14. Harta tahta bersama Luna

1023 Kata
"Dia sangat menyebalkan, liat nanti akan ku kerjain dia!." Gerutu Luna karena kesal. Setelah itu Luna mengganti baju nya. "Ah memang semua baju nya seperti ini, yaudah lah pake aja lah mungkin nanti aku akan terbiasa juga." Kata Luna terus memakai baju nya. "Oh iya ini aku harus cepat selesai kan ini sebelum Mo Yang selesai mandi." Kata Luna lagi. Setelah itu Luna cepat-cepat menghitung hadiah itu lagi dan ia langsung membereskan nya, pas juga dengan Mo Yang selesai mandi. Suasana seketika menjadi canggung. "Ka-kamu sudah selesai?." Tanya Mo Yang kepada Luna. "Ah iya ini udah-udah." Jawab Luna. "Yauda kalau gitu mari tidur." Kata Mo Yang. "Oh benar-benar ini sudah malam mari tidur." Setelah itu Luna langsung naik ke kasur dan disusul oleh Mo Yang. Sekarang mereka makin canggung sekali karena mereka berdampingan berada di kasur yang sama. Tidak ada yang membuka pembicaraan di antara mereka berdua, dan mereka hanya menatap ke langit-langit. "(..Aish canggung sekali, ini semua akibat di kamar mandi tadi, sepertinya aku harus berbicara terlebih dahulu..)" Gerutu Luna dalam hati. "Hmm.. Mo Yang besok kita pulang pagi? siang? sore?." Tanya Luna terlebih dahulu. "Pagi." Jawab Mo Yang singkat Dan Luna hanya ber Oh ria. "Aku ingin memberitahu, jangan terlalu dekat dengan Li Zhi." Kata Mo Yang kepada Luna. "Kenapa?." Tanya Luna dan ia pun bangun untuk duduk. "Ikuti saja kata-kata ku."Jawab Mo Yang. "Ish ga jelas." Gumam Luna. "Ah aku ga bisa tidur ☹."Luna berbicara sendiri. "Pejamkan saja matamu." Kata Mo Yang. "Tetap saja tidak bisa." Jawab Luna. "Kamu belum mencoba nya." Kata Mo Yang lagi. "Ish yauda yauda ni ya aku coba." Setelah itu Luna kembali tiduran dan memejamkan mata nya. Mo Yang ia melihat kelakuan Luna seperti itu ia hanya tersenyum kecil. 10 menit kemudian Mo Yang belum bisa tidur, dan ia mencoba untuk mengajak Luna berbicara. "Luna aku mendengar rumor bahwa setelah kamu melompat dari atap rumahmu, kamu menjadi aneh apakah itu benar?." Tanya Mo Yang kepada Luna, tetapi tidak sahutan dari Luna. "Luna kam-." Mo Yang melihat ke arah Luna dan tersadar bahwa Luna sudah tertidur. Ia tadi bertanya kepada orang yang sudah terlelap tidur, dan sekarang dirinya lah yang tidak bisa tidur. Setelah itu Mo Yang berbalik ke arah Luna dan sekarang posisi mereka berdua sedang berhadap-hadapan. "(..Luna, nama yang indah seindah dirinya. Tapi sayang sekali ini semua adalah tipuan..)" Kata Mo Yang dalam hati. Setelah berkata seperti itu Mo Yang tertidur juga, jadi posisi tidur mereka berdua yaitu berhadap-hadapan. ~~ Di Pagi hari, posisi mereka yang asalnya tidur berhadap-hadapan menjadi berubah. Sekarang posisi mereka yaitu Luna berada di atas d**a Mo Yang, sambil Mo Yang memeluk Luna dengan kedua tangan nya. Tentu saja mereka seperti itu tanpa mereka sadari karena mereka berdua sama-sama tertidur. Di saat momen-momen yang tidak terduga seperti itu Anna masuk berniat untuk membangunkan Luna. "Luna ini sudah pagi ayo bang- eh?." Anna yang melihat pemandangan tersebut ia langsung mengurungkan niat nya untuk membangun kan Luna. "Ah seperti nya aku datang di saat yang tidak tepat hehe." Setelah itu Anna kembali keluar. Dan beberapa menit kemudian Luna pun terbangun. "Hoam..." Luna menguap. "Ah bantal ini nyaman sekali, enak sekali." Luna berkata seperti itu sambil mengelus-elus d**a Mo Yang, ia tidak sadar itu adalah d**a Mo Yang. Karena perlakuan Luna tersebut Mo Yang pun bangun karena merasa geli. "Ah nyaman sekali, aku malas untuk bangun jika seperti ini." Kata Luna ia belum membuka matanya jadi ia belum sadar. "Apakah anda sudah puas untuk mengelus-elus d**a ku Tuan Putri?." Sontak pertanyan Mo Yang tersebut membuat Luna terkejut dan ia langsung bangun. "AAAKK MO YANG KAMU! KAMU! KAMU!." Kata Luna. "Apa?." Jawab Mo Yang. "Kamu m***m sekali, kamu apakan aku?!." Tanya Luna. "Kamu sendiri yang tidur di atas d**a ku dan kamu menyalahkan aku, lucu sekali." Kata Mo Yang. "Kamu!!." Kesal Luna. "Sudah la cepat bersiap kita akan pulang." Kata Mo Yang dan langsung pergi meninggalkan Luna. "Aku? ah b**o banget sih aku tapi, tadi itu nyaman bangett hihi." Kata Luna sambil cengengesan. "Luna kamu sudah bangun ayo cepat kita bersiap kita akan pulang sekarang." Kata Anna. "Hm ayok, oh iya Anna ingat hadiah-hadiah pernikahan itu jangan sampai ada yang tertinggal satu pun oke?." Kata Luna. "Iya Luna, ayo sekarang cepatlah bersiap." Setelah itu Luna bersiap-siap di bantu oleh Anna. Sedangkan Mo Yang, ia dibantu oleh Fumo untuk bersiap-siap di kamar lainnya. ~~ "Apakah semua nya sudah siap?." Tanya Mo Yang kepada Fumo "Sudah Pangeran, semua nya sudah siap." Jawab Fumo. "Baiklah." Kata Mo Yang. Beberapa menit kemudian kedua nya telah siap untuk pergi, sebelum mereka meninggalkan istana mereka berpamitan terlebih dahulu kepada Kaisar. "Salam hormat kepada yang mulia." Kata Mo Yang Dan Luna secara bersamaan sambil membungkuk. "Bagaimana kalian apakah sudah siap untuk pulang?." Tanya Kaisar. "Sudah semua nya sudah siap, terimakasih kepada yang mulia karena telah memberikan pesta pernikahan yang sangat bagus." Kata Mo Yang berterima kasih kepada Kaisar. "Hahaha, aku sangat senang jika kamu senang. Luna jagalah kesehatanmu juga di sana dan ingat Mo Yang perlakukan lah dia dengan sangat baik." Kata Kaisar kepada Mo Yang dan Luna. "Ah iya Luna, sering lah datang kesini ya nanti akan aku ajak kamu jalan-jalan menelusuri istana ini." Kata Li Zhi kepada Luna. "Terimakasih banyak yang Mulia." Balas Luna sambil membungkuk. "Ayah tenang saja aku akan menjaga Luna dengan baik." Balas Mo Yang. "Ya baiklah, berhati-hatilah di jalan." Kata Kaisar kepada mereka berdua. "Baik terima kasih yang mulia." Jawab mereka berdua serentak sambil membungkuk setelah itu mereka berdua pergi. Sekarang mereka berdua berada di perjalanan. Mereka berdua berada di dalam kereta, sedangkan Fumo dan Anna berada di luar kereta beserta yang mengendarai kereta kuda tersebut. Di depan, dan di belakang kereta mereka ada banyak Pengawal yang menjaga mereka. "Oh iya Mo Yang, hadiah pernikahan semua sudah dibawa dan tidak ada yang tertinggal satupun kan?." Tanya Luna sangat bersemangat. "Semua sudah diurus oleh Fumo dan Anna." Jawab Mo Yang. "Bagus.. bagus.. hehe udah sampai nanti aku akan langsung menghitung kembali mereka semua, untuk memastikan tidak ada yang tertinggal satupun!." Kata Luna dengan sangat-sangat semangat sambil senyum-senyum sendiri. Melihat tingkah aneh dan lucu Luna tersebut Mo Yang hanya tersenyum kecil dan menggeleng-geleng kan kepala nya sedikit.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN