba mengingat sesuatu. "AHH IYA AKU INGAT!" teriakan Luna itu membuat Anna kaget. "Ada apa, kenapa?" tanya Anna penasaran. "Kemarin malam aku mencegah orang yang akan melompat, iya benar" kata Luna penuh yakin. "Tapi aku terjatuh saat menolong dia, dan setelah itu aku bangun dan ada disini?" tambah Luna. Anna pun semakin bingung, karena memang dia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Luna. "Kacau, kacau!" gerutu Luna. "Nama ku, Tan Luna?" tanya Luna lagi. "iya, namamu Tan Luna." Jawab Anna dengan penuh keyakinan. "Juga nama ayahmu Tan Gu, nama ibu mu Tan Xing, nan nama kakakmu Tan Lina." Anna memberitahukan semuanya. "Nama nya semua sama dengan nama keluarga ku juga, tapi Tan?." Tanya Luna karena dia sangat heran. "Nama keluarga ku harusnya An bukan Tan." Kata Luna lagi. "Maaf nona tapi memang itu keluargamu." Anna berusaha tetap meyakinkan Luna. Luna semakin bingung, dia sangat stres sekarang tidak tau harus berbuat apa. Luna seperti orang gila sekarang, bahkan dirinya saja tidak yakin dengan dirinya sendiri. Luna juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Luna adalah orang yang memiliki 1001 cara hal yang tidak bisa menjadi bisa, tapi kali ini entah bagaimana dia tidak bisa Apa-apa. "Nona ada apa nona?, aku sangat mencemaskanmu dari semalam." Tanya Anna panik. "Akupun tidak tau ada apa dengan semua ini." Jawab Luna. "Ah iya Anna, kamu tau penyebab aku aku loncat?." Tanya Luna dengan sangat hati-hati ia takut menyinggung Anna. "Anda melompat karena anda akan menikah dengan Pangeran pertama, Ia calon Kaisar." Jawab Anna "Ah dinikahin aja sampai melompat, hahaha it's so funny." Jawab Luna dengan enteng. Tetapi 5 detik kemudian ekspresi nya berubah 180 derajat. Luna terkejut bukan main,ia menganga kan mulutnya karena ia tidak percaya sangat tidak percaya kepada yang di omongkan oleh Anna. "NIKAH?APA? AKU AKAN NIKAH?!!." Tanya Luna dengan sangat keras. "Sutt, nona anda jangan teriak-teriak aku takut anda di hukum." Anna sangat mengkhawatirkan Luna. "Apa-apaan ini, Kaisar? Kaisar apaan?dinikahin? hahahaha zaman apa ini? Ini seperti zaman kuno!" geruty Luna. Tapi seketika muka Luna berubah kembali, Ia menyadari apa yang ia ucapkan barusan. "Wait, Kaisar? dinikahin? in-ini ZAMAN DULU?!... AK-AKU ADA DI ZAMAN DULU?!!." Luna sangat terkejut mengetahui Bahwa ia Ada di zaman dulu. Ya Luna berada di ZAMAN DAHULU sekarang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN