13. Luna yang menggemaskan

998 Kata
"Apa yang ia lakukan?." Tanya orang yang sedang memperhatikan Luna dan Anna. "Seperti nya hanya memberikan hadiah Pangeran." Ya orang yang sedari tadi memperhatikan Luna dan Anna adalah Mo Yang dan Fumo. "Terus perhatikan dia dan jangan sampai terlalu dekat dengan Li Zhi." Kata Mo Yang kepada Fumo. "Baik Pangeran." Jawab Fumo. "Juga ternyata, rumor ia menjadi aneh setelah melompat dari atap kediaman nya itu seperti nya benar." Kata Mo Yang. "Apakah Pangeran ingin aku menyelidiki nya?." Tanya Fumo. "Hm.. ya seperti nya aku juga butuh kejelasan mengapa sifat nya menjadi berubah setelah insiden itu." Jawab Mo Yang kepada Fumo. "Baiklah pangeran." Setelah berkata seperti itu Fumo membungkuk memberi hormat dan ia undur diri untuk pergi. "Sepertinya ini akan menjadi sangat seru." Kata Mo Yang, sehabis berkata seperti itu ia langsung pergi. ~~ Di sisi Luna. Ia telah berganti baju memakai baju tidur dan sekarang ia sedang sibuk menghitung hadiah pernikahan nya. "45,46,47... hm? jadi di dalam satu kotak ada kurang lebih 50 isi nya dan ini ada 30 kotak. 30 dikali 50 jadi 150.. OMG KAYA NYA AKU HAHAHA." Teriak Luna dan tertawa lepas. Ia sangat bahagia sekali melihat bahwa ia memiliki banyak perhiasan yang ia yakini harganya pasti sangat mahal!. "Luna berhentilah menghitung, ayo sekarang istirahatlah tidur besok pagi kita akan pulang." Kata Anna kepada Luna. "Hmm iya sabar ini sedikit lagi." Jawab Luna. Disaat sedang asik menghitung hadiah pernikahan nya itu, ia tidak sadar bahwa Mo Yang masuk ke dalam kamar nya. "Panger-." Sambutan Anna terpotong karena Mo Yang memberi isyarat bahwa jangan berisik. "Ssttt, keluarlah." Kata Mo Yang sambil berbisik. Melihat isyarat yang diberikan Mo Yang Anna langsung mengerti dan ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua. "Ah ini akan selesai sebentar lagi, ahh Anna baju ini sangat panas sekali. Aku ga mau mau pake baju ini aku kegerahan cepat tolong ambilkan aku baju yang tidak seperti ini, aku merasa menjadi mumi memakai baju ini!." Kata Luna sambil menggerutu sendiri setelah itu melanjutkan kembali berhitungnya. Mendengar perkataan Luna tersebut Mo Yang terkejut, mau tidak mau karena ia yang ada di sana ia yang mengambilkan baju Luna. Ia bingung memilih nya yang mana tapi Luna berkata ia ingin baju yang sedikit terbuka, setelah Mo Yang merasa baju yang dipilihnya sesuai ia langsung memberikan bajunya kepada Luna. Ia memberikan nya tanpa bersuara. "Ah ini dia, lambat sekali kamu Anna." Setelah itu ia memeriksa baju itu tapi ia rasa baju itu kurang terbuka menurut nya, ia masih bisa membayangkan bagaimana Luna memakai baju itu pasti masih sama terlihat seperti mumi. "Anna, baju ini masih sangat tertutup jika aku memakai ini masih akan terlihat seperti mumi." Kata Luna. "Ambilkan aku baju yang lain." Kata Luna lagi dan ia menaruh baju nya di samping setelah itu iya lanjut menghitung lagi. Mo Yang, yang mendengar kata-kata dari Luna tersebut ia terkejut kembali. Mo Yang mendekatkan kepalanya ke telinga Luna dan berkata. "Jadi kamu mau yang seperti apa Tuan Putri?." Tanya Mo Yang. Jelas perkataan Mo Yang tersebut membuat Luna terkejut ia tidak tahu bahwa sedari tadi yang berada di samping nya itu bukan Anna tapi Mo Yang. "AAAA KKKKKKKKK." Teriak Luna. "OMG! KAMU KAPAN MASUK?!." Tanya Luna sambil teriak. "Kecilkan suaramu Tuan Putri." Kata Mo Yang kepada Luna. "Kamu!." Kesal Luna. "Sudahlah sudahlah kamu sangat mengganggu ku yang sedang berhitung ini." Kata Luna. "Apa maksudmu meminta baju tidur yang terbuka?." Tanya Mo Yang kepada Luna. "Aku kegerahan memakai baju ini, dan lihat lah aku terlihat seperti mumi bukan memakai baju ini?." Tanya Luna kepada Mo Yang. "Hm? Apa itu mumi?." Tanya Mo Yang kepada Luna. "Hah.. dasar kuno bahkan mumi aja ga tau. Mumi itu adalah orang yang sudah mati dan ia di balut perban atau kain putih, nah seperti baju ku ini sekarang terbalut sampai atas hanya menyisakan kepala ku saja." Kata Luna. Mo Yang mendengar perkataan Luna yang seperti itu ia bergidik ngeri. "Bantu aku mandi sekarang." Setelah seperti itu Mo Yang langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan Luna sendiri yang sedang terkejut karena perkataan nya tersebut. "WHAT?! bantu mandi?!." Kata Luna terkejut. "CEPAT LAH KEMARI." Teriak Mo Yang dari kamar mandi. "Iya iya, ck aneh sekali." Kata Luna dan terpaksa ia menuruti perkataan Mo Yang. Setelah itu Luna menghampiri Mo Yang dan ia melihat Mo Yang akan membuka pakaian nya, sontak Luna menutup mata nya. "Masuk dan tolong buka kan lah pakaian ku ini." Titah Mo Yang. Luna sangat terkejut bukan main, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa ia juga tidak bisa kabur jadi dengan terpaksa Luna menuruti perkataan Mo Yang sambil menutup matanya. "Hm tunggu sebentar." Setelah itu Luna mendekat kepada Mo Yang. "Lama sekali, kenapa kamu menutup mata?." Tanya Mo Yang. "Sudah sudah cepatlah berbalik." Kata Luna yang masih menutup matanya. Luna yang tanganya di julurkan kedepan untuk mencari keberadaan Mo Yang tidak sengaja memegang d**a Mo Yang, yang sangat bidang. "(..Hm enak banget, yang aku pegang apa ini?..)" Tanya Luna dalam hati. Karena penasaran Luna membuka matanya dan betapa terkejutnya Luna bahwa ia mengetahui, dirinya sedang memegang d**a Mo Yang. Begitu juga dengan Mo Yang ia terkejut juga karena perlakukan Luna tersebut. "AAAAKKKK! KAMU c***l!." Teriak Luna dan ia langsung mundur. Karena lantai tersebut licin jadi Luna akan jatuh. Melihat Luna akan jatuh Mo Yang reflek menarik Luna dan. BYURRRRRRRR... Ke dua nya terjatuh ke dalam bak mandi karena Mo Yang juga kehilangan keseimbangan nya. Ke dua nya sangat terkejut mengetahui mereka jatuh bersama kedalam bak mandi. Karena bajunya basah jadi baik Luna maupun Mo Yang pakaian dalam yang mereka pakai terlihat jelas. Terutama Luna. "AAAAAAAAKKKKKKKK! KAMU BENAR BENAR c***l! AAAAKK." Teriak Luna dengan sangat keras dan juga menutupi bagian d**a nya karena dalaman nya terlihat. "Berisik sekali cepat bangun!." Kata Mo Yang kepada Luna. "AAAAKKK." Setelah itu Luna teriak sambil berdiri. "XU MO YANG KAMU! KAMU BENAR-BENAR PANGERAN c***l! AAKKK!." Setelah berkata seperti itu Luna langsung pergi meninggalkan Mo Yang, yang masih di dalam bak mandi. Ia melihat perlakuan Luna yang seperti itu hanya terdiam dan tersenyum kecil. "Ia menggemaskan juga." Gumam Mo Yang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN