Ivone menunduk dalam. “Aku nggak tahu, Bu. Pokoknya aku manut Ibu. Karena aku nggak mau disalah-salahkan kalau menolak atau menerima salah satu.” Kusnul merangkul putrinya. “Ibu tahu perasaanmu. Tapi tetap harus kamu putuskan.” “Bisa dipikir-pikir dulu nggak?” tanya Ivone masih menunduk. “Nggak perlu berpikir, Iv. Bukankah ini maumu dulu? Kamu bertanya keseriusanku. Ya, dulu aku memang belum siap. Tapi ibuku selalu meyakinkan kalau memang aku harus menikah. Setelah kupikir-pikir, memang brenar. Sekarang kubuktikan, aku datang melamarmu. Saat kamu memintaku melamar saat itu, bukankah artinya kamu sudah siap menikah? Kenapa sekarang bingung? Pasti gara-gara pria ini,” cecar Yama. “Hey, hey, hey!” sergah Sam. “Dalam hukum Islam, wanita yang sudah berada dalam pinangan seorang pria, haram

