"GA MUNGKIN, INI GA MUNGKIN!" Luna sangat tidak percaya dengan apa yang dialami sekarang.
"Bagaimana aku bisa pulang" Luna menangis sejadi-jadinya.
"AK-AKU MAU PULANG"
"TISU MANA TISU?!." Luna meminta tissue kepada Anna.
Tetapi tidak ada tisu di sana, jadi ia memberikan kain putih polos untuk Luna.
"."
Luna masih mencemaskan dirinya sendiri yang terlempar ke masa lalu, ya Zaman Dinasti.
"Nona, apakah kamu baik-baik saja?"
"Nona ceritakan kepada ku nona"
"Nona kumohon jangan menangis seperti ini nona" Anna terlihat sangat mencemaskan Luna.
"Hoho aku tidak tau aku harus berbuat apa, tapi Anna aku minta maaf aku-aku bukan nona mu." Luna mengatakan bahwa sebenarnya dia bukan lah nonanya.
"Anna aku adalah An Luna bukan Tan Luna"
"Nama disini sangat persis seperti nama keluargaku benar-benar sama, ya itu nama keluarga ku!"
"Tapi An bukan Tan." Luna benar-benar meyakinkan Anna bahwa dia bukan Tan Luna.
"Jadi dimana nona ku?" Anna bertanya kepada Luna dengan mata nya yang berkaca-kaca.
"Ak-aku tidak tau" jawab Luna.
"Nona ku dimana nonaku " Kali ini Anna bertanya kepada Luna sambil menangis.
"Ssuuttt, jangan menangis harusnya aku yang menangis karena aku berada di masa lalu " Luna menangis.
Dan dua-duanya pun menangis.
"AKU INGIN PULANG!!." Luna menangis semakin keras dan semakin menjadi-jadi.
"LUNA!" Teriak Lina yang baru datang.
"Apa?!" jawab Luna dengan ketus.
"Kamu! sudah la aku tidak ingin melayani mu hari ini, cepat ganti bajumu Pangeran akan segera tiba!" setelah berkata seperti itu Lina langsung pergi meninggalkan kamar Luna.
"Ish Pangeran-pangeran apa hubunganya dengan ku?!" gerutu Luna.
"Tapi Nona anda harus menemui Pangeran sekarang, dia akan melamarmu." Kata Anna.
"Ish, cuman lamaran doang ribet banget sih"
"HAH?! LAMARAN?!" Jawaban enteng Luna seketika menjadi jawaban yang sangat mengagetkan.
"Kan kita sudah membicarakanya." Jawab Anna.
"Ah, sial udahla kelempar ke masa lalu, sekarang Aku di paksa nikah lagi ah sial" Luna mengumpat dengan sangat lancar.
"Maaf nona, sial itu apa?." Jawab Anna polos karena ia tidak mengerti.
"... Sial tu sebutan adalah kata u*****n jika kita sedang tidak beruntung, seperti aku ini!" jawab Luna.
Anna yang mendengar jawaban Luna hanya ber oh ria.
Luna dan Anna perasaan mereka sama-sama tidak jelas sekarang Luna menangis kencang dan tiba-tiba berhenti karena pikiran konyol nya itu.
Begitu juga dengan Anna dia menangisi nona nya tetapi tiba-tiba berhenti sendiri karena menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari Luna.
Jadi suasana diantara Luna dan Anna adalah sangat campur-campur ditambah Anna ia sangat heran dengan kelakuan, gaya dan bahasa-bahasa yang di keluarkan oleh Luna.
"Ah iya Pangeran itu bentuknya bagai mana?" Tanya Luna.
"Apakah ia tampan? kaya? ber-otot? ada roti sobek seperti oppa-oppa?" tanya Luna yang kembali bertubi-tubi.
"Ah nona anda tidak boleh berbicara seperti itu" jawab Anna.
"Mengapa? Itu adalah pertanyaan biasa saja" jawab Luna enteng.
"Nona kita tidak di perbolehkan membahas itu, itu dinamakan menggosip." Jawab Anna.
Ya pada zaman dahulu emang orang-orang di larang bergosip itu sama dengan menyebarkan rumor yang tidak jelas.
Apalagi untuk pelayan-pelayan.
"Mengapa? ah tenang aja ada aku, gak akan ada yang berani sama kamu! cepet bilang" kata Luna dengan penuh penasaran dan semangat.
"Ah jadi begini, ada rumor yang mengatakan bahwa Pangeran"
"Pangeran"
"Pangeran dia"
"Cepat bilang tidak usah ragu!" Kata Luna meyakikan Anna.
"Ia tidak lurus" Anna berbicara sambil berbisik kepada Luna.
"Tidak lurus bagaimana?"Jawab Luna bingung.
"Iya menyukai sesama jenis!" perkataan Anna tersebut membuat Luna terkejut
"OH MY GOD!" Luna langsung menutup mulutnya.
"Jadi aku harus menikah dengan pria GAY?!" kata Luna dengan nada keras.
"Sutt nona jangan keras-keras, nanti ada yang dengar" kata Anna berhati-hati.
"Ah iya iya?, ohh iya kamu dapat berita ini dari mana?" Luna berbicara berbisik dan sangat penasaran.
"Hmm.. rumor ini sudah banyak tersebar karena ia tidak memiliki selir, dan juga selalu sibuk dengan urusan Negara." Jawab Anna.
"Ahh seperti itu ... mm" Luna sangat ingin melihat Pangeran itu.
"Baiklah nona mari kita siap-siap sekarang" Anna mempersilahkan Luna untuk bersiap karena akan menghadap pangeran.
Luna mandi terlebih dahulu, setelah itu ia dibantu merias rambut dan wajahnya oleh Anna.
Tak memakan waktu lama riasan itu pun selesai.
"Baiklah sudah selesai Nona" Anna berbicara sambil tersenyum karena ia melihat nona nya yang sangat cantik.
Luna berkaca, kacanya tidak jelas tapi ia bisa melihat wajahnya yang sangat cantik setelah di rias.
"Ah cantik sekali aku huhu" puji Luna kepada diri nya sendiri.
"Baiklah kalau begitu nona mari kita keluar" ajak Anna.
"Oke" jawab Luna.
"Eh tapi Anna,mengapa aku yang di jodohkan dengan Pangeran itu? mengapa tidak dari keluarga lain? aku yakin banyak sekali keluarga di kerajaan di luar sana." Tanya Luna kepada Anna.
"Nona, ayah mu adalah seorang pejabat istana dan kepercayaan kaisar, jadi sudah jelas jika kamu di jodohkan olehnya." Jawab Anna.
Luna hanya ber oh ria mendengar jawaban itu.
"Tapi Nona seharusnya yang men-"
Sebelum Anna melanjutkan perkataannya Lina kembali datang.
"Luna! cepat lah kau lambat sekali!" setelah itu Lina langsung pergi lagi.
"Iya bawel! bawel banget sih dasar" gerutu Luna.
"Eh Anna, apa seharusnya apa tadi? lanjutin" Luna sangat penasaran.
"Ah tidak nona itu tidak penting, ayo cepat kita sudah di tunggu." Jawab Anna.
"Heuh... yauda yauda cepat" Luna terpaksa memenuhi permintaan itu karena itu adalah acaranya.
Mereka menunggu kedatangan pangeran di tempat pertemuan Keluarga Tan.
"Anna mengapa ini sangat lama sekali?" tanya Luna sambil berbisik kepada Anna yang berada di belakangnya.
"Luna jaga sikap mu!" tegur Tan Xing /mamanya Luna/
"(..Ish rese banget sih orang-orang disini, ga asik..)" gerutu Luna di dalam hatinya.
Tak lama setelah itu.
"PANGERAN DATANG!" teriak seseorang dari luar.
Datang lah orang yang sedang di tunggu-tunggu oleh mereka semua.
"Selamat datang yang mulia" semua nya serentak berkata seperti itu kepada Pangeran dan membungkuk.
Kecuali dengan Luna, ia sangat kebingungan ketika orang-orang seperti itu.
"(..Mengapa orang-orang ini membungkuk?..)" Tanya Luna di dalam hati.
Tambah lagi Luna menatap dengan sangat intens Pangeran dari ujung kaki sampai ujung kepalannya.
"(..Wah dia ganteng banget! oppa? omg..)" Luna sangat mengagumi Pangeran karena ketampanannya dan tanpa ia sadari, ia senyum-senyum sendiri ke arah pangeran.
Setelah di tatap seperti itu.
"Apakah ada masalah tuan Putri?" tanya Pangeran mendekati Luna dan menarik dagu Luna dengan satu jari.
"Ah-ah ti-tidak" jawab Luna gugup karena ia bertatapan langsung dengan Pangeran!
Setalah itu ia melangkahkan kakinya kebelakang dan menjauhi Pangeran.
"Luna jaga sikapmu!" tegur Tan Xing sambil berbisik kepada Luna.
"Hehe" Luna hanya membalas dengan nyengiran.
"Ah yang mulia, Ini-inilah Luna yang akan menjadi calon istrimu." Tan Gu /Ayah Luna/ berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang.
"Hello, im Luna." Luna mengedipkan matanya kepada Pangeran.
"Aku kuliah semester 4"
"Aku bekerja di tempat pengiriman paket nomor 1 di wilayahku!" perkataan Luna tersebut jelas sangat aneh di dengar oleh orang-orang yang ada disana.
"Ekhem ... Luna" tegur Tan Gu.
"Ehehe sorry-sorry."
"Ahh hehe ... yang mulia silahkan duduk." Ayah Luna mencoba untuk mencairkan suasana aneh tersebut.
"Aku tidak akan lama disini" jawab Pangeran
"Ekhem.. maaf tuan Gu kami kesini hanya ingin menyampaikan bahwa pernikahan akan diadakan besok" kata Fumo, Fumo adalah Pengawal yang selalu ada di samping Pangeran.
"Baik yang mulia baik" jawab Tan Gu.
"Baiklah kalau begitu kami akan pulang" kata Fumo mereka pun beranjak pergi
Tetapi sebelum mereka meninggalkan ruang pertemuan tersebut Luna memanggil Pangeran.
"Eh kamu, maksudku pangeran!" Panggilan Luna tersebut membuat Pangeran dan Fumo berhenti melanjutkan jalannya.
"Maaf nona, anda tidak tau nama Pangeran?" Tanya Fumo
"Iya, aku tidak mengetahui namanya dari tadi kalian selalu menyebutnya pangeran atau yang mulia" jawab Luna enteng.
"LUNA!" Lina menegur Luna disana tetapi Luna hanya acuh saja.
"Nama ku, Xu Mo Yang" jawab Pangeran setelah itu dia langsung pergi disusul dengan Fumo.
"Oh namanya Xu Mo Yang, hmm.. Yangyang? hihi" jawab Luna dengan enteng.
"Luna! kamu sangat tidak sopan!" Tegur Tan Gu.
"Aku hanya menanyakan tidak ada salahnya lagian juga aku beneran ga tau namanya" lagi-lagi Luna menjawab dengan enteng pertanyaan tersebut.
"LUNA, KAMU SANGAT TIDAK SOPAN! MASUK KAMAR MU DAN INGAT BESOK KAMU AKAN MENIKAH BERBUATLAH DENGAN WAJAR JANGAN SEPERTI INI!" bentak Tan Xing.
"AKU MENIKAH BESOK?! KALIAN GILA HAH? AKU AJA GA KENAL SAMA DIA!" jawab Luna yang tak kalah keras dengan ibunya.
"LUNA KAMU BENAR-BENAR MASUK KAMAR MU!" bentak Ayahnya.
"Kalian benar-benar freak tau ga! ga asik" Setelah berkata seperti itu Luna langsung lari keluar.
"NONA TUNGGU AKU!" teriak Anna, sebelum pergi menyusul Luna dia membungkuk terlebuh dahulu kepada Tan Gu, Tan Xing dan Lina tanda pamit undur diri lalu Anna pergi mengejar Luna.
"Luna!" teriak Lina
"Sudahlah sudah biarkan saja dia" kata Tan Xing.